Wanita Barbar Milik Ceo

Wanita Barbar Milik Ceo
Bab 101


__ADS_3

Sarah mencoba menarik tangan anaknya, " Sudahlah Natasha kamu jangan buat keributan disaat seperti ini, Mama tahu kamu itu sedang kesal terhadap wanita itu."


Melipatkan kedua tangan, Natasha berusaha mengatur napasnya untuk tidak terpancing akan ucapan Nadia yang terus memperlihatkan perhatian dihadapan Lorenza.


" Aku kesel sama wanita itu bisa-bisanya dia membuat suatu perkara yang membuat perasaanku mengebu gebu ingin marah."


" Ya Mama tahu akan hal itu, sebaiknya kamu tidak terlalu membuat masalah di ruangan Edwin, dan lagi Mama mertuamu sudah tahu sifat asli wanita yang ada di sampingnya itu."


"Baiklah, mah. "


Natasha kini mendekat ke arah Lorenza, dimana Nadia terus mencari perhatian pada wanita tua itu.


"Tante, jadi tante mengizinkan aku tinggal di sini untuk menemani Edwin Kan seharian, aku nggak tega loh lihat tante kelelahan begitu. "


Natasha melipatkan kedua tangannya Ia hanya mendelik kesal di dekat Nadia," bisa-bisanya ada wanita yang begitu licik di dunia ini. "


Lorenza tetap memberikan senyuman di hadapan Nadia wanita yang ingin ia jodohkan pada anaknya, " Nadia, sebelumnya tante berterima kasih sekali atas keinginan kamu yang mau menjaga Edwin di rumah sakit ini. Tapi untuk saat ini maaf sekali, berhubung Edwin sudah menikah dan mempunyai seorang istri, tante menolak keinginan kamu. untuk menjaga Edwin di rumah sakit ini. "


Natasha dengan lancangnya kini berucap," tuh kamu dengar kata Mama mertuaku, kami itu tidak membutuhkan kamu sama sekali. Jadi, stop lah berpura-pura baik karena kamu itu bukan siapa-siapa di keluarga suamiku. "


Lorenza tak memarahi Natasha sama sekali, ia sangat setuju dengan perkataan menantunya.


"Tante, aku sudah menganggap Tante itu sebagai Mama aku sendiri dan juga Edwin sebagai Kakakku sendiri. "


Nadia terlihat memohon-mohon dengan memegang lengan tangan Lorenza, memperlihatkan kekecewaannya," tante tahu sendiri kan hubungan antara tante dan juga Mamahku adalah sahabat baik. "


Lorenza berusaha memberitahu wanita yang ada di hadapannya itu," memang tante dan mama kamu itu adalah seorang sahabat. Tapi tetap saja Edwin harus dijaga oleh istrinya bukan oleh wanita lain yang bukan siapa-siapanya. Jika kamu memang ingin menjaga Edwin bicaralah dengan Natasha, dia yang lebih berhak memberi izin untukmu Nadia."


Lorenza merasa tak nyaman dengan badannya yang terasa lengket, iya mengajak Sarah untuk pergi ke hotel membersihkan diri dan juga mengganti pakaian.


"Natasha, Mommy dan juga mamamu ini mau pergi ke hotelnya, Kebetulan sekali kami sudah tak nyaman dengan baju kemarin yang kami pakai ini.'


Natasha hanya menganggukkan kepala." ya sudah tak apa biar Edwin Natasha saja yang jaga. "

__ADS_1


"Aku juga akan menjaga Edwin."


Begitu tak tahu malunya Nadia sebagai seorang gadis, di mana kedua wanita itu pergi dari ruangan Edwin.


Sedangkan di dalam ruangan hanya ada Natasha dan juga Nadia," Kenapa kamu tidak pergi?"


Pertanyaan Natasha membuat Nadia hanya menggelengkan kepala.


" Aku tanya sama kamu loh, kenapa kamu diam saja?" tanya kembali Natasha kepada wanita yang selalu ya kerjain.


Nadia malah membungkam mulutnya, tak menjawab satu patah kata pun perkataan Natasha.


" Ada ya wanita model kamu kayak begini."


Nadia kini duduk di atas sofa, menatap ke arah Edwin yang terkulai lemah di atas ranjang tempat tidur.


Nadia mulai merogoh tas yang ia bawa, memperlihatkan foto di mana Natasha kemarin sudah mengerjakannya.


" Aku hanya ingin meminta pertanggungjawaban terhadap kamu, atas rasa malu di hadapan orang-orang yang sudah menertawakanku. "


"Bukan itu, makanya dengarkan baik-baik perkataanku. karena kamu sudah membuat aku menjadi malu dihadapan orang-orang yang berada di villa. "


"Malu, buktinya?"


Nadia memperlihatkan bukti bahwa Natasha lah yang sudah melakukan perbuatan tak baik padanya, dimana Nadia kini menanggung malu dengan video yang sudah direkam oleh orang-orang.


"Aku menemukan bukti dari rekaman cctv ini. Kamu lihat. "


Nadia memperlihatkan ponselnya di hadapan Natasha, di mana ponsel Nadia itu memutar sebuah rekaman barang bukti jika Natasha bersalah.


Natasha yang melihat rekaman video itu hanya tertawa terbahak-bahak, membuat Nadia berdiri lalu berkata," kenapa kamu malah tertawa seperti itu, bukannya merasa bersalah malah santai santai saja. Kurang ajar kamu Natasha. "


Mengepalkan kedua tangan menatap tajam ke arah Natasha, di mana ia memberikan ponsel Nadia kepada pemiliknya.

__ADS_1


"Nih, memangnya kamu mau lakukan apa dengan video itu?"


" Masih tanya, apa yang akan aku lakukan setelah mendapatkan bukti ini!"


Natasha tetap saja bersikap santai menghadapi Nadia, di mana wanita berhijab itu kini melangkahkan kakinya mendekat ke arah Natasha.


"Kamu akan kena marah mertuamu sendiri, dimana Tante Lorenza akan menganggap kamu ini wanita yang barbar dan tak punya etika, sudah merugikan orang lain. "


Natasha tidak terkejut sama sekali dengan perkataan Nadia. Ia benar-benar bersikap santai,


membulatkan mulut lalu memukulnya perlahan," jadi aku harus bagaimana?"


Tingkah Natasha benar-benar menyebalkan di hadapan Nadia," aku tak menyangka ya wanita seperti Kamu itu tidak tahu diri, bisa-bisanya kamu bersikap santai di saat orang lain sudah kamu buat malu."


Natasha kini mencolek dagu Nadia secara perlahan, " Hei Nadia. Jika kamu tidak ganjen terhadap suamiku mungkin aku tidak akan melakukan kejahilan itu, mm, jadi kamu pikirkan baik-baik. "


"Gila kamu, menyuruh aku untuk berpikir baik-baik. "


Natasha Sudah malas meladeni Nadia yang terus mengoceh dan menyalahkannya, " Sudahlah Nadia kejadian semua itu sudah terlewatkan, jadi kamu tak usah bahas lagi hal itu ya. Aku muak dan aku sebel sekali mendengarnya. "


Nadia menyungkirkan bibirnya dimana Natasha menarik tangan wanita itu, " sebaiknya kamu pergi dari sini ya, aku tidak mau kalau mentalku ini terganggu oleh ocehanmu yang tak jelas itu."


Nadia melepas kan pegangan tangan dari Natasha, di mana ia terusir dari ruangan Edwin.


"Hey, Natasha kamu itu tidak berhak mengusirku seperti ini, jadi Izinkan aku berada di ruangan Edwin untuk menjaganya."


" Nadia, Nadia. kamu ini Kalau diberi tahu ternyata ngeyel juga ya, bikin pusing orang tahu tidak."


Nadia memajukan bibirnya, ia dengan lancangnya menarik tangan Natasha untuk keluar dari ruangan Edwin, " yang pantas keluar dari ruangan Edwin itu bukan aku tapi kamu Natasha. "


Tarikan tangan Nadia begitu kuat, membuat Natasha terjatuh ke atas lantai.


Brakk ....

__ADS_1


Nadia tangannya ke arah Natasha yang terduduk di lantai, " Aku ingatkan sekali lagi kepada kamu ya, aku bisa saja merebut Edwin, setelah apa yang sudah kamu lakukan terhadapku. "


__ADS_2