Wanita Barbar Milik Ceo

Wanita Barbar Milik Ceo
Bab 50


__ADS_3

Sarah yang mendengar hal itu, tentunya senang. Ia merasa jika dirinya bisa mengalahkan Lorenza,


"Kesempatan yang sangat bagus untuk diriku, mm. Awas saja kamu Lorenza kamu akan menangis dibawah kakiku. " Gumam hati Sarah.


"Perwira, apa yang kamu katakan itu, aku benar benar setuju sekali, kamu yang tampan ini, harusnya bisa mendapatkan seorang wanita yang segar dan cantik. " Sarah sengaja mengompori Perwira agar membenci Lorenza.


Kedua mata Sarah, mempelihatkan rasa dendam dan kesal berlebihan, hingga ia sengaja menjelek jelekan Lorenza di depan suaminya.


"Kamu bisa saja Sarah, " balas Perwira pada wanita yang membuat ia tergila gila saat ini.


Senyum terpancar pada raut wajah Sarah, tatapan mengisaratkan jika Sarah akan mengoda Perwira demi menghancurkan Lorenza, karena dulu ia kalah merebut hati Perwira dari Lorenza.


Mereka mulai menyantap hidangan yang berada di atas meja, terlihat keduanya saling bertatapan mata seolah olah sengaja menumbuhkan rasa cinta itu.


Selesai menyantap hidangan di atas meja, Perwira kini mengajak Sarah ke mall, " Ayo. "


"Mm, kemana?"


"Kamu lupa ya, aku kan mau ajak kamu ke mall!"


"Jadi, kamu tidak bercanda. "


Perwira menggelengkan kepala, tersenyum tipis dan mengerakan alisnya. " Ayo. "


Tangan kekar itu kini meraih tangan putih Sarah, tampak Sarah menjadi salah tingkah dengan perlakuan Perwira.


"Mall di sini dekat, kita jalan kaki saja. Gimana?"


"Boleh juga, sekalian kita menghirup udara malam hari, sudah lama aku juga tak merasakan jalan jalan dimalam hari seperti ini!"


"Wah, berarti sama dong seperti aku."


"Benarkah."


Perwira seperti anak kecil, ia menganggukkan kepala di depan Sarah.


Mereka mulai berjalan beriringan bersama sama, menikmati udara malam hari, keduanya tampak bersenang-senang, tak memikirkan pasangan mereka.


Di setiap perjalanan, banyak yang mereka ceritakan dari pekerjaan dan juga sahabat. Apalagi saat membahas kekurangan pasangan, mereka malah tertawa terbahak bahak.


Sampai dimall, Sarah mulai memilih baju yang akan ia pilih terlihat dimall itu banyak sekali model yang Sarah suka.

__ADS_1


Mencoba beberapa model, terlihat baju yang Sarah pakai begitu cocok.


"Baju yang cocok untuk kamu. "


Sarah tersenyum senang setelah mendengar pujian yang membuat kedua pipinya memerah.


"Terima kasih. "


"Kamu suka. "


Pertanyaan Perwira membuat Sarah mengecek harga dari baju itu, harga yang fantastik. " enggak kok. "


Sarah berjalan mencari baju yang terlihat agak murah, Perwira yang menyadari hal itu, mengambil baju Sarah.


"Sarah, aku tahu. Kamu pasti suka dengan bajumu yang ini. "


"Perwira, tapi harganya. "


"Sarah, jangan pedulikan harganya, kamu ambil saja yang menurut kamu suka dan bagus. "


"Tidak, harganya terlalu mahal."


"Masalah harga bagiku, itu sudah biasa, ya murah lah. "


"Bagus juga, si Perwira ini ternyata orangnya royal juga. Suka aku kalau begini."


Di tengah tengah obrolan, ponsel Perwira berbunyi. Membuat lelaki itu mengecek siapa yang mengganggu acara kencannya dengan Sarah.


Menatap perlahan layar ponsel yang terus berkedip, orang yang menghubunginya saat ini ternyata adalah Lorenza.


Sontak Perwira terkejut, melihat sang istri menelpon dirinya," bisa-bisanya Lorenza menggangguku di saat aku tengah menikmati kencanku bersama Sarah. "


Perwira kini meminta izin untuk mengangkat orang yang menelpon dirinya, Sarah yang menyadari hal itu, hanya bisa mengganggu kan kepala dan mengizinkan Perwira untuk mengangkat panggilan telepon dari istrinya.


Setelah kepergian Perwira untuk sementara waktu. Sarah dengan begitu sibuknya memilih pakaian yang ia suka, kini ia tak memperdulikan soal harga.


Bagi dirinya Perwira bisa membalikkan barang yang ia mau, karena lelaki yang saat ini berkencan dengan dirinya, adalah seorang CEO yang memiliki banyak perusahaan.


Setelah selesai memilih baju yang ia suka, Sarah terkejut dengan penampakan sang suami yang sudah ada di hadapannya," papa kok ada di sini?"


Rudi terlihat kesal saat ia menemukan istrinya tengah berbelanja," seharusnya yang tanya itu bukan kamu tapi aku, ngapain kamu berbelanja di malam hari seperti ini?"

__ADS_1


. Sarah mengerutkan bibirnya, saat sang suami membalikkan pertanyaannya.


"Pah, kalau istri lagi belanja itu bukan dimarahin tapi dikasih duit, papah ini nggak nyadar diri banget sih. "


Sarah memperlihatkan kekesalannya dihadapan Rudi, Iya seakan risih dengan kedatangan suaminya yang secara tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Tunggu, bukannya papa tadi siang ngomong mau pergi ke luar kota ya, tapi kenapa Papa ada di sini."


Tampak Rudi terlihat gugup dengan pertanyaan istrinya, " Papa sebenarnya pergi ke sini hanya."


Belum perkataan Rudi terlontar semuanya, sosok seorang gadis SMA datang menghampiri Rudi." Om aku sudah beres belanja. "


Sontak Sarah yang melihat gadis SMA itu, membulatkan kedua mata dan menunjuk nunjuk sang gadis.


"Siapa dia, pah?"


Pertanyaan Sarah membuat Rudi, berusaha menenangkan sang istri, " mama tenang dulu ya, papah akan jelaskan."


"Jelaskan apa, papah ini selingkuh ya."


Dada Sarah naik turun, ia seperti hilang kendali, perasaanya tak menentu.


Gadis itu kini meraih tangan Rudi, terlihat begitu genit dan berkata, " om ayo pulang, Putri sudah puas belanjanya, katanya om mau ajak Putri ke hotel bintang kegelapan. "


Sarah yang mendengar kemanjaan gadis itu, merasa jijik dan kesal, ia berusaha menarik tangan sang gadis, dengan berkata. " Menyingkir kamu gadis murahan, bisa bisanya kamu merayu suami orang, heh nggak laku apa sampai merebut suami orang, sadar woy. "


Rudi berusaha menenangkan sang istri berulang kali, dimana Sarah terus menjambak rambut gadis itu. " Ahkk, om tolong, rambut Putri sakit. "


"Sarah hentikan, jangan seperti ini, malu sama orang yang ngeliat kita. Ayolah sadar. "


Sarah yang mendengar perkataan suaminya kini mendengus kesal dengan berkata, " jadi kamu lebih membela wanita sialan ini dari pada aku istrimu sendiri. "


"Sarah, bukan begitu. Malu dilihat orang. "


Gadis itu terus merengek kesakitan meminta tolong kepada Rudi, agar Rudi menghentikan cambakan tangan Sarah yang menjambak rambut Putri.


Namun tenaga Sarah begitu besar sampai Putri kewalahan, Rudi tak tak tahu harus dengan cara apalagi untuk bisa menghentikan Sarah yang terus menjambak rambut Putri.


" Rudi, aku nggak nyangka ya kamu ini ternyata selingkuh dengan seorang gadis, bisa-bisanya aku melihat perselingkuhanmu sekarang di mall ini," Sarah terus mengoceh sembari menjambak-jambak dan menyiksa gadis itu.


" Tolong Sarah hentikan Please jangan memalukan seperti ini," ucap Rudi terus menasehati istrinya untuk menghentikan aksi yang memalukan di hadapan orang banyak.

__ADS_1


Tiba tiba sosok Perwira datang, dihadapan Sarah yang masih menjambak rambut gadis itu, " ada apa ini?"


Mendengar pertanyaan Perwira, membuat Sarah seketika menghentikan aksinya, Gadis itu terjatuh ke atas lantai dengan meringis kesakitan, minta tolong kepada Rudi, " tolong aku om. "


__ADS_2