Wanita Barbar Milik Ceo

Wanita Barbar Milik Ceo
Bab 80


__ADS_3

Lambai-an tangan Natasha membuat Nadia menghentagkan kakinya, sampai ia tak sadar.


Berewek ....


Jika celana ketat yang ia pakai sobek, membuat Nadia berusaha berhati hati, " ahk sial kenapa harus disituasi seperti ini sih, bisa bisanya celana yang baru aku beli di online sampai sobek begini. "


Nadia memandangi orang orang lewat, ia berusaha menutup celana robeknya dengan melangkah mundur untuk mendekati mobil orang lain.


Dan, suara mobil berbunyi nyaring, padahal Nadia tak memegang mobil itu sama sekali, " kenapa mobilnya menyala. "


Orang yang mempunyai mobil itu berlari kencang, melihat mobilnya yang mengeluarkan suara.


"Ada apa ini?"


Mengecek mobil, sampai orang itu menatap ke arah Nadia, menunjuk wanita berhijab itu. "eh, kamu mau mencuri ya."


Nadia tetap pada posisi membelakangi mobil, ia melambai lambaikan kedua tangannya, " tidak saya. "


Sang pemilik mobil, menarik paksa Nadia, agar menyingkir dari hadapannya, " menyingkir kamu."


Mendorong tubuh Nadia, membuat ia terburu buru menutup sobekan dibelakang celananya.


Orang orang yang berada disana melirik ke arah Nadia, mereka tertawa terbahak bahak melihat sobekan pada belakang celana Nadia,


"Ya elah, kaya nggak punya celana lagi aja. Celana sobek di pakai, " ucap orang orang yang melihat Nadia.


"Iya padahal cantik, pake jilbab tapi celananya sobek memalukan sekali. " Nadia terlihat tak tahan dengan perkataan orang-orang yang  berkumpul melihat dirinya. 

__ADS_1


Mengejek dan juga menghina Nadia, ia menangis dan berlari menuju ke toilet umum yang berada di villa. 


Membuka kamar mandi itu.  Tak ada satupun pintu yang bisa dibuka oleh Nadia,  mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi agar ia bisa masuk. 


Namun sayangnya ya malah berdiri di depan pintu kamar mandi, membuat orang-orang saling meliriknya satu sama lain. 


Nadia sudah merasakan jika orang-orang itu Tengah mengatakan kejelekan, namun ia berusaha menguatkan diri, sampai pada akhirnya seorang pelayan di villa itu memberikan sebuah kain untuk menutupi sobekan yang berada di belakang celana Nadia. 


Pelayan itu langsung bergegas berlari, membuat Nadia merasa terselamatkan, dengan secepat mungkin dia menutup sobekan pada belakang celananya. 


Natasha yang ternyata masih berada di parkiran mobil, tertawa terbahak-bahak melihat Nadia menangis. 


Ternyata dalang dari semua kejadian yang menimpa Nadia, ulah Natasha sendiri. 


" Mampus lu rasain. Emangnya enak gue kerjain."


Edwin yang menyadari semua kejahilan adalah ulah istrinya, ya kini memanggil sang istri dengan berdiri dan melipatkan kedua tangan. 


Natasha terkejut mendengar suara suaminya yang sudah berdiri di belakang punggungnya. 


Lelaki berbadan kekar itu melipatkan kedua tangan, menatap tajam ke arah sang istri. 


"Edwin."


Natasha mulai berdiri dengan menundukkan pandangan, ia menggaruk belakang kepalanya. 


"Kenapa kamu lakukan itu. "

__ADS_1


"Ee."


Terlihat sekali Natasha seperti ragu mengatakan kejujuran. Kenapa ia sampai tega menjahili Nadia yang tak punya salah apapun kepada dirinya. 


"Mm, kenapa kamu diam saja. "


Edwin semakin mendekatkan wajahnya ke arah Natasha, terlihat jika wanita itu berusaha diam, " Natasha, " panggilan Edwin tak di jawab sama sekali oleh Natasha, sampai jari kekarnya itu menyentuh dagu sang istri. 


Mengangkat  perlahan dan berkata, " kamu cemburu?"


 Membulatkan kedua mata Natasha seperti tak terima dengan perkataan suaminya. " Idih pede banget kamu. "


Menyingkirkan kepala Edwin yang terlalu mendekat ke arahnya, membuat Natasha mengerutkan dahi. 


Edwin kini berpura pura batuk." Sudahlah, kalau cemburu ya cemburu, jujur saja lah. "


"Nggak ada kata cemburu ya, dengar ini, dalam hatiku tak ada kata cemburu. "


"Masa sih. "


"Iya."


Natasha memperlihatkan wajah kesalnya, pergi begitu saja dari hadapan Edwin. 


"Hey, Natasha, awas dibelakangmu, " teriakan Edwin membuat Natasha membalikkan badan.


"Tapi boong. "

__ADS_1


Kesal dipermainkan suaminya, Natasha kini berlari.


"Edwin tunggu kamu ya, aku jitak kepalamu itu. "


__ADS_2