Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
100


__ADS_3

Papi Adam begitu sangat gembira mendengar kabar jika calon cucu yang berada di kandungan Jasmin sangat sehat. Papi Adam sudah tidak sabar menunggu lahirnya sang cucu kemuka bumi. Papi Adam sudah tidak sabar mengenalkan cucunya kepada seluruh warga MT😂.


"Sayang, apa kau sudah memberitahukan kabar baik ini pada Dave?" Tanya Papi


Jasmin terdiam, membuat Mom Yoona paham, lalu berhadem. "Hhmmm, sayang, jam berapa Ryan akan di jemput?" Tanyanya.


"Sejam lagi Mom. Tapi bukan aku yang jemput. Mungkin Dave yang akan menjemputnya."


"Oh baiklah kalau begitu."


"Sayang! Bagaimana pun bayi yang ada di dalam kandungan mu itu adalah bayi Dave juga, dan dia berhak tahu tentang kondisi bayi yang ada di dalam kandunganmu. Papi yakin Dave pasti sangat bahagia mendengar kabar ini." Jelas sang Papi kepada Jasmin.


"Iya pi." Jawab singkat Jasmin.


Hingga tak terasa waktu pun berlalu. Kini sudah sore hari Jasmin sampai sekarang belum mendapat kabar dari Dave jika sudah menjemput Ryan. Tapi Jasmin tak berpikir aneh-aneh. Karna Jasmin yakin Dave pasti tidak akan pernah telat dalam hal apa pun tentang Ryan.


Hingaa beberapa saat kemudian. Dave datang dan berjalan masuk kedalam rumah Jasmin. Di rumah ini Dave sudah di anggap sebagai anggota keluarga, jadi dia bisa masuk tanpa ada larangan dari penjaga yang berada di rumah.

__ADS_1


"Bi di mana Papi?" Tanya nya pada Bibi saat tanpa sengaja berpapasan.


"Tuan ada di ruangan kerjanya."


"Baiklah Bi." Ucap Dave "oh yah Bi, kalau Jasmin dimana?" Tanya Dave lagi.


"Nona Jasmin berada di kamar den Derald."


"Bibi jangan bilang, kalau aku datang yah." Pinta Dave dan Bibi menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti dan setuju.


"Ada apa Nak? Apa kau sudah bertemu dengan Jasmin?" Tanya Papi saat Dave melangkah mendekat kearahnya.


"Belum Pi." Jawab Dave. "Ada yang ingin ku katakan kepada Papi." Ucap Dave setelah menarik nafas


"Apa itu?" Tanya Papi Adam. "Ouh iya Nak, apa kau sudah mendengar kabar jika bayi yang berada di kandung Jasmin sangat sehat."


"Alhamdulillah." Jawab Dave senang, namun ada raut wajah kesedihan juga terlihat disana.

__ADS_1


Papi yang memperhatikan itu langsung bertanya pada Dave. "Ada apa? Apa yang sedang terjadi?" Tanya Papi.


Dave menyerahkan ponsel yang ia pegang sedari tadi kepada Papi Adam. Lalu Papi Adam membaca pesan yang berada di ponsel Dave. Papi Adam kaget, saat setelah membaca isi pesan tersebut.


"Jangan katakan pada Jasmin." Mohon Dave. "Aku tidak ingin kondisi Jasmin drop karnq kabar ini. Aku tidak ingin bayi yang ada dikandungan Jasmin, kenapa-kenapa dengan mendengar kabar ini."


"Tapi! Kenapa ada wanita, maksudku seorang ibu yang nekat berbuat ini kepada anaknya sendiri. Apa dia tidak memiliki hati?"


"Hatinya sudah dibutakan oleh harta dan kedudukan."


"Baiklah, aku tidak akan menceritakan semua ini pada Jasmin. Asal kau yakin bisa menemukan Ryan secepatnya. Karna bagaimana pun pasti Jasmin akan mencari di mana Ryan jika tidak bertemu."


"Aku janji Papi, akan menemukan Ryan secepatnya."


"Dear sayangku. Aku sedang bersama Ryan anak mu, upps anakku. Aku ingin bermain sepuasnya dengan anakku. Ouh iya, aku akan sabar mengurus Ryan dengan caraku sendiri sampai kau mau mengalah dan menikah denganku. Tapi aku lupa sayang, kalau aku bukanlah orang yang sabaran. Jadi! Aku akan bermain sambil menyiksa anakmu secara batin, mau pun fisik." Isi pesan Margaret kepada Dave, dan di sertai video dimana mulut Ryan sedang di tutup dengan lakban.


Dan begitu pintarnya Margaret, setelah ia mengirim pesan, no yang dia pake beserta hpnya ia buang agar Dave sulit untuk menemukan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2