
"Aku akan dengan sabar menunggumu sama seperti kau dengan sabar mengurus Ryan." Kata Dave, lalu mengecup lembut kening Jasmin. "Kalau begitu tidurlah, besok kita akan ke dokter memeriksa kandunganmu"
Jasmin mengangguk lalu menutup matanya. Jasmin sangat bahagia, karena Dave mau mengerti akan dirinya dan mau menunggu dirinya hingga ia siap melakukan hal itu.
Dave terus menjaga Jasmin hingga Jasmim tidur terlelap. "Aku beruntung bisa bersama dengan mu saat ini. Perihal siap atau tidak nya dirimu. Itu tidak jadi masalah bagiku. Karena bagiku, memilikimu adalah hal yang sangat sungguh luar biasa indahnya." Gumam Dave.
"Mencintaimu adalah hal yang sangat luar biasa, dan di cintai olehmu adalah anugrah yang terindah."
........
"Dave bisa kah hari ini kita tidak ke dokter?" tanya Jasmin.
"Kenapa?" tanya balik Dave sambil menatap wajah Jasmin.
__ADS_1
"Aku malas keluar rumah. Aku ingin bermalas-malasan dulu."
"Baiklah sayang jika itu maumu. Kalau begitu berbaringlah kembali, aku akan turun ke bawa mengambilkam sarapan untukmu."
"Makasih Dave."
"Aku berharap panggilan Dave kelak akan berubah menjadi sayang, atau Dad." Batin Dave.
_______
Margaret berlari menuju pintu keluar, dilihatnya pohon yang menjulang tinggi di sekitar rumah tersebut, bukan hanya satu pohon melainkan banyak sekali.
"Dimana aku???" Teriak Margaret kembali, membuat dua orang penjaga yang berada di situ langsung datang mendekat
__ADS_1
"Kau tidak usah tahu di mana ini. Yang jelas kau tidak bisa kemana-mana lagi. Dan tidak akan bisa menyakiti Tuan dan Nyonya kami." Ucap salah satu dari kedua pria tersebut.
"Apa maksud kalian? Tuan? Nyonya? siapa mereka?" Tanya Margeret sambil menatap kedua pria tersebut saling bergantian. "Tunggu, apa yang kalian maksud Dave dan Jasmin? jika memang iya, apa mereka sudah menikah?"
Melihat kedua pria itu terdiam. Margaret sudah tahu dengan pasti jika pasti Jasmin sudah menjadi kekasih Dave. "Tidak mungkin! Dave milikku dan hanya aku seorang yang bisa memilikinya" Teriak Margaret sambil mengepalkan kedua tangannya.
Dave terdiam dengan nafas yang saling memburu menahan amarah yang mulai memuncak di dalam dirinya. Margaret belum menerima kenyataan jika Jasmin menjadi istri Dave. Margaret melihat daerah sekitar. "Aku harus bisa kabur dari tempat ini" Kata Margaret dalam hati.
"Jangan pernah berfikir untuk kabur. Karena selangkah saja kau keluar dari rumah ini, maka jamgan salahkan kami jika harus melukaimu dengan sangat kasar." Ucap pria tersebut.
Margaret tersenyum sinis menanggapi ucapan pria tersebut, lalu Margaret berjalan masuk kembali kedalam rumah. Pikiran Margaret saat ini dipenuhi dengan bagaimana cara ia bisa kabur dari tempat ini. Dan urusan bagaimana cara agar Dave biamsa berpisah dan membenci Jasmin kembali, akan Margaret pikiran setelah ia bisa kabur dari tempat yang sungguh membuat Margaret muak.
"Jasmin, lihat saja nanti. Aku akan merebut Dave kembali. Dan akan aku buat Dave membencimu hingga mendengar namamupun Dave tidak sudi." Ucap Margaret dengan mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Dan untukmu Dave ku sayang. Aku akan membuatmu bertekuk lutuh di hadapanku dan memohong cinta padaku. Kau hanya milikku, dan tidak ada satupun orang yang bisa memilikimu kecuali diriku seorang"
Margaret mencari ponselnya di laci nakas dan di seluruh kamar. Namun tak menemukan nya sama sekali.