Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 23 nama baru untuk anak rehan


__ADS_3

Rehan berlari menghampiri dokter supaya memindahkan anaknya dari ruang perawatan anak menuju ruang rawat Rosa,supaya Rehan bisa menjaga istrinya dan juga anaknya itu.


setelah putranya dipindahkan ke ruang rawat Rosa, Rehan menjaganya dengan sendiri karena Bu Vivi dan keluarganya sudah pergi sejak tiga jam lalu karena merasa lelah dan tidak tidur saat mengurus Rosa.


setelah putra kecilnya dipindahkan ke samping Rosa, Rehan langsung tersenyum dengan wajah lesu sambil menatap kedua orang yang sangat dia cintai


Rehan sangat kelelahan karena tidak tidur saat mengurusnya walaupun begitu rehan sama sekali tidak memejamkan matanya sambil berfikir tentang apa yang membuat Rosa harus seperti itu.


Rehan tidak tidur sama sekali tiba tiba dia dikejutkan dengan tangan Rosa saat bergerak Rehan langsung menyentuh tangan Rosa dengan wajah bersemangat.


"Rosa kamu sudah bangun sayang? "tanya Rehan dengan semangat


dan Rosa yang mendengar suara Rehan saat menyebut nyebut namanya langsung membuka mata sambil menatap wajah tampan suaminya tersenyum menatapnya tanpa berucap kata.


Rosa sangat emosi setelah mengingat Perkataan Jesika membuat Rosa menatap Rehan dengan mata berkaca kaca dan tidak bisa berbicara


Rehan yang mengira kalau Rosa sedang merasa kesakitan karena menatap Rosa dengan mata berkaca membuatnya panik dan kwatir terhadap Rosa. kemudian Rehan langsung menelpon pihak rumah sakit dengan telepon yang disitu


dan tidak berapa lama lagi dua orang suster dan satu orang dokter datang menghampirinya


sedangkan Rehan hanya duduk di samping ranjang putranya sambil menatap Rosa.


dan Rosa yang sedang diperiksa itu tidak menatap atau melirik Rehan sekali pun


dia masih teringat dengan perkataan Jesika membuat hatinya semakin terluka.


setelah selesai memeriksa keadaan Rosa dokter itu langsung membuka selang oksigen dari wajah Rosa.kemudian Dokter itu menatap Rehan sambil tersenyum.


"keadaan bu Rosa sudah membaik dan hanya saja di masih lemah dan tidak boleh banyak bergerak karena bekas luka operasinya sampai bu Rosa sudah kentut "ucap Dokter itu


Rehan yang mendengar keadaan istrinya sudah membaik langsung menyalami sambil memeluk Dokter itu dan mengucapkan terimakasih kepada dokter yang sudah menanganinya dengan suara yang bergetar dan terharu.

__ADS_1


sedangkan Rosa masih menatap putra kecilnya saat tidur dengan terlelap Rosa menatapnya dengan meneteskan air mata bahagia dan terharu membasahi wajah cantiknya.


Rehan langsung tersenyum sambil menatap Rosa sedang tersenyum menatap putranya, Rehan langsung menghampirinya dan mendekat kesamping Rosa.Rehan ingin mengusap air mata Rosa namun Rosa membuang muka dari Rehan.


Rehan masih bingung saat menatap Rosa masih cuek kepadanya namun Rehan tetap menghibur dan merayu Rosa. dia tidak ingin Rosa banyak beban karena masih baru dioperasi.


"Rosa, kamu itu kenapa sayang? "tanya Rehan dengan lembut dan penuh perhatian


"aku ingin mas pergi dari sini "ucap Rosa sambil menangis


"Rosa, kamu masih baru operasi, Mas sangat takut nanti kamu kenapa kenapa "ucap Rehan dengan marah


"mas, aku gak ingin ditemani "ucap Rosa membuat Rehan sangat kecewa


"Rosa, seandainya kamu tau sejak kamu tidak sadar Mas sama sekali gak ada tidur, duniaku terasa kiamat saat membayangkan wanita yang aku cintai meninggal ! tapi jika itu memang keinginanmu Mas akan pergi biar mama yang akan menjaga kamu disini " kata Rehan mengancamnya.


Rosa masih membuang muka dari Rehan karena perkataan Jesika yang masih menyiksa pikirannya. saat Rosa menatap Rehan benar benar berjalan menuju keluar kemudian Rosa berteriak memanggil Rehan.


"mas, kamu jangan tinggalin aku "kata Rosa membuat Rehan menghela nafas dengan panjang kemudian Rehan menatap Rosa dan menghampirinya


"mas, maafin aku "ucap Rosa dengan mata berkaca kaca. kemudian Rehan menghampirinya dan menatapnya dengan kedua tangan di atas dada.


"Rosa, maafin mas kamu ini gak bisa mendampingi kamu saat melahirkan "ucap Rehan sambil mencium bibir Rosa.


Rosa langsung meraih pundak Rehan sambil mengusap-usapnya.


"Mas, aku mau bertanya "kata Rosa dengan lemas sambil meneteskan air mata saat rehan duduk di samping Rosa


"kamu mau nanya apa sayang? "tanya Rehan sambil mengusap air mata Rosa


"kenapa Mas mau menikah dengan saya? " tanya Rosa membuat Rehan langsung tersenyum

__ADS_1


"Rosa, aku menikah dengan kamu bukan karena kamu sekedar saya bayar tapi aku menikah dengan kamu karena aku sangat mencintaimu Rosa, hatiku selalu aku jaga untuk kamu Rosa "kata rehan sambil mencium tangan Rosa


"bagaimana bisa kamu mencintaiku sedangkan kamu sudah beristri dua "tanya Rosa sambil menangis


"Rosa, harus berapa kali Mas tegaskan aku itu gak cinta sama jesika, aku itu menikah sama Jesika karena dia itu wanita pilihan papa aku " ucap Rehan menatapnya


"Rosa, kamu gak usah pikirin Jesika sekarang Mas mau tanya kenapa kamu bisa sampai pendarahan? "tanya Rehan menatapnya


"Mas, aku belum bisa banyak bicara takutnya aku nanti jadi kenapa kenapa "ucap Rosa karena merasa sakit dengan bekas operasinya


"ya udah, kamu harus janji sama mas


lain kali kamu harus cerita sama mas "ucap Rehan sambil mencium kening Rosa


pukul 10:00 pagi tepat Bu Vivi dan Migel sudah hadir di rumah sakit untuk menjemput Rosa


Bu Vivi menatap seorang suster sedang menyuapi Rosa makan dan suster yang satu lagi sedang mengganti pakaian bayinya.


kemudian Bu Vivi langsung mencium kening rosa sambil meneteskan air mata bahagia sedangkan Bu Leni sengaja ditinggalkan Migel di apartemen Rehan bersama pembantu Rosa.


Migel langsung menghampirinya dan memeluk Rosa sambil menangis bahagia, Rehan tersenyum saat menatap Rosa dan Migel berpelukan saat Rosa masih duduk di atas ranjang.


"mbak, aku sangat senang melihat kamu sudah membaik dan kabar gembira lagi mama sudah membaik sejak kamu tidak sadarkan diri "ucap Migel membuat Rosa tersenyum bahagia setelah mendengar perkataan Rehan.kemudian Bu Vivi menghampiri cucunya dan menggendongnya.


"Rehan, apa kamu sudah memberikan nama untuk anak kamu ini? "tanya Bu Vivi


"sudah mah, saya sudah persiapkan nama untuk anak saya sebelum dia lahir ke dunia ini " ucap Rehan sambil menatap Rosa yang sedang tersenyum menatapnya


"siapa namanya? "tanya Bu Vivi sambil tersenyum menatap Rehan


"namanya adalah Refaldi "Ucap Rehan dengan tersenyum menatap putranya.

__ADS_1


setelah mereka kembali ke rumah Rehan langsung membaringkan Rosa dan putranya di atas ranjang kemudian Rehan mencium kening Rosa dan juga putranya, Rehan langsung pergi menuju kantor.


sedangkan Bu Vivi sudah pergi kembali ke rumahnya, sampainya di rumah Bu Vivi langsung masuk kedalam kamar dengan senyum senyum sendiri.


__ADS_2