Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
54


__ADS_3

Kini Jasmin berbaring di tempat tidur Ryan, sambil memeluk tubuh Ryan. Membelai pucuk kepala sang anak dengan penuh sayang. "Sayang," panggil Jasmin.


"Iya bu"


"Kau bahagia disini kan?"


"Tentu bu, aku sangat bahagia" jawab Ryan, lalu mengeratkan pelukan nya.


"Jika ibu pergi, jangan nakal yah. Tolong cobalah terima ibu Margaret dengan baik"


"Bu .." Ryan mengangkat kepalanya menatap wajah sang ibu, "kau ingin meninggalkan ku?" Tanya Ryan.


Jasmin tersenyum lalu mencium pucuk kepala Ryan. "Kau tahu kan sayang, aku tidak bisa tinggal di sini."


"Tapi kenapa bu? Bukan kah ibu adalah ibuku?"


"Sayang.. aku adalah ibumu dan sampai kapan mu tetap akan menjadi ibumu, tapi Margaret, dia juga ibumu."


"Tapi bu .."


"Tidurlah sayang. Tidak usah di teruskan lagi. Ibu harap kau bisa mengerti maksud ibu."

__ADS_1


Air mata Jasmin menetes jatuh secara perlahan saat Ryan telah tertidur pulas di dalam pelukan nya. Ia sungguh tak rela untuk meninggalkan Ryan. Tapi jika Jasmin terus berada disini, yang ada ia akan mati secara perlahan dengan kata-kata Dave yang bagaikan silet tajam yang selalu menyayat hatinya. Jasmin sudah mengambil keputusan. Merelakan Ryan di asuh oleh orang tua kandungnya. Dan ia juga sudah bertekad untuk mengembalikan uang yang dulu ia dapat dari Dave sih pria yang paling Jasmin benci.


....


Di dalam kamar, entah kenapa Dave terus saja membayangkan wajah Jasmin, mata Jasmin yang berkaca-kaca saat kata-kata kasar keluar dari mulutnya. Entah kenapa Dave merasakan kesedihan, merasa terlalu tega telah berkata seperti itu tadi pada Jasmin. Namun lagi-lagi ego menepis semua perasaan itu. "Aku tahu, itu hanya alibinya saja. Agar aku kasihan padanya." Gumam nya menyakini dirinya sendiri, agar tidak kasihan melihat Jasmin dan tidak membuka hatinya untuk Jasmin.


"Ingat Dave, semua wanita sama saja. Sama-sama matre." Dave kembali bergumam.


Trauma, tentu saja Dave rasakan kala dulu ia jatuh cinta sangat dalam nya pada Margaret, namun apa yang Dave dapatkan? Hanya penghianatan saja. Maka semenjak kejadian saat itu menutup rapa-rapat hatinya. Menguburnya ke tempat yang paling dalam, agar ia tidak jatuh cinta lagi, dan merasakan kekecewaan lagi, seperti saat dirinya bersama Margaret dahulu.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Saat semua sudah siap, Jasmin memanggil Ryan untuk menyantap sarapan pagi.


"Bu, tunggu" ucap Ryan, saat sudah berada di meja makan. "Dady mana?" Tanya Ryan saat menyadari jika Dave tak ada di meja makan.


"Makanlah, nanti kau telat ke sekolah" pinta Jasmin dan Ryan pun menurut.


Sedangkan Margaret yang bagun sepagi mungkin, kini berusaha merebut hati Dave. Karna semalam ia sempat melihat Dave memaki Jasmin membuat Margaret bersorak gembira. Margaret membuat jus seperti yang Jasmin lakukan setiap harinya.


"Minumlah!" Ucap Maragret sambil memberika segelas jus ke hadapan Dave. Dan saat Dave meminum jus itu, Dave langsung berlari masuk kedalam kamar mandi dan memuntahkan jus tersebut.

__ADS_1


Margaret yang kaget, langsung mengikuti Dave. Dan membantu Dave dengan memijat pundak belakang Dave. Dan tangan satunya menutup hidung dan mulutnya agar tidak mencium aroma muntah Dave.


"Kau baik-baik saja kan?" Tanya Margaret dengan suara yang tidak jelas karna menutup mulutnya dengan tangan.


"Keluar dari kamar ku sekarang juga." Titah Dave dengan suara beratnya.


"Tapi .."


"Keluar!!"


"Baiklah." Margaret keluar dari kamar, sambil mengomel sendiri. "Tidak tahu untung, udah ditolongin juga. Dasar aneh!"


Jasmin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Margaret yang terus saja mengomel. "Untung saja Ryan tidak mengikuti sifat wanita itu." Gumam Jasmin.



h


jangan lupa mampir di novel baru autor yahπŸ€—πŸ€—.


berdoalah kalian semua autor khilaf lagiπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


__ADS_2