
"Jangan Margaret!!" Teriak Dave, "jangan siksa Ryan, hanya karna ke egoisanmu."
Margaret memberi kode pada anak buahnya agar memberikan berkas yang sejak lama ia siapkan. Lalu anak buah Margaret memberikan berkas itu ke Dave.
"Bacalah, dan tanda tangani segerah." pinta Margaret.
Dave membaca isi dalam map tersebut. Sungguh gila sih Margaret yang meminta 70% saham di perusahaan Dave. Dave tidak habis pikir kenapa bisa dirinya dulu jatuh cinta pada wanita ular seperti Margaret.
"Jika kau mengerti maka tanda tanganlah." ucap Margaret.
"Apa maksud Margaret"
"Aku rasa 70% adalah harga yang pantas untuk anakmu Ryan. Jadi jika ingin Ryan selamat maka tanda tanganlah"
"Kau lupa jika Ryan juga anakmu?" Dave bertanya mengulur waktu. "Kenapa kau tega dengan darah daging mu sendiri? Apa kau tidak punya hati?"
"Hati? hahahahahhaha" Margaret tertawa mendengar ucapan Dave. "Hatiku sejak lama telah mati, saat kau meninggalkan ku Dave!"
"Itu bukan salah ku, tapi salah mu. Kau lah yang mengkhianatiku, mengkhianati cinta kita dulu. Jadi kau lah yang salah. Kau lah yang membuat hatimu mati dengan sendirinya." Ucap Dave dan dengan secara perlahan maju melangkah menuju Margaret.
__ADS_1
"Stop Dave!!" Teriak Margaret. "Jangan mendekat, jika tidak ingin terjadi sesuatu pada Ryan." Ancamnya.
Dave menghentikan langkahnya. "Baiklah, aku akan tanda tangan di berkas ini, tapi perlihatkan dulu padaku dimana Ryan."
"Tidak bisa! kau pikir aku bodoh? tanda tangan dulu baru Ryan akan ku perlihatkan dan kuberikan padamu."
"Kurang ajar!"Umpat Dave dalam hati. Ia tidak menyangka jika Margaret bisa selicik dan secerdas ini.
"Aku tidak percaya jika Ryan ada bersama mu."
Margaret tersenyum lalu meraih ponselnya dan menghubungi anak buahnya yang menjaga Ryan.
"Daddy. Dad.. Tolong." Teriak Ryan saat sambungan terhubung. Dan dengan cepat Margaret kembali memutuskan sambungannya.
Dan tanpa Margaret tahu, seluruh anak buah yang menjaga di luar telah kalah oleh anak buah Dave, Rifqi yang berada di luar memberi kode pada Dave dengan satu kali mengetuk pintu. Dave yang sudah mendapat kode, langsunh dengan sangat lincah mendekat kearah Margaret dan memelintir tangan Margaret ke belakang.
"Katakan dimana Ryan?" tanya Dave. "Jangan mendekat, jika kau melangkah sekalipun maka bersiaplah menemui ajalmu." Ancam Dave pada anak buah Margaret yang masih berada di dalam ruangan itu.
Seketika Rifqi masuk dan memberi pelajaran pada anak buah Dave. Kini tinggal Margaret seorang diri.
__ADS_1
"Katakan dimana anakku.?"
"Hahahahaahah, Bahkan jika sampai aku mati, aku tidak akan memberi tahukan mu."
"Wanita ku-rang ajar." Sentak Dave pada Margaret lalu menampar dua kali pipi Margaret.
"Katakan!!" teriak Dave lagi, namun Margaret diam hanya tersenyuk sini memandang Dave.
...🍃🍃🍃🍃🍃...
"Ryan anakku." Teriak Jasmin saat bertemu dengan Ryan di gedung kosong yang berjarak dengan gedung yang Dave tempati tadi.
"Ibu..." Teriak Ryan melihat Jasmin.
"Kau datang rupanya. Berani sekali kau datang seorang diri." Ucap anak buah Margaret.
"Jangan sakiti anakku. Tolong lepaskan!!"
"Hahahahahaha," tawa menggema di deluruh ruangan, anak buah Margaret justru menamlar Ryan di hadapan Jasmin, sehingga membuat Jasmin sangat marah dan maju memberikan satu pukulan namun berhasil di cegah oleh anak buah Margaret.
__ADS_1
"Kau hanya wanita lemah. Jangan berani macam-macam padaku" Sentak anak buah Margaret, membuat Jasmin terjatuh.
"Auhhhh." Ringis Jasmin sambil memegang perutnya yang terasa nyeri.