Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 24 saat ulang tahun andre


__ADS_3

hati Jesika bagaikan tersambar petir saat mendengar kabar baik tentang Rosa dari Bu Vivi, Jesika yang begitu jahat kepada Rosa langsung mengepal jari jarinya sambil berkata kata di dalam hati.


* wanita itu memang pembawa sial bagiku * kata Jesika di dalam hati


Pak Hardi yang menatap Bu Vivi dengan emosi saat dia hendak menuju kamar dengan senyum- senyum sendiri pak Hardi segera menghentikan langkahnya dengan menyebut nya.


"Vivi,kamu habis darimana seharian gak pulang ke rumah? "tanya Pak Hardi dengan tatapan tajam


"Pah, mama habis dari rumah sakit karena Rosa sudah melahirkan "kata Bu Vivi dengan panjang lebar. saat mendengar perkataan Bu Vivi hati Pak Hardi bagaikan tersambar petir saat menatapnya.


"Papa tidak pernah suka saat mama berhubungan dengan Rosa "ucapnya dengan marah


"tapi pah, Rosa itu kan menantu kita juga "ucap Bu Vivi


"saya tidak pernah menganggap Rosa jadi menantu saya! "jawabnya membuat Bu Vivi marah


"terserah papa aja! "ucap Bu Vivi langsung masuk kedalam kamar membuat Pak Hardi semakin marah


"siapa yang berani menantang perkataan saya di rumah ini, saya tidak akan segan segan mengusirnya "ucap Pak Hardi dengan keras sedangkan Bu Vivi hanya diam dan menurut kepada suaminya yang kejam itu.


beberapa bulan yang lewat saat usia Andre anaknya Jesika sudah genap satu tahun mereka merayakannya di gedung rumah Pak Hardi yang sangat mewah itu


kaki Rosa sangat berat untuk melangkah menuju gedung rumah mertuanya itu


tetapi karena permintaan Bu Vivi supaya datang dihari ulang tahun Andre, Rosa harus menurut demi ibu mertuanya itu.


sesampainya di rumah itu, Rehan langsung menggendong Rey menuju rumah dan tangan Rosa masih menempel di lengan Rehan sambil berjalan menuju rumah Pak Hardi.


dengan merasa gembira Bu Vivi langsung menyambut cucu kesayangannya itu


yang sedang digendong Rehan sambil berjala ke dalam rumah.sejak dia diancam suaminyab Bu Vivi tidak pernah lagi berjumpa saling menatap dengan cucunya itu .


"halo, cucu nenek sudah datang "ucap Bu Vivi meraihnya dari tangan Rehan sedangkan Rosa hanya tersenyum sambil menggandeng tangan Rehan

__ADS_1


Rehan sengaja mencium pucuk kepala Rosa saat Jesika menatapnya dengan cemburu sebelum acara perayaan ulang tahun Andre dimulai,Pak Hardi langsung menghampirinya dan menarik tangan Rehan kesamping Jesika.


Rosa menatapnya dengan rasa tidak senang saat pak Hardi menarik tangan Rehan yang sedang menempel di lengan Rosa


"apa lagi sih Pa? "kata Rehan dengan marah sambil menghempaskan tangan papanya itu


"Rehan, seharusnya kamu berdiri mendampingi Jesika "kata Pak Hardi


Rehan hanya diam dan menuruti keinginan Pak Hardi di depan para tamu undangan


saat acara dimulai pikiran Rehan selalu tertuju kepada Rosa yang sedang berdiri menggendong putranya dengan santai.


hati Rosa sangat teriris saat menatap Rehan berkumpul dengan keluarganya saat acara perayaan ulang tahun Andre anaknya Jesika itu mata para tamu undangan tertuju kepada Rey yang sedang menangis dan ingin selalu di Timang Rehan.


karena Rosa tidak sanggup mendengar suara tangisan anaknya yang sedang menangis Rosa langsung pergi menuju keluar untuk menenangkan anaknya menangis tak henti-hentinya.


kemudian Rehan keluar mengikutinya sampainya diluar Rehan langsung meraih Rey dari tangan Rosa dan menggendongnya di hadapan Pak Hardi dan para tamu yang sedang berdiri berbisik satu sama lain.


Pak Hardi yang tidak dapat berkata kata langsung pergi menuju lantai atas


pikiran Rosa yang selalu tertuju kepada Rehan saat naik ke lantai atas bersama anaknya Rosa sengaja berjalan dengan perlahan dan meninggalkan para tamu undangan yang sedang berdiri saat menatap acara hiburan.sesampainya dilantai atas Rosa menatap Pak Hardi saat menampar Rehan berulang ulang


"pak,,,, pak,,,,, suara tamparan tangan Pak Hardi di wajah Rehan


"Pah, apa yang salah dengan saya? "tanya Rehan dengan suara keras saat menatap Pak Hardi


"Rehan, kamu sudah bikin papa sangat malu " kata Pak Hardi sambil menatap kaca jendela


"pa,, apa aku salah menggendong anakku dihadapan orang? "tanya Rehan


"Rehan, saya hanya punya seorang cucu yaitu Andre, dan saya tidak pernah menganggap Rosa sebagai menantu saya "ucapan Pak Hardi membuat Rosa langsung meneteskan air mata dibelakang tubuh Rehan.


setelah beberapa menit Pak Hardi langsung pergi meninggalkan Rehan.kemudian Rehan berlari mengejar Pak Hardi saat berjalan menuju lantai bawah.

__ADS_1


"Pah, aku gak Terima dengan perkataan papa" ucap Rehan sambil menangis dan bersimpuh di atas lantai sambil menggendong anaknya


kemudian Rosa langsung menghampirinya dan mengambil anaknya dari tangan Rehan .


"Rosa, maafin perkataan papa aku ya " ucap Rehan sambil memeluk Rosa dengan berlinang air mata, Bu Vivi sangat terharu saat menatap Rehan yang begitu sangat mencintai Rosa.


sebelum mereka turun, Bu Vivi langsung pergi ke lantai bawah sambil menatap Pak Hardi yang sedang berjalan menghampiri keluarga Jesika yang sedang duduk sambil minum.


Pak Hardi yang begitu pintar menutupi masalahnya langsung tersenyum menghampiri keluarga Jesika itu, mereka asik ngobrol sambil tertawa terbahak bahak.


setelah beberapa jam saat para tamu undang sudah pulang , Rehan langsung turun ke lantai bawah bersama Rosa yang sedang menggendong anaknya itu.


Rehan langsung pergi dengan cuek dan tidak pamit kepada Pak Hardi yang sedang berdiri menatapnya saat keluar dari pintu rumahnya sampainya di apartemen Rehan langsung duduk di tepi ranjang sambil berkata kata.


" kenapa papa begitu kejam kepada saya?" Rehan kembali berdiri sambil mondar mandir di dalam kamar


"Mas, kamu gak usah pikirin perkataan papa " ucap Rosa sambil mengganti pakaiannya


tiba-tiba emosi Rehan langsung reda


matanya terbelalak saat menatap Rosa


sedang berganti pakaian, seketika Rehan kecilnya menegang sambil menatap gunung kembar Rosa yang sangat keras dan membesar karena Rey yang masih tidur belum minum asi sejak dari rumah Pak Hardi


Rehan langsung memeluknya dari belakang dan melakukan seperti apa yang dilakukan putra kecilnya di gunung kembar Rosa


setelah kira kira setengah jam Rehan mengeluarkan suara yang seperti kenyang dari mulutnya.


rwwwakkkk,,,, suara Rehan seperti kekenyangan kemudian Rehan langsung mencium bibir Rosa dengan rakusnya, Rosa langsung membalasnya dengan melingkarkan kedua tangannya di atas leher suaminya.


setelah Rehan puas menatap tubuh istrinya Rehan langsung naik keatas tubuh Rosa mereka bertempur selama dua jam


setelah siap bertempur mereka langsung mandi tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya, mereka sudah terbiasa mandi bersama tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.

__ADS_1


setelah siap mandi Rehan langsung berbaring di atas ranjang sedangkan Rosa masih duduk ditepi ranjang sambil menyusui anaknya yang sudah bangun.


__ADS_2