
Di pagi hari yang cerah saat Pak Rudi duduk bersama Bu Soraya di taman bunga yang di samping rumahnya itu. mereka di kejutkan dengan kedatangan Pak Hardi papa mertuanya Jesika.
dengan tatapan nya yang tajam membuat Pak Rudi langsung berdiri menatapnya dan berkata.
"ayo, silahkan duduk "kata Pak Rudi
"terimakasih! "kata Pak Hardi langsung duduk
"Ada urusan apa Pak Hardi datang kemari? "tanya Pak Rudi menatapnya
"saya hanya ingin bicara tentang Jesika "kata Pak Hardi sambil melirik Jesika yang sedang berjalan menuju taman
"ada apa dengan Jesika? "tanya Pak Rudi sambil melirik istrinya
"saya sangat kecewa dengan foto-foto ini "ucap Pak Hardi sambil menunjukkan poto Jesika bersama Dion saat di restoran
dengan sangat emosi Pak Rudi langsung menatap Jesika dengan tatapan tajam dan panas
sedangkan Jesika hanya diam dan menundukkan kepalanya saat berdiri di samping Bu Soraya.
"Jesika, siapa pria itu? "tanya Pak Rudi sangat marah. sedangkan Jesika hanya diam dan tidak menjawab perkataan Pak Rudi
"Jesika, apa kamu selingkuh dengan pria itu? "tanya Pak Rudi balik
Pak Rudi semakin emosi saat menatap putrinya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya.
"papa, maafkan Jesika udah salah "kata Jesika dengan tersipu malu
"papa sangat kecewa dengan kamu Jesika "kata Pak Rudi menatapnya
"dan saya mau bertanya andre itu sebenarnya anak siapa?"tanya pak Hardi menatapnya
"anaknya Rehan pah, "jawabnya dengan berbohong
"baik, minggu depan kita akan tes DNA"kata Pak Hardi langsung pergi
Pak Hardi yang masih merasa malu dengan perlakuan putrinya
langsung pergi meninggalkan istrinya dan Jesika di taman
sedangkan Bu Soraya hanya diam sambil mengusap-usap pundak Jesika yang sedang menangis di pelukan Bu Soraya.
"Jesika, mama sangat malu dengan perlakuan kamu "kata Bu Soraya
"mah, aku terpaksa harus seperti itu karena Rehan gak pernah mencintai aku"jawabnya sambil menangis
sebagai seorang wnmereka
langsung masuk kedalam Rumah
kemudian Bu Soraya menghampiri suaminya yang sedang berdiri menatap jendela kamarnya dan berkata.
__ADS_1
"pah, mama ingin bicara! "kata Bu soraya menatap Pak Hardi
"papa, tidak ingin bicara dengan siapa pun "kata Pak Rudi langsung pergi . sedangkan Jesika yang masih mengurung diri di dalam kamar hanya diam sambil memikirkan rencana jahatnya.
kemudian dia mengangkat ponselnya dan menelpon Dion pria selingkuhannya itu
(halo Dion)
(halo, ada apa sayang?)
(kamu lagi dimana? )
( ini lagi di rumah )
(Dion, papa sudah tau tentang hubungan kita)
(ya bagus dong,) kata Dion dengan merasa senang
(maksud kamu gimana sih?)
(ya saya senang banget, karena sebentar lagi kamu akan diceraikan Rehan. jadi kita akan terus bersama lagi)
(brengsek kamu Dion,)
Jesika langsung memutuskan sambungan teleponnya dan berlari menuju garasi
sampainya di garasi Jesika langsung pergi menuju rumah Dion dengan mengendarai mobilnya dengan laju, sampainya di rumah Dion Jesika langsung berteriak dengan keras.
"Dion, Dion, ayo keluar kamu! " kata Jesika sambil menatap pria itu keluar dari kamarnya
"aku ingin kamu pergi dari kota ini"kata Jesika sambil memberikan amplop berisi uang
"kamu tidak berhak mengatur saya! "kata Dion sambil mengangkat kepala Jesika
"dasar kamu Dion "kata Jesika sambil mengangkat tangan kanannya hendak ingin menampar wajah Dion.
vDion pria kekar itu langsung menghempaskan tangan Jesika hingga Jesika tidak bisa berkata kata
"Jesika, saya akan membongkar rahasia kita berdua di hadapan Rehan terutama di hadapan Pak Hardi "kata Dion sambil menatapnya
"Dion, apa kamu menginginkan sesuatu dari saya? sehingga kamu berani mengancam saya " kata Jesika dengan kedua tangan di atas dada.
"ya, saya ingin kamu supaya menikah dengan saya "kata Dion
"maaf, saya sudah bosan dengan kamu Dion"ucap Jesika langsung berjalan menuju pintu keluar
sebelum Jesika keluar dari pintu Dion langsung berlari dan menarik tangan Jesika dengan kuat sambil berkata
"tapi, aku sangat mencintaimu Jesika! "teriak Dion dengan keras
"Dion, kamu sudah salah. kamu mencintai orang yang tidak mencintai kamu "kata jesika
__ADS_1
"kamu juga sudah salah, kamu menikah dengan pria yang tidak mencintai kamu dan kamu tidak malu mencintai orang yang tidak mencintai kamu "kata Dion langsung melepaskan tangan Jesika.
dengan merasa kesal Jesika langsung meneteskan air mata sambil berjalan menuju mobilnya ke parkiran.
dengan merasa kesal Jesika langsung pergi menuju Apartemen Rehan, sampainya di apartemen Jesika menatap Rehan sedang tidur di atas balkom dengan kedua tangan melingkar ditubuh Rosa.
Jesika yang tidak sanggup menatapnya langsung berteriak dengan keras hingga membuat mereka terbangun dari tidur
Rehan,,,,, teriak Jesika sambil memukul tubuh Rehan dengan tas nya. dengan merasa terkejut Rehan langsung bangun dan berdiri menatapnya.
"Jesika, hentikan!! "teriak Rehan
"lihat, hidup ku sudah kacau gara gara kamu Rehan. puas kamu puas!! "teriak Jesika sambil menangis
"Jesika, kamu tenang dulu! "kata Rosa
"kamu juga, kamu yang udah bikin hidup aku hancur! "kata Jesika
"Jesika, sekarang kamu pergi dari rumah aku! "kata Rehan dengan keras sambil menunjukkan kearah pintu
"Mas, kamu jangan ngomong gitu, gimana pun juga dia itu istri kamu "kata Rosa dengan lembut.
"kamu juga, kamu itu pantas disebut sebagai Pelakor "kata Jesika sambil menunjuk kearah Rosa. tanpa terasa air mata Rosa langsung meluncur dan membasahi wajah cantiknya itu.
dengan merasa emosi Rehan langsung menampar wajah Jesika hingga jatuh keatas balkom, dan berkata.
"Jesika, asal kamu tau seburuk apapun dia aku tetap mencintainya dan sekarang kamu pergi dari rumah saya "
kata Rehan dengan marah
setelah Jesika pergi Rehan langsung memeluk Rosa dan mengusap usap pundak Rosa yang sedang menangis
"Rosa, kamu jangan nangis lagi
kamu tidak usah pikirkan perkataan Jesika"kata Rehan menenangkan hati Rosa.
"Mas, aku yang salah. tidak seharusnya aku menikah dengan suami orang" kata Jesika langsung melepaskan pelukan Rehan.
"Rosa, kamu jangan ngomong gitu aku gak suka dengar omongan kamu "teriak Rehan
dengan merasa kesal Rehan langsung pergi menuju garasi dan mengendarai mobilnya dengan laju, kemudian dia pergi menuju rumah Aldo. sampainya di rumah Aldo, Rehan langsung duduk di atas Sofa sambil minum .
"Rehan, kamu kenapa kok diam aja? "tanya Aldo sambil meneguk minumannya
"Gue pusing gara-gara bini gue"kata Rehan sambil meneguk minumannya berulang-ulang.
Aldo langsung terbahak bahak saat mendengar perkataan Rehan, sedangkan Rehan hanya diam sambil menatap Aldo.
" sori, sori "kata Aldo sambil tersenyum menatap Rehan
"emang Bini lo, kenapa? "tanya Aldo
__ADS_1
"omongannya Jesika selalu aja bikin hati Rosa tersinggung, aku gak sanggup melihat Rosa saat menangis, " ucap Rehan dengan panjang lebar.
Aldo sangat terharu saat mendengar perkataan Rehan tentang Rosa, Aldo hanya diam sambil menatap wajah Rehan