Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
102


__ADS_3

Dave menggerahkan seluruh anggotanya mencari tahu tentang keberadaan Margaret. Namun sampai saat ini Margaret belum di ketahui dimana ia berada. Itu yang membuat murkah Dave para seluruh anggotanya.


Namun Rifqi tiba-tiba datang memberikan bantuan pada Dave. Ia berjanji pada Dave akan menemukan Ryan. Dan Dave pun menyetujui.


Sedangkan Papi Adam, ia masih menunggu kabar dari Dave, berharap Dave bisa menemukan Ryan secepatnya, sebelum Jasmin menyadari jika Ryan telah di curi oleh ibu kandungnya sendiri. Karna jika Jasmin tahu, maka Jasmin akan pasti bersedih dan bisa membuat bayi didalam kandungannya berbahaya.


"Ada yang kau sembunyikan dariku sayang?" tanya Mom Yoona saat melihat Papi Adam yang sedari tadi terua saja menggenggam ponselnya.


Karna tidak seperti biasanya Papi Adam seperti itu. Biasanya ponselnya selalu tertinggal di kanas di dalam kamar, tapi hari ini. Tak sedetikpun Papi Adam melepas ponselnya, semenjak kedatangan Dave tadi.


"Aku mengenalmu sayang. Bukan baru hari ini. Tapi aku mengenalmu sudah puluhan tahun. Jadi katakan apa yang kau sembunyikan dariku?" tanya Mom Yoona lalu duduk tepat di samping Papi Adam.


Papi Adam meletakkan ponselnya. Menyembunyikan sesuatu dari sang istri itu sangat mustahil. Mengingat sang istri begitu sangat peka terhadap dirinya. Itulah sebabnya Papi Adam sulit menyembunyikan sesuatu pada sang istri.


"Cerilahlah sayang"


"Ryan. Saat ini dia sedang di sembunyikan oleh Margaret. Dan Dave sudah mencari keberadaan Ryan. Tapi sampai sekarang belum ada kabar." Jelasnya.

__ADS_1


"Apa Jasmin sudah tahu tentang kabar ini?"


Papi Adam menggelengkan kepalanya.


"Tega sekali ibu kandung seperti itu pada anaknya sendiri. Apa dia tidak kasihan pada darah dagingnya sendiri."


"Entahlah, mungkin hatinya sudah beku."


"Sebaiknya kita jangan memberitahukan ini pada Jasmin, karna aku takut jika kondisi nya menurun dan berakibat pada bayi yang sedang ia kandung." Jelas Mom Yoona.


"Tapi sayang, Jasmin sudah mulai gelisah ia tadi sempat berbicara padaku. Kalau tiba-tiba ia menghkawatirkan Ryan."


...🍃🍃🍃🍃...


"Jasmin." Sapa Tyas saat turun dari mobil.


Jasmin yang sedari tadi menunggu di depan pintu rumah lansung merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Kak Tyas."


Keduanya pun sama-sama saling melepas rindu. Dan setelah puas berpelukan Tyas menatap Jasmin dari ujung kaki hingga ujung kepala. Lu menatap sekeliling pekarangan rumah Jasmin.


"Kau berutang penjelasan padaku." Katanya dengan wajah yang serius.


"Masuklah kak. Nanti akan aku ceritakan semuanya."


"Jasmin sebenar siapa dirimu? Dan siapa rumah ini? Terus siapa yang menjemputku tadi? Dan dimana Ryan." Banyak sekali terlontae pertanyaan yang Tyas berikan, mengingat tadi saat Tyas di jemput oleh seseorang pria. Dan pria itu berkata jika mendapatkan perintah dari nyonya Jasmin.


Jadi pikiran Tyas mulai berputar, Siapakah Jasmin sebenarnya atau jangan-jangan Jasmin telah menikah dengan Dave.


"Tunggu, apa aku sudah menikah dengan Dave?" Tanya Tyas, membuat Jasmin menghentikan langkahnya.


"Masuklah dulu kak. Nanti akan aku jelaskan semuanya, secara detail." Jasmin tersenyum melihat Tyas yang terus saja menatap sekeliling rumah Jasmin.


"Baiklah." Tyas pun mengikuti langkah Jasmin.

__ADS_1


"Waoooo luar biasa rumah ini." Gumam Tyas, yang masih dapat di dengar oleh Jasmin.


Jasmin hanya tersenyum.


__ADS_2