
Rehan berdiri sambil menatap kaca jendela kamar,dia sangat kesal dengan Bu Vivi karena sudah mengungkit masa lalunya di depan putranya itu.
"Mas,sedang apa kamu disitu?"terdengar suara Rosa dari belakang tubuhnya
"perasaan saya sedikit tidak enak"kata Rehan
"Mas sakit ya?"Rosa menatapnya lebih dekat
"tidak,maksud saya hati Mas kamu ini sangat sakit saat mama mengungkit masa laluku"Rehan sambil duduk di tepi ranjang.
"Rehan,sebenarnya mama tidak ingin mengungkit masa lalumu.mama hanya ingin cucu saya menikah dengan wanita pilihannya.menikah tanpa cinta itu bukanlah hal yang mudah untuk dia terima"kata Bu Vivi dengan suara bergetar.Rehan hanya diam sambil menundukkan kepalanya.
"Rehan,mama hanya ingin cucuku bahagia dengan wanita pilihannya"Bu Vivi sambil menangis.
"sudah mah,mama jangan menangis"kata Rosa mengusap air mata Bu vivi.
"Rosa,tolong katakan kepada suamimu "Bu Vivi menangis terisak
"sebaiknya mama tidur,ini sudah larut malam.nanti akan saya bicarakan dengan Mas Rehan"kata Rosa denga lembut
"baiklah,mama akan keluar"kata Bu Vivi langsung pergi.malam semakin dingin Rosa segera naik ke atas ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut yang tebal.
Sedangkan Rehan hanya diam dan duduk terpaku,jam menunjukkan pukul 02;00 pagi Rehan menatap kearah Rosa yang sudah tidur dengan lelap.
Rehan memandanginya dan mencium kening istrinya,kemudian dia melingkarkan kedua tangannya di tubuh Rosa hingga Rosa tidur dengan nyaman di pelukan Rehan.
Dua minggu sejak lulus sekolah Rey akan bertunangan dengan Dina ,segala upaya telah dia lakukan untuk membatalkan hari pertunangannya.
Pagi hari dia pergi menemui Ayu,sampainya di lokasi rumah itu Rey memarkirkan motornya dan beranjak menemui Bu Lita yang sedang menyiram bunga-bunganya.
"tante,boleh saya bertemu dengan Ayu?"tanya Rey
"sebentar saya panggilkan Ayu"kata Bu Lita beranjak masuk ke dalam rumah.
Ayu dimana ya?apa dia masih tidur?gumam Bu Lita sambil beranjak menuju lantai atas
Sebelum Bu Ratna mengetuk pintu kamar Ayu terdengar dari dalam kamarnya seperti suara seseorang yang sedang mual-mual.
__ADS_1
Tanpa mengetok pintu Bu ratna langsung masuk ke dalam kamar Ayu karena kebetulan pintu kamarnya tidak dikunci,dengan Rasa kwatir dan bercampur rasa curiga Bu Ratna langsung masuk kedalam kamar Ayu.
oak,,,,oak,,terdengar suara Ayu lebih jelas saat mual di kamar mandi.
ada apa sebenarnya yang terjadi dengan Ayu?akhir-akhir ini dia hanya mengurung diri di dalam kamar gumam Bu Lita sambil berjalan menuju pintu kamar mandi.
sebelum dia mengetok pintu kamar mandi Ayu, tiba-tiba dia menatap sebuah tespek yang terletak di tempat sampah,kedua bola matanya terbelalak saat menatap tespek yang sudah menunjukkan garis dua.
Ayu sangat terkejut di saat menatap Bu Ratna yang sedang berdiri di depan pintu sambil menatap tespek itu,kemudian dia menatap Ayu sambil berkata.
"apa ini Ayu?ayo jelaskan pada Ibu!"kata Bu Ratna menatapnya
"ibu,A,,,,yu sudah berbohong kepada ibu"ucap Ayu dengan suara bergetar dan meneteskan air mata.
"maksud kamu gimnana?apa kamu sedang hamil?"tanya Bu Ratna sangat marah.Ayu hanya diam dan menganggukkan kepalanya sambil menangis
"siapa ayah dari calon bayi kamu?ayo jawab ibu!"kata Bu Ratna sangat marah
"Rei bu"Ayu sambil menangis
"apa?,kenapa kamu bisa melakukan semua itu Ayu?"tanya Bu Vivi sambil menangis
"awas,ibu sangat kecewa dengan kamu.susun semua barang-barang kamu dan pergi dari rumah ini"kata Bu Ratna sangat marah tangannya sambil menunjuk ke arah pintu.
"bu,tolong jangan usir saya,bagaimana caranya aku hidup tanpa ibu"kata Ayu sambil memeluk kedua kaki Bu Lita yang sedang berdiri.
"hm,,,,sekarang ibu mau tanya,kenapa kamu tega menyakiti hati ibu?"tanya Bu Ratna dengan suara keras
"Ayu hanya diam sambil menangis dan memeluk kaki ibunya
"ibu sangat malu punya anak sepertimu,pergi kamu dari rumah ini"kata Bu Ratna sambil menyusun baju Ayu ke dalam koper.sedangkan Rey sejak tadi masih duduk sambil menatap isi toko bunga itu.
''bu,tolong maafkan saya"kata Ayu menagis sambil mengukuti Bu Ratna yang sedang mengangkat koper Ayu menuju keluar.
"pergi kamu dari rumah ini"suara Bu Ratna terdengar sangat jelas dari ruang tamu,Rey sangat terkejut di saat menatap Bu Ratna saat mengangkat koper menuju keluar.
"bu,Ayu minta maaf"Ayu menangis terisak
__ADS_1
"Ayu,kenapa kamu menangis?"Ayu hanya menangis dan tidak menjawab Rey
"tante,kenapa dengan Ayu?kenapa Ayu di usir?"tanya Rey sangat panik
"Reytante tidak ingin melihat batang hidung kamu lagi,sekarang juga pergi kalian berdua dari rumah ini"kata Bu Lita sangat marah
"tante,tolong jelaskan apa yang terjadi?"kata Reymenatapnya
"tante sangat kesal,kamu telah menghamili putri saya"kata Bu Ratna menatapnya dengan tajam
"tante aku sangat mencintai Ayu dan aku berjanji akan menikahi Ayu secepat mungkin"kata Rey
"Rey jika kamu sudah mengenal cinta lebih dalam kamu pasti tidak akan menodainya"kata Bu Ratna sambil menangis
"tante,itu semua berawal dari kesalahan satu malam,"Rey menjelaskan semuanya dengan panjang lebar
"tante sangat kecewa,sekarang kalian berdua pergi dari rumah ini"kata Bu Ratna sambil menutup rumahnya.
"sudah Ayu,kamu jangan menangis lagi.aku takut anak kita kenapa-kenapa"kata Rey dengan lembut sambil merangkul pundak Ayu.
"Rey ,aku harus gimana lagi"kata Ayu sambil menangis
"sekarang kita pergi nanti aku akan bicara kepada mama sama papa"kata Rey sambil mengusap air mata Ayu
"nggak,aku nggak mau.aku malu sama orang-orang"kata Ayu menolaknya
"Ayu,ini demi kebaikan kamu dan juga anak kita"kata Rey menarik tangan Ayu.
"aku gak akan pergi sebelum ibu kasih Restu "kata Ayu menangis terisak
"besok kalau amarah tante Ratna sudah reda aku berjanji kita akan minta restu dari mama kamu" ucap Rey
kamu memang anak yang baik Rey hanya saja ibu tidak terima dengan ulah kalian berdua gumam Bu Ratna sambil mengintip dari kaca rumah dengan berlinang air mata.
"Ayu,aku sangat mencintaimu.aku tidak ingin anak kita kenapa-kenapa"bisik Rey sambil menangis
"kemana kita pergi,aku tidak ingin hidup di kolong jembatan"kata Ayu sambil menangis
__ADS_1
"Ayu, kita akan pergi ke rumah orang tuaku.aku akan bicara dengan mereka"kata Rey dengan keras
"baiklah"kata Ayu menganggukkan kepalanya.Rey dan Ayu segera pergi menuju rumah orangtuanya dengan mengendarai motornya.