
tiba-tiba Rehan dikejutkan dengan tangan Jesika saat memukul pundak rehan saat menatap kearah mobil Arjun yang sedang melaju.
"Rehan, kamu lihat apa? "tanya Jesika.
"gak ada apa apa "ucap Rehan langsung pergi berjalan menuju kamarnya.
setelah para tamu undangan ber- pulangan Jesika langsung pergi menuju kamar dan menghampiri Rehan yang sedang berbaring di atas ranjang.
sampainya didepan rumah, Rosa langsung keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju rumahnya. suara teriakan arjun saat memanggilnya membuat Rosa menghentikan langkahnya.
"Rosa!"teriak dokter arjun sambil menutup pintu mobilnya membuat Rosa menoleh ke arah Arjun.
"ada apa Arjun? "tanya Rosa sambil menatapnya.
"Rosa, aku mau ngomong sama kamu! "kata Arjun dengan gugup.
"Arjun, ini sudah larut malam, gak bagus untuk aku kelamaan
diluar "ucap Rosa sambil menyentuh perutnya.
"baiklah aku pulang ya, "ucap Arjun langsung pergi dengan mengendarai mobil nya.
setelah Arjun pergi Rosa langsung masuk kedalam rumah dan menatap Migel sedang duduk diruang tamu.
"mbak, dari mana? "tanya Migel sambil menatapnya.
"Migel, kamu gak usah khawatir, mbak tadi habis dari pesta teman Dokter Arjun "kata Rosa sambil tersenyum.
"ya udah, Migel masuk dulu ke kamar "ucap Migel dan pergi menuju kamar.
dengan merasa lelah Rosa langsung duduk di atas sofa sambil menonton acara tivi diruang tamu, tiba-tiba ponsel Rosa berbunyi ternyata Rehan sedang menelfon.
( halo, Rosa!)
( ada apa Mas???)
( kapan saya bisa jumpa dengan kamu Rosa? )
( Mas, aku gak ada waktu!!)
__ADS_1
( Rosa, tolong berikan aku waktu untuk bersamamu! )
( baiklah, besok temui aku di taman jam 10:00 pagi) Rosa langsung memutuskan sambungan teleponnya .
kemudian Rosa berjalan menuju kamar setelah sampai dikamar Rosa langsung berbaring di atas ranjang dan tertidur dengan pulas.
setelah pagi jam menunjukkan pukul 09:00 pagi Rosa langsung bangun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya kemudian dia berdiri sambil menatap perutnya yang semakin menonjol
setelah itu Rosa pergi menuju taman dengan berjalan kaki, terlihat dari jauh Rehan sedang duduk dibawah pohon tersenyum menatapnya dengan merasa Cape Rosa menghela nafas dengan panjang dan duduk di samping Rehan .
"Mas udah lama nunggu aku disini? "tanya Rosa.
"nggak ko sayang, kita sarapan yuk!! "ucap Rehan sambil menarik tangan Rosa.
"Mas, aku Cape "ucap Rosa dengan cuek sambil menyentuh perutnya. tanpa banyak bicara Rehan tersenyum sambil menggendong Rosa menuju mobilnya ke parkiran.
setelah sampai diparkiran Rehan langsung membuka pintu mobilnya dan memasukkannya kedalam mobil mereka langsung pergi dengan mengendarai mobil Rehan
setelah sampai di sebuah restoran yang sangat mewah Rehan langsung memesan makanan kesukaan Rosa kedua bola mata Rehan melotot saat menatap Rosa yang sangat doyan dengan makanan semenjak Rosa hamil .
setelah siap makan Rehan langsung membawa Rosa ke apartemennya setelah sampai di apartemennya mata Rosa terbelalak saat menatap kamar Rehan yang begitu berantakan Rosa langsung duduk ditepi ranjang sambil menatap foto fotonya yang berserakan di atas ranjang Rehan.
"Rosa, semenjak ke pergian mu, Mas gak pernah bawa orang lain ke apartemen saya "ucap Rehan sambil menatap Rosa. kemudian Rehan menghampirinya sambil menarik tangan Rosa dan melingkarkan kedua tangannya di leher Rehan.
"Rosa, ayo kembali lah!! berikan saya kesempatan untuk tinggal bersama kamu "ucap Rehan sambil mengangkat kepala Rosa.
kemudian Rehan mencium leher Rosa berulang ulang hingga membuat Rosa yang sudah lama tidak disentuhnya sangat bergairah, Rosa langsung membalas dengan mencium bibir Rehan dengan nafsu yang kuat Rehan melepaskan pakaian Rosa dan mencium perut Rosa yang semakin menonjol .
"anakku, papa sangat mencintai ibumu "ucap Rehan sambil mencium perut Rosa.
kedua tangan Rehan bermain di gunung kembar Rosa yang semakin menantang itu, setelah Rehan puas menatap tubuh Rosa Rehan langsung membaringkan tubuh Rosa dengan perlahan. setelah mereka siap bertempur rehan langsung mencium perut Rosa dengan berulang ulang disaat Rosa duduk ditepi ranjang tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.
"Rosa, Mas harap kamu jangan pergi lagi "ucap Rehan sambil menatap Rosa sedang mengenakan pakaiannya.
"Mas, aku harus pergi! "ucap Rosa sambil mengangkat kedua tangan di atas dada.
"Rosa, aku berhak tidur dengan anak aku "ucap Rehan dengan keras.
"Mas, biarkan aku pergi "ucap Rosa dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Rosa, aku akan memberikan segalanya untuk kamu dan aku akan memenuhi segala kebutuhan kamu termasuk kebutuhan keluarga kamu "ucap Rehan sambil menatap Rosa sedang duduk ditepi ranjang dengan berlinang air mata.
"Mas, jika kamu masih memaksa, aku tidak ingin hidup lagi di dunia ini "ucap Rosa dengan berlinang air mata.
saat mendengar perkataan Rosa, Rehan langsung menampar wajah Rosa dengan sangat marah kemudian Rehan keluar dari kamar dan berdiri sambil menatap kaca jendela.
*aku tidak ingin anakku hidup tanpa seorang ayah, dan aku gak akan pernah melepaskan kamu Rosa* Rehan berkata-kata sendirian.
dengan rasa menyesal Rehan kembali menghampiri Rosa yang sedang menangis di tepi ranjang.
"Rosa, " ucap Rehan dengan lembut sambil merapikan rambut panjang Rosa yang menutupi wajahnya
"menjauh lah dariku Rehan "ucap Rosa dengan berlinang air mata.
" Rosa, maafin Mas kamu ini,
Mas tidak ingin melihat kamu sengsara, saya tidak ingin anak saya hidup tanpa seorang ayah " ucap Rehan sambil memeluk Rosa.
karena kecapean saat menangis Rosa langsung pingsan di dada bidang Rehan membuat Rehan semakin khawatir dengan keadaan Rosa yang sedang mengandung.dengan panik Rehan langsung mengangkat kepala Rosa sambil menatap hidung Rosa yang mengeluarkan sedikit darah.
dengan rasa kwartir Rehan langsung menggendong tubuh Rosa dan membawanya ke rumah sakit, setelah sampai di Rumah sakit Rosa langsung dibawa ke ruang UGD dengan berlinang air mata Rehan langsung menelfon Bu Vivi.
( hallo, mah)
( hallo, ada apa Rehan?)
( mama sekarang datang kerumah sakit , Rosa sedang sakit)
( ok, mama akan datang) ucap Bu Vivi langsung memutuskan sambungan teleponnya.
setelah Bu Vivi sampai di rumah sakit dia langsung menghampiri Rehan yang sedang berdiri dan menghampiri dokter Arjun saat keluar membuka pintu.
"dokter, bagaimana dengan keadaan istri saya? "pertanyaan Rehan membuat Dokter Arjun menatapnya dengan hati bertanya-tanya.
* jadi itu sebabnya Rosa menghindar saat menghadiri pesta di rumah Pak Rehan "Arjun berkata-kata di dalam hati.
"ayo jawab aku, " ucap Rehan dengan marah bercampur rasa khawatir .
"Pak Rehan, istri bapak yang bernama Rosa divonis penyakit kanker otak "ucap Dokter Arjun. setelah mendengar perkataan Dokter Arjun, Rehan terlihat sangat lemas sambil meneteskan air mata.
__ADS_1