
Rifqi hanya diam, ia tidak maju memberikan apa yang Jasmin minta padanya.
Jasmin menatap wajah Margaret dengan tatapan seakan ingin memakan mangsanya. "Berani sekali tangan kotormu menyentuh anakku." Jasmin memelintir tangan Margaret membuat Margaret meringis menahan sakit.
"Lepaskan!" Bentak Margaret pada Jasmin.
Namun Jasmin tak mendengar ucapan Margaret. "Lepas kau bilang? Setelah apa yang kau lakukan pada anakku lalu seenaknya kau bilang lepaskan?" Jasmim tersenyum sinis melihat Margaret. "Jangan harap aku melepaskan mu dengan gampangnya."
Seketika gedung itu terasa seakan sangat dingin. Margaret manatap wajah Jasmin, jujur Margaret sangat takut melihat wajah Jasmin yang sangat berbeda dari sebelumnya. Ternyata Jasmin miliki sisi lain yang belum di ketahui oleh Margaret.
"Dasar wanita gi-la" umpat Mergaret
"Rifqi!" Teriak Jasmin, membuat Rifqi mendekat dan memberika apa yang Jasmin minta tadi padanya.
"Jasmin. Jangan terlalu keras." Ucap Rifqi
"Darah di balas dengan darah. Dan apa yang ia lakukan pada anakku harus aku balas." Ucapnya lalu Jasmin mulai memukul Margaret dengan selipit yang di berikan oleh Rifqi.
"Uhhhh, sakit" Rigis Margaret karna cambukan yang Jasmin berikan.
"Jasmin hentikan." Kata Dave membuat Jasmin menghentikan aksinya.
__ADS_1
Dave mendekat kearah Jasmin. "Sudahlah, biarkan dia menyesal dengan apa yang telah ia lakukan."
"Manusia seperti ini tidak akan pernah merasa menyesal. Manusia serakah seperti ini cocoknya langsung masuk kedalam tanah saja. Biar jadi santapan cacing." Ucap Jasmin dengan amarah, karna ia belum terima dengan apa yang telah Margaret perbuat pada anak nya.
Dave memeluk tubuh Jasmin agar memberikan ketengangan padanya. Dave tahu saat ini Jasmin membutuhkan sesuatu yang bisa membuat nya tenang.
"Sabarlah. Ingat ada bayi di dalam dalam kandungan mu yang harus di jaga." Kata Dave sambil mengusap lembut pucuk kepala Jasmin. "Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan. Ingat bayi kita"
Jasmin menganggukkan kepalanya dan menarik nafas dan menghembuskan nya secara perlahan.
"Biar Rifqi yang mengurus semuanya." Ucap Dave lagi.
Margaret mengepalkan kedua tangannya mendengar kata yang barusan terlontar dari Dave. Baginya kata itu hanya pantas di ucapkan untuk dirinya, bukan untuk Jasmin.
Margarer yang terbakar api cemburu tidak lagi berpikir jernih saat ia melihat senjata api yang tergeletak dilantai. Margaret langsung bergerak cepat dan mengambil lalu membidikkan pada Jasmin. "Terima lah kematianmu Jasmin." Teriak Margaret.
Dave yang mendegar langsung membalikkan tubuhnya, memutar tubuh Jasmin, dan yang terkena tembakan adalah Dave.
Rifqi yang melihat langsung mendekati Margaret dan memberikan hantaman membuat Margaret pingsan.
"Dave..." teriak Jasmin saat pelukan erat Dave mulai melonggar dari tubunya. "Dave sadarlah" kata Jasmin saat sambil memangku kepala Dave di atas pahanya. "Sadarlah" lirih Jasmin sambil menitihkan air mata.
__ADS_1
"Jasmin." Ucap Dave menatap wajah Jasmin.
"Dave.. Sadarlah."
"Maafkan aku." Suara Dave melemah.
"Rifqi, bantu aku." Pinta Jasmin
.....
"Aku mencintaimu Jasmin." Lirih Dave saat mereka kini sedang berada di dalam mobil.
"Daddy, daddy. Ini aku Ryan. Daddy." Ryan menangis melihat keadaan Dave yang sudah berlumuran darah di sekujur tubunya.
"Daddy...."
"Ryan, uncle yakin, daddy pun akan baik-baik saja." Kata Junior sambil mengusap lembut pundak belakang Ryan..
"Daddy, hiksss, hiksss, hikssss."
Pandangan Dave mulai memudar. Suara tangisan Ryan terdengar jelas di telinga Dave, hanya saja Dave sudah tak bisa berkata lagi.
__ADS_1