
Dave terhenya, mundur beberapa langkah akibat bogeman mentah yang ia dapat dari Al. Belum sempat Dave melawan, Al kembali memberi pukulan di perut Dave.
Dave mengusap sudut bibirnya dengan ibu jarinya. Dilihat nya Dave darah di ujung jarinya. Dave langsung menatap tajam pada Al.
"Kau!"
"Itu hukuman untukmu karna telah menyakiti Jasmin."
Dave sudah hafal betul sedang berhadapan dengan siapa.
"Dan ini." Al kembali memberikan pukulan pada Dave. "Hukuman buatmu karna sudah membuat Jasmin berbadan dua."
Dave hanya diam, belum menjawab ucapan Al sama sekali. Dan saat Al hendak memberikan bogeman mentah lagi, Dave langsung menahan.
"Aku tidak seperti dirimu." Ucap Dave lalu menyentakkan tangan Al.
"Yah benar! Kita memang berbeda. Tapi kita dua orang yang sama-sama saling mencintai satu wanita, yaitu Jasmin. Dan aku! Tidak akan membiarkan Jasmin merasakan sakit hati untuk kesekian kalinya."
"Tenang saja. Aku bukan pria murahan yang bermain dengan dua wanita sekaligus. Aku bukan pria yang tega memaikan hati dua wanita. Aku hanya pria yang cukup mencintai satu hati saja. Dan kau tahu, siapa hati itu. Yah benar dia adalah Jasmin, adik mu, mantan istrimu." Dave menekan kata mantan istri.
__ADS_1
"Dan satu lagi! Aku bersyukur kau menyakiti Jasmin, setidaknya aku bisa beruntung bertemu dengannya dan kelak bisa hidup bersamanya." Ucap Dave lalu membelakangi Al dan berjalan menuju mobil.
"Jika aku melihat air mata jatuh setetes pun di wajah Jasmin, dan itu karna ulah mu. Jangan harap kau akan hidup dengan tenang di dunia ini." Teriak Al, membuat Dave menghentikan langkahnya.
"Dan itu tidak akan pernah terjadi." Ucapnya dan kembali melanjutkan langkahnya menuju mobil.
Di dalam perjalanan, Dave menarik sudut bibirnya membuat seutas senyum di wajahnya. Dave sudah jelas tahu, jika Jasmin telah menolak Al untuk kembali mengulang kisah mereka. Karna terlihat jelas sekali perlakuan Al padanya menandakan bahwa Al telah merelakan Jasmin padanya.
"Tidak ada lagi penghalang untukku, dan aku berharap Jasmin mau menerimaku." Gumamnya.
🍃🍃🍃🍃
Dengan perasaan marah, beserta stres karna tidak ada lagi celah untuk dirinya masuk di kehidupan Dave, membuat Margeret berpikir tidak jerni. Dipikirannya saat ini bagaimana bisa ia membalas dendam, dan langsung meraih Dave kembali. Setidaknya sekali tepuk dua nyamuk yang berada di tepukannya.
Pikiran sesat pun datang menyeruak berputar-putar di dalam pikirannya.
"Kita ke sekolah Ryan sekarang." Ajak Margaret pada supir pribadinya.
"Siap nyonya."
__ADS_1
"Ryan, hanya kamu satu-satunya cara agar Dave mau menikahi ku dan dengan begitu hidupku bisa aman untuk selamanya." Gumam nya dengan senyum devil mengembang di wajahnya.
........
Setelah menemui Al, kini Jasmim tengah berada di rs untuk memeriksa kandungannya. Jasmin di dampingi oleh Mom nya karna sudah janjian sebelum berangkan ke rs.
"Semoga bayi nya sehat yah sayang." Ucap Mom mengusap perut Jasmin.
"Amin Mom." Jawab Jasmin tersenyum.
"Jasmim Lutfi Adam." Panggil suster, dan Jasmin pun langsung berdiri berserta Mom nya, dan berjalan masuk kedalam ruang pemeriksaan.
Beberapa saat kemudian, dokter mengatakan jika kondisi bayi yang berada di dalam perut sangat normal, dan baik. Dan untuk jenis kelamin, Jasmin sangat bahagia mendengar kabar dari dokter jika bayi yang ia kandung berjenis perempuan. Itu artinya akan ada yang menemani Jasmin sekarang. Hidupnya semakin lengkap ada Ryan dan juga calon bayi yang berada di perutnya.
"Papi pasti sangat senang mendengar kabar ini sayang."
"Pasti Mom."
"Kalau begitu kita pulang kerumah sekarang, sampaikan kabar baik ini pada Papi." Ajak Mom Yoona.
__ADS_1
readers, kira" Sih ular keket Margaret ngapian yah??? ada yg bisa tebak??