Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
89


__ADS_3

Dikamar.


Jasmin mengatur nafasnya yang terasa berat akibat sesak melihat Dave yang sedang berada dirumahnya tadi. Seketika banyangan yang ingin Jasmin lupakan kini hadir dan terputar kembali bagai sebuah kaset film. Jasmin duduk di sudut ranjang, dengan mencengkram selimut dengan kerasnya, dengn kedua tanganya.


Perkataan Dave membuat Jasmin menarik sudut bibirnya, membuat seutas senyum. "Cinta?" Hahahahaha Jasmin tertawa. "Segampang itu dia bilang cinta padaku, setelah apa yang ia lakukan terhadap diriku, dan dengan gampangnya ia masuk kedalam rumah ku dan bilang cinta?"


Lalu Jasmin berdiri dan berjalan menuju balkon kamar. Jasmin melihat ke bawah. Masih terlihat Dave yang kini berada didalam mobilnya.


"Kau memang tidak dapat menyangkal, bahwa betapa kerasnya kau terhadap diriku. Perkataanmu bagaikan silet tajam yang sangat mampu mengiris hatiku, membuat luka disana."


Jasmin lalu mengalihkan pandangannya saat Dave yang berada di bawa sana membuka kaca jendela mobilnya dan mendongakkan kepalanya melihat kearah balkon kamar Jasmin.


Mata mereka sempat bertatap sepersekian detik.


"Aku akan tetap terus berjuang untukmu." Gumam Dave lalu melajukan mobilnya.


...🍃🍃🍃🍃🍃...


"Semua keputusan ada pada Jasmin. Kita sebagai orang tua hanya bisa mengikuti saja. Yang menjalani hidupnya adalah dirinya sendiri, dan tentu Jasmin tahu mana yang pantas untuk hidupnya, mana yang bisa membuatnya bahagia." Ucap Papi Adam.

__ADS_1


"Tapi sayang, kau tahu sendiri kan bagaimana watak nya Jasmin. Sekali dia bilang tidak, maka tidak akan berubah keputusannya."


"Iya aku tahu itu. Jasmin putriku yang paling sungguh luar biasa."


"Apa perlu kita menceritakan semunya pada Jasmin. Kenapa Dave bisa seperti itu?"


"Untuk apa? Tidak ada gunanya. Toh Jasmin tidak akan merubah apapun keputusan yang telah ia ambil."


"Tapi sayang, bukan kah seseorang berhak mendapatkan kesemapatab kedua. Dan aku rasa Dave orangnya sangat baik."


"Aku juga merasa akan hal itu. Aku jelas tahu jika Dave sangat baik. Karna aku dan Dave sama-sama seorang pria."


Mom Yoona yakin, jika Dave adalah pria yang baik dan juga bertanggung jawab. Hanya saja karna kesalapahaman membuatnya harus menjadi seperti itu. Dan parahnya lagi, ia membuat salah paham kepada orang yang pendiriannya sangat kuat. Jadi sangat susah baginya untuk minta maaf.


"Jadi kita harus bagaimana sayang?" Tanya Mom Yoona.


Papi Adam menggenggam kedua tangan istrinya. "Kita serahkan semuanya pada yang di Atas. Dan semoga Dave juga bisa melakukan hal yang membuat Jasmin berkesan, hingga Jasmin mau memaafkannya."


"Semoga."

__ADS_1


......


Derald berlarih masuk kedalam kamar Jasmin. Saat sudah berada di dalam kamar Derlad langsung lompat ke tempat tidur. Membuat Jasmin yang melihat adiknya itu langsung teriak.


"Derald!!! Apa yang kau lakukan disini?" tanya Jasmin.


"Kak, boleh minta jajan?" Derald membuka telapak tangannya di hadapan Jasmin.


"No jajan!" tegas Jasmin.


"Baiklah." Kata Derald lalu memperbaiki duduknya di ataa tempat tidur.


"Ada apa?" tanya Jasmin memperhatikan sang adik.


"Kak. Maaf sebelumnya." Derald menunduk.


"Maaf? untuk apa?"


Lalu Derald langsung mengusap lembut perut Jasmin. "Apa kakak akan tetap melahirkan tanpa suami?"

__ADS_1


__ADS_2