Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
93


__ADS_3

Hati Margaret memanas, kala ia tahu, bahwa Jasmin saat ini sedang berada di rumah Dave. Margaret mengepalkan kedua tangannya menahan amarah yang sudah membuncak di ujung kepalanya.


"Tak ada yang bisa merebut Dave dariku. Jika aku tidak bisa memilikinya, maka kau pun juga tidak akan bisa." Kata Margaret lalu masuk kedalam mobil membawa amarah yang siap untuk di ledakkan.


Di dalam mobil, berbagai macam strategi di buat Margaret agar bisa mendekati dan merebut kembali hati Dave. "Aku harus mendapatkan mu Dave, apapun caranya akan aku tempuh."


Sedangkan saat ini, Dave sangat bahagia. Walaupun Jasmin tak membalas ucapannya tadi, tapi setidaknya Jasmin saat ini masih berada di rumahnya. Dave bersyukur atas kehadiran Ryan, berkat Ryan, secara pelahan Dave bisa mendekat ke Jasmin.


"Ibu, menginaplah disini. Temani aku tidur hari ini." Pinta Ryan dengan mata seperti kucing yang sedang meminta makanan.


Jasmin tersenyum, hafal betul dengan sikap Ryan yang seperti ini. "Tapi sayang-,"


"Bu, kumohon. Yah yah yah." Mohon Ryanlagi. Membuat hati Jasmin luluh.


Toh menurut Jasmin, tak apa ia menginap malam ini. Lagian juga tidak ada Dave dikamar Ryan jadi Jasmin bisa aman, tanpa harus bertemu.


Ryan bersorak gembira karna permintaannya di penuhi oleh ibu tercintanya. Dave yang sedari tadi menguping di depan pintu kamar Ryan, ikut merasa bahagia, senyum mengembang di wajah Dave.


"Ibu, apa ibu tahu?"

__ADS_1


"Tidak! ibu tak tahu apa pun." Jawab Jasmin sambil tersenyum.


"Yah, kalau begitu cukup aku saja yang tahu bu."


"Emang ada apa sayang?" tanya Jasmin sambil mengusap pucuk kepala Ryan.


"Daddy mencintaimu bu."


Jasmin terdiam.


"Bu apa ibu dengar?" tanya Ryan. "Daddy mencintai ibu." Ulangnya lagi.


"Tidak ada bu."


"Baiklah kalau begitu, kita tidur."


"Bu, apa ibu mendengar ucapanku tadi?"


"Sayang, ayo kita tidur, ini sudah malam. Besok kau harus bersekolah."

__ADS_1


Dengan berat hati terpaksa Ryan menuruti permintaan sang ibu untuk tidur lebih awal. Ryan tak ingin melanjutkan lagi tentang perkataan nya yang tadi, karna takut mengganggu kenyamanan sang ibu.


"Tidurlah sayang." Jasmin menepuk pelang lengan Ryan agar Ryan merasa nyaman dan muda untuk tertidur.


Hembusan nafas halus Ryan keluarkan, pertanda ia sudah tertidur nyenyak. Jasmin melirik jam di dinding kamar "Jam sebelas." Gumam Jasmin. Tiba-tiba tenggorokam terasa kering, Jasmin melirik ke atas nakas, air kosong. Dan terpaksa Jasmin harus keluar dari kamar menuju dapur.


"Semoga Dave tak ada." Batinnya.


Jasmin berharap Dave tidak ada, agar bisa lebih nyaman saat minum di dapur,.


"Kau haus?" tanya Dave membuat Jasmin tersentak kaget, dan menyemburkan air minum keluar dari mulutnya hingga mengenai wajah Dave.


"Maaf" Refleks Jasmin mengusap wajah Dave dengan tanganya.


Dave terdiam mematung merasakan sentuhan tangan dari Jasmin. Jasmin yang sadar akan apa yang ia lakukan langsung menarik tangannya, namun tangan Deve lebih cepat menahan tangan Jasmin. Membuat tangan Jasmin masih berada di pipi Dave.


Keduanya saling terdiam, dan saling pandang hingga beberapa menit kemudian Jasmin langsung berucap. "lepaskan tanganku."


"Maaf" kata Dave namun masih tetap memegang tangan Jasmin

__ADS_1


Cieee cieee ada yang saling pandang nieeee🤫🤭🤭


__ADS_2