
"Ibu." Ucap Ryan saat melihat Margaret yang sudah sedari tadi menunggunya. "Ibu tumben datang ke sini?" Tanya Ryan.
"Sayang.." Ucap nya dengan raut wajah yang sedih dan langsung memeluk erat tubuh Ryan.
"Ibu kenapa? Kenapa ibu menangis?" Tanya Ryan yang heran kepada Margaret yang tiba-tiba menangis dan langsung memeluknya. Padahal selama Ryan pindah ke sekolah ini, tak sekalipun Margaret datang menemui Ryan untuk melepas rindu. Padahal Ryan anak kandungnya bukan anak angkat.
"Ayo kita pulang sanyang?" Ajak Margaret sambil memeluk tubuh Ryan.
"Tapi bu, aku sedang belajar, aku belum boleh untuk pulang." Tolak Ryan secara halus, dan memang benar Ryan masih sedang belajar saat ini.
Margaret melepas pelukannya lalu menatap wajah Ryan, Margaret menagkuppkan kedua tangannya di pipi Ryan. "Sayang, Daddy sedang sakit jadi sekarang ibu ingin menjemputmu untuk menemui Daddy." Jelas Margaret.
"Tidak mungkin! Tadi pagi Daddy baik-baik saja saat mengantarku ke sekolah. Tidak mungkin Daddy langsung sakit." Jawab Ryan sambil menggeleng tidak percaya dengan Margaret.
__ADS_1
Ryan hafal betul dengan Dave sang Daddy, dalam keadaan terpuruk sekalipun Dave masih saja bisa membawa dirinya, menjaga dirinya masih bisa sehat dan mengurus Ryan, lalu kenapa tiba-tiba langsung sakit, padahal jelas sekali sudah ada Jasmin yang mendampinginya tadi pagi. Tentu saja Dave baik-baik saja.
Margaret langsung memutar otaknya, ia lupa jika anaknya bukan anak yang mudah untuk di pengaruhi.
"Sayang, maksud ibu.. Hiksss, hikkksss hikkksss." Ucapan Margaret putus karna tagis palsu yang ia keluarkan di hadapan Ryan.
"Ibu, kenapa? Ada apa?" Tanya Ryan mengusap air mata di wajah Margaret.
"Daddy mu tadi saat telah mengantarmu.." ucap Margaret putus, ia menghelah nafas memberi jeda pada ucapannya. "Daddy kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit, maka dari itu ibu datang ke sini memjemputmu."
🍃🍃🍃🍃
"Mom, bolehkah aku mengajak sahabat ku datang berkunjung ke rumah?" Tanya Jasmin saat di dalam mobil, di perjalanan hendak pulang dari rumah sakit.
__ADS_1
"Sahabat" ulang Mom Yoona.
"Iya Mom, aku punya sahabat yang selalu ada untukku dan selalu setia di saat susahku."
"Ayo sayang, ajak dia main kerumah. Mom tidak sabar ingin mengenal wanita baik yang telah setia menjadi sahabat anakku." Jawab Mom Yoona,
Mom Yoona sangat penasaran dengan sosok sahabat Jasmin. Mengingat selama ini, selama Jasmin tinggal bersamanya tak ada satupun teman atau sahabat Jasmin, dan ketika Jasmin tinggal berpisah dengan dirinya, akhirnya Jasmin bisa menemukan teman bahkan sudah dianggap sahabat dari Jasmin.
Dan setelah mendapatkan restu, Jasmin pun langsung menghubungi Tyas. Tyas yang mendapat kabar setelah sekian lamanya, merasa sangat bahagia mendengar Jasmin baik-baik saja. Dan Tyas pun menyetujui permintaan Jasmin yang akan mengutus seseorang untuk menjemput dirinya.
Setelah melepas rindu melalu telepon, Jasmin pun memutuskan panggilannya.
Jasmin merasa lega, karna Tyas sangat rindu dan ingin bertemu dengan dirinya, bukan hanya dirinya, tentu saja Tyas sangat merindukan Ryan juga.
__ADS_1
"Bagaimana, apa sahabatmu setuju ingin datang?" tanya Mom Yoona.
"Iya Mom, Tyas sangat rindu padaku dan tentunya juga sangat rindu pada Ryan."