
Bukkhhh. Eryna memukul pundak Dave dengan sangat kerasnya. Bukan cuman sekali, tapi berkali-kali.
"Eryna hentikan! Cukup!" Ucap Dave sambil memegang bahunya yang terasa sedikit sakit, namun Eryna tetap saja memberikan pukulan bertubi-tubi.
"Lebih sakit mana? Kau atau Ryan. Ini hanya ragamu yang sakit, tapi Ryan? Jiwa dan raganya sakit karena mu. Katakan kepadaku kemana Jasmin pergi?"
"Aku tidak tahu, aku juga sementara mencarinya"
"Kau bodoh, kenapa kau melepas wanita sebaik itu. Kenapa kau bodoh sekali." Lagi-lagi Eryna memukul Dave tanpa henti, dan tiba-tiba Margaret muncul
"Apa yang kau lakukan." Cegah Margaret menengahi, agar Eryna berhenti memukul Dave. Bukan nya berhenti Eryna malah sengaja menampar wajah Margaret. "Kenapa kau menamparku?" Tanya Margaret lalu siap menyerang Eryan namun berhasil ditahan oleh Dave.
"Upss tanganku keseleo, tangan ku tahu mana yang baik dan yang tidak baik." Ucap Eryna santai lalu menemupk tanganya dan duduk dikursi sambil menyilang kakinya.
"Kau!!" Geram Margaret.
"Sudahlah" ucap Dave.
"Lihatlah sayang, dia sudah menamparku." Margaret memegang pipinya yang terasa panas.
__ADS_1
"Bukan kah Eryna mengatakan tidak sengaja. Jadi tidak usah diperpanjang."
"Manja sekali!" Ejek Eryna.
"Sayang, dengarkan aku." Margaret menahan lengan Dave. "Aku sudah tahu dimana wanita gila itu." Katanya dengan senyum mengembang, Eryna langsung menoleh ia penasaran.
"Dimana katakan?" Dave dan Eryna serentak bertanya.
"Lihatlah" Margaret memperlihatkan foto-foto Jasmin yang kini sedang berada dilobi hotel sambil bergandengan tangan dengan seorang pria. "Wanita gila itu sedang berada di kota, sepertinya dia sudah mendapatkan mangsa baru yang lebih tajir darimu" Margaret mencoba mencuci otak Dave. Namun Eryna yang tidak percaya langsung merampas hp Margaret dan memperhatikan foto tersebut.
"Aku yakin ini cuman jebakan kamu saja" ucap Eryna.
Dave terdiam sejenak.
"Dave bagaimanapun kamu harus mempertemukan Ryan dengan ibunya."
"Aku tidak bisa, aku sudah tahu jika ternyata benar ibunya Ryan wanita bayaran."
"Dave .." Teriak Eryna.
__ADS_1
Margaret hanya bisa tersenyum
"Bukti sudah ada, kau lihat sendiri siapa yang dia genggam. Junior, pengusaha yang paling terkenal. Akhirnya aku tahu semuanya. Dia benar bukan wanita baik, dia cuman wanita bayaran yang hanya menjual tubuhnya demi uang"
"Tidak!! Tidak!! Ibuku bukan seperti yang Dady katakan." Teriak Ryan yang ternyata sudah mendengar perbincangan mereka bertiga.
"Sayang." Eryna mendekat kearah Ryan.
"Asal Dady tahu, ibu wanita baik-baik. Ibu rela ..." ucapan Ryan terhenti karna tak sanggup meneruskan ucapannya. Ryan hanya bisa menangis sejadi-jadinya mengingat sang ibu yang rela berkorban demi dirinya, menjual tubuhnya untuk membiayai operasi dirinya. Itulah yang Ryan ketahui tanpa sengaja saat Jasmin dan Tyas bercerita saat itu.
"Sayang.." Eryna memeluk tubuh Ryan.
"Hikss, hikkkss, hikkkss, kau jahat Dad, kau jahat. Ibuku tidak seperti yang kau tuduhkan. Ibuku adalah malaikat, ia rela menjual dirinya padamu Dad, karna membiayai operasiku."
Duaaarrrrr, bagai disambar petir dipagi hari. Tubuh Dave diam mematung mendengar ucapan Ryan tentang Jasmin. Menjual tubuhnya hanya untuk pengobatan anaknya, anaknya sendiri. Dan apa ini? Selama ini Dave telah salah paham tentang sosok Jasmin. Dan parahnya lagi, Dave selalu saja melontarkan kata-kata yang sangat tidak pantas untuk diucapkan.
3 bab loh🤣🤣, sepertinya autor lagi kesambar petir juga nih, petir khilaf🤭🤭
gimana nih, mau lanjut ngak ke bab selanjutnya???
__ADS_1