
Seperti biasa nya, Jasmin sibuk dengan pekerjaan nya. Berbeda dengan para teman nya, sibuk bekerja sambil sibuk ngegosip, terutama sih Nona, ia paling terkepo dengan segala hal. Buktinya baru juga masih pagi ia sudah sibuk mengajak Lisa bergosip.
"Lis, kamu tahu kan cewek yang biasa datang ke sini?" Ucap Nona.
"Yang mana? Kan banyak cewek?"
"Yang itu, yang selalu datang ke ruangan nya pimpinan. Yang penampilan bajunya kaya kurang bahan gitu"
"Ohh itu. Emang kenapa?"
"Ternyata dia mantannya pemimpin, tapi sih cewek nya selingkuh padahal pempimpin orang nya setia loh, dan yang lebih parah nya lagi.."
"Apa-apa?" Tanya Lisa semakim penasaran dan menarik kursinya agar bisa lebih dekat dengan Nona.
__ADS_1
"Cewek itu udah punya anak, sama pemimpin. Tapi sih ceweknya buang anaknya."
"What?" Lisa kaget dengan ucapan Nona. Sedangkan Jasmin hanya bisa diam, karna ia sudah tahu semuanya.
"Hooh, gue sih dengar nya juga kaya gitu. Dan sekarang tuh cewek minta balikan sama pempimpin," Timpal Ardi.
"Wihh kok gue ketinggalan berita yah. Ehh emang kalian tahu nya dari mana?" Lisa penasaran sambil menatap Fandi dan Nona secara bergantian.
"Astaga Lis, satu kantor pun udah tahu berita ini. Lo tinggal dimana sih? Bisa telat banget tahu gosip"
"Jasmin, bagaimana hari ini? Kamu baik-baik saja kan? Ngak mual lagi?"
"Udah ngak kok Lis."
__ADS_1
"Baguslah."
🍃🍃🍃🍃
Siang hari, Dave mulai merasakan lapar, semenjak kehamilan Jasmin. Dave sering saja lapar tidak seperti dulu lagi. Dan saat ini Dave tengah pusing ingin memakan apa. Semua makanan yang biasa ia makan, entah kenapa memikirkan nya saja, sudah membuat nya mual. Ia jadi bingung sendiri. Belum lagi rasa sakit kepalanya sudah mulai terasa.
Dan entah kenapa secara tiba-tiba Dave mengingat kotak bekal yang tadi pagi Jasmin berikan padanya. Saat Jasmin meletakkan kotak bekal itu di meja dan pergi ke kantor. Dave langsung membawa kotak bekal itu kedalam mobil. Dave memanggil sekretarisnya menyuruh untuk mengambil kotak bekal yang ia tinggal di mobil saat telah sampai di kantor.
Beberapa saat kemudian, sekretarisnya pun datang membawa kotak bekal tersebut.
"Ini tuan" ucapnya lalu meletakkan kotak bekal di atas meja. "Saya permisi dulu tuan" pamit sang sekeretaris.
Saat sekretarisnya telah keluar, Dave langsung membuka kotak bekal tersebut. Di dalam kotak bekal bukan nasi yang ada melainkan buah yang sudah dikupas dan di potong-potong. Buah yang sudah siap untuk dimakan.
__ADS_1
Dave tersenyum melihat isi kotak bekal dan tanpa pikir panjang Dave langsung memakan satu persatu potongan buah tersebut. "Segar" gumam nya sambil terus mengunyah hingga habis tak tersisa satupun potong buah. "Kenapa dia tahu jika aku hanya ingi makan buah?" Dave bertanya pada dirinya sendiri. Ia tidak menyangkah jika isi kotak bekal tersebut adalah potongan buah. Karna biasanya jika orang memberika kotak bekal makan pasti selalu nya nasi dan lauk, tapi Jasmin benar-benar beda, pikir Dave. Tanpa Dave tahu, sebelum ia mengalami hal seperti itu, Jasmin sudah lebih dahulu mengalaminya, dan buah adalah makanan yang tepat saat dalam keadaan seperti ini.