
Pagi hari yang indah Rosa duduk menghadap cermin sambil menatap wajahnya dengan sebuah sal di lehernya,sesekali ia memandangi penampilannya di hadapan kaca
"Rosa,kamu mau kemana?"tanya Rehan segera bangun dari ranjangnya sambil mengusap usap matanya
"mas,aku bosan di rumah terus.aku ingin keluar"ucapnya merapikan lengan bajunya
"aku akan ikut"ucap Rehan sembari merapikan selimut nya
"oh ya,sediakan bajuku aku akan mandi"ucapnya berjalan menuju kamar mandi.
"baik mas,"ucapnya membuka lemari sambil memilih pakaian Rehan yang tersusun dengan rapi kemudian dia meletakkannya di atas ranjang,karena anaknya harus berangkat sekolah Rosa segera meninggalkan kamar dan turun menuju lantai bawah.
"mah,papa belum bangun?"tanya putranya yang sedang sarapan di di meja makan.
"udah,papa masih mandi"jawabnya sambil menyediakan sarapan untuk suaminya.
"mah,hari ini aku dan Rosa mau keluar jalan-jalan disekitar kota"ucap Rehan berjalan dan duduk di samping istrinya itu.
"oh,iya bagus itu.kasihan istri kamu di rumah terus "ucapnya tersenyum
"aku titip Rey ya mah,nanti sore juga kami akan pulang"ucapnya sambil berdiri dan hendak menuju garasi.
Rosa dan Rehan segera naik dan pergi menuju sebuah tempat yang sangat indah di kota itu pemandangan yang sangat indah dan sejuk yang dipenuhi dengan bunga-bunga seperti bunga tulip dan bunga lainnya.
udara yang berhembus ditambah aroma bunga membuatnya semakin nyaman duduk dibawah pohon-pohon layaknya tempat itu bagaikan di sorga.
terlihat sangat ramai orang-orang atau para pengunjung di tempat itu,hembusan angin membuatnya terasa menusuk dari bawah roknya.
"Rehan memeluknya dan mengajaknya untuk duduk"
"Rosa,kamu suka dengan pemandangan ini?"tanya Rehan
"ia mas,aku suka udaranya sejuk ditambah aroma bunganya membuatku semakin nyaman di pelukanmu"ucapnya menyandarkan kepalanya di bahu Rehan.
__ADS_1
Rehan mengangkat tangannya dan memeluk pundak Rosa dengan lembut.
"mas,jika suatu hari aku pergi dan tak kembali aku ingin kamu menghiasi rumah dengan bunga-bunga ini"ucap Rosa membuat hati Rehan sangat teririrs menahan air mata.
"emang kamu mau kemana?"tanya Rehan tersenyum dan mencoba menahan air matanya,Rosa hanya diam seolah-olah suaminya tidak tau umurnya sudah di vonis.
Rosa menutup mata dan berbaring di bawah pohon itu dan Rehan mengikutinya berbaring disamping Rosa sambil menatap langit yang begitu mendung yang seolah olah awan tau perasaan Rehan yang masih sedih memikirkan perkataan Rosa.
"Rosa,kelak kita tua aku ingin kita sering untuk mengunjungi tempat ini"ucap Rehan meraih tangan istrinya itu dan memegangnya dengan erat,Rosa hanya tersenyum sambil menatap langit.
hari menjelang sore,mereka sangat lelah mengelilingi tempat pemandangan itu,mereka duduk sambil menatap matahari hampir tenggelam sungguh indah suasana itu dan sepertinya tidak ingin pergi dari tempat itu.
"burung-burung yang berkicau seolah-olah ingin pulang ke sangkarnya untuk menemui pasangannya dan terlihat taman itu sudah sepi karena malam akan tiba sungguh indah tempat itu mereka pun memilih untuk pulang menuju Rumah.
mereka segera naik kedalam mobil di perjalan menuju mobil tiba-tiba ponsel Rehan berbunyi ternyata Melati sedang menelfon sekretaris Rehan.
(halo)ucap Rehan
(halo selamat malam pak)ucap Melati
(pak,ada berkas penting yang harus ditanda tangani dan klayen kita akan tiba di kantor 5 menit lagi)ucap Melati
(aku lagi di perjalan menuju kantor)ucap Rehan memutar setirnya menuju kantor
"mas,kita gak jadi pulang?"tanya Rosa
"tiba-tiba ada rapat sayang jadi aku harus pergi"ucapnya berkendara dengan laju
"jadi gimana dengan aku mas?"tanya Rosa
"kamu ikut aja,kalau kamu capek kamu bisa istirahat di ruangan aku "ucapnya sambil memarkirkan mobilnya.
Rehan dan Rosa segera masuk kedalam kantor dan berjalan menuju ruangan pribadinya untuk mengganti pakaiannya.setelah dia siap mengganti pakaian dia berjalan menuju pintu dan menatap melati sedang berdiri menunggunya di depan pintu.
__ADS_1
Rosa yang sejak tadi duduk di sofa seketika berdiri menatap melati wanita cantik dan sedikit seksi sedang berdiri bersama Rehan sambil menatap sebuah berkas.
"pak,para Klayen-kkayen kita sudah datang"ucap Melati dengan lembut,Rosa yang sejak tadi menatapnya merasa cemburu saat menatap tubuh melati begitu dekat dengan suaminya.
rasa curiga dibumbui rasa cemburu membuatnya semakin cemas,dia menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dengan menghela nafas.kemudian dia menatap kaca dan membuka syal penutup kepalanya dia memandangi kepalanya yang sudah mulai botak.
perlahan air matanya menetes dan melihat perubahan tubuhnya yang semakin kurus dan lemah,dia bersimpuh dilantai dan pikiran buruk hadir di hatinya.
dia tidak sanggup jika suaminya tergoda dengan wanita lain,dia menangis dan meletakkan sal nya dilantai,Rehan yang sudah siap rapat segera berjalan menuju ruangan dan mendapati Rosa sedang menangis.
"Rosa,Rosa!,kamu kenapa?,apa ada yang menyakitimu ucap Rehan menatapnya sambil mengangkat wajah Rosa dan mengambilkan sal dan menutupi kepala Rosa yang masih diam sambil menangis.
Melati yang menatapnya saat hendak ingin mengantar sebuah berkas keruangan Rehan terkejut dan merinding melihat Rosa,melihat keadaan itu melati punya simpati ingin merayunya dan menyingkirkan Rosa.
"Rosa,kamu kenapa?"tanya Rehan karena tidak mau menjawabnya.
"kalau kamu tidak ingin bicara ayo kita pulang "ucap Rehan karena sudah memahami Rosa yang masih meratapi nasibnya.
"Rehan mengangkat tangan Rosa dan berjalan menuju mobil ke parkiran,sampainya diparkiran mereka naik dan segera meninggalkan tempat itu.
"mas,"kata Rosa
"iya,ada apa ?"tanya Rehan fokus kejalan
"mas,melati itu cantik ya"ucap Rosa menatapnya dengan mata sayunya.
"ia,cantik"ucap Rehan sesekali melirik Rosa yang sedang menatap keluar
"melati memang cantik tapi lebih cantik wanita yang di sampingku,"seketika Rosa menatapnya saat Rehan merayunya.
"waktu aku berjumpa dan menabrak seorang wanita cantik disebuah Club,mataku bagaikan terhipnotis aku menyukainya jauh sebelum aku mengenalnya.sejak aku belum mengenalnya aku tidak pernah serius mencintai wanita dan jika aku menyukai sesuatu atau seseorang aku akan berusaha hingga aku bisa memilikinya dan aku sudah berhasil memilikinya dan wanita itu sedang duduk mendengar ceritaku"ucap Rehan menatapnya,Rosa hanya diam merasa bahagia.
sesampainya di lokasi rumahnya,Rehan memarkirkan mobilnya dan mengecup bibir Rosa sebelum dia turun dari mobil,kemudian dia menatap wajah istrinya lebih dekat sambil berkata
__ADS_1
"aku selalu mencintaimu,"ucapnya hendak ingin menciumnya lagi.
"mas,sudah.ibu sudah membuka pintu dan menatap kita "ucapnya mendorong dada Rehan dengan terkekeh