Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
Boncap 1


__ADS_3

"Sah ..." Teriak semua keluarga besar dari pihak Jasmin dan juga Dave saat keduanya melakukan ijab kabul di kediaman Papi Adam.


Setelah keluar dari rumah sakit, Dave dan juga Jasmin menutuskan untuk menikah


Penantian, perjuang yang Dave lakukan membawakan hasil yang sungguh sangat luar biasa. Tiap hari tak pandang lelah, Dave terus meminta maaf hingga ia bisa sampai pada titik dimana hari ini dirinya menikahi gadis yang amat ia cinta, wanita yang sungguh sangat luar biasa.


"Aku bahagia akhirnya bisa menikah denganmu" kata Dave tulus sambil menggenggam tangan Jasmin.


Jasmin hanya bisa tersenyum. Tak menjawab ucapan Dave.


"Daddy, ibu.." Panggil Ryan yang berlari menghampiri keduanya. Ryan memeluk Dave dan juga Jasmin secara bersamaan. "Aku bahagia melihat Dad dan juga Ibu bisa bersama." Kata Ryan sambil menitihkan air matanya.


"Sayang." Jasmin mengusap lembut pipi Ryan.


"Jangan menangis lagi. Daddy janji akan menjaga kalian semua." Dave pun ikut mengusap lembut pucuk kepala Ryan.


"Terima kasih Dad, karna sudah berjuang untuk kita. Dan terima kasih Ibu sudah membuka pintu maaf untuk Daddy."


Ryan kembali memeluk kedua orang tuanya. Semua yang berada di situ tersenyum sambil menitihkan air mata. Air mata kebahagiaan, karna akhirnya setelah sekian lama, Jasmin menemukan pria yang benar-benar tulus mencintai nya yang memperjuangkan kata maaf hingga sampai nyawanya hampir melayang. Dan Jasmin telah menemukan pria yang berjanji akan mencintai dirinya hingga akhir hayatnya.


Al tersenyum bahagia melihat Jasmin tertawa bersama dengan Dave dan juga Ryan. Kini Al merelakan Jasmin bahagia walau tak bersama dirinya. Karna cinta terbesar adalah ketika kita mau melihat orang yang kita cintai hidup bahagia walau itu bukan bersama kita.


"Semoga kau bahagia Jasmin." Batin Al

__ADS_1


Junior yang berada di situ langsung melangkah mendekat ke arah Jasmin yang juga Dave.


"Selamat Bro, akhirnya kau berhasil membuka hati adikku yang sudah lama beku." Kata Junior sambil mengulurkan tangannya.


"Terima kasih." Jawab Dave dan berjabat tangan dengan Junior.


Setelah berjabat tangan dengan Dave, kini Junior menatap Jasmin. Lalu merentangkan kedua tanganya ingin memeluk tubuh Jasmin, namun Dave yang melihat langsung dengan segerah memeluk tubuh Junior dengan sangat erat agar Junior tidak memeluk istrinya.


"Lepaskan!" Kata Junior sambil mencoba melepaskan pelukan.


"Terima kasih karna sudah peduli. Tapi tolong jangan sentuh istriku."


Dave melepas pelukan nya lalu tersenyum menatap Junior. Jasmin yang berada di situ hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kau lupa jika Jasmin istriku?" Jawab Dave.


Semua yang berada di ruangan tersebut kembali tertawa melihat keduanya yang beradu karna yang satu ingin memeluk dan yang satu tidak ingin jika miliknya di sentuh.


"Kau itu! Kau pria yang bucin." Ejek Junior,


"Kau lupa sayang kalau kau juga sangat bucin." Timpal Disthi yang tiba-tiba berada di belakang Junior.


Junior yang hapal betul dengan suara istrinya langsung menoleh. Dan tersenyum kikuk, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Selamat yah Dave, kau pria yang tangguh. Sungguh aku kagum pada dirimu." Ucap Disthi dan langsung memeluk Dave.


Junior langsung menarik lengan Dave agar menjauh dari istrinya. "Lepaskan istriku!" Pintanya.


"Bukan aku yang memeluknya tapi dia yang memelukku."


"Kau lihat kan Jasmin. Sepupumu ini sangat bucin. Dan sepertinya suami-suami kita itu turunan bucin yang sangat akut." Ucap Disthi saat melepas pelukan dari Dave. "Berbahagialah, kau pantas mendapatkan bahagia mu dengan pilihan yang sangat tepat ini." Disthi memeluk Jasmin.


"Terima kasih Dis."


__________


Malam pertama.


Kini Jasmin dan Dave berada di kamar. Dave langsung memeluk tubuh Jasmin dan beberapa kali mengecup pucuk kepala Jasmin. "Terima kasih, sudah menerima maafku dan mau menerima diriku menjadi pendampingmu."


"Terima kasih juga karna tetap terus memperjuangkan cintamu."


Dave lalu mencium bi-bir Jasmin dengan sangat lembut dan menuntun, hingga tanpa sadar kini keduanya sudah berada di atas tempat tidur.


"Aku mencintaimu Jasmin." Ucap Dave setelah ci-uman mereka terhenti.


Dengan lembut Dave mengusap pipi Jasmin. Lalu kembali men-cium bi-bir Jasmin yang kini menjadi candunya. Saat gairah keduanya telah meminta untuk di tuntaskan Dave memilih turun dari tempat tidur dan langsung masuk kedalam kamar mandi menyiram tubuhnya di bawah air shower yang sedang mengalir.

__ADS_1


Ia ingin melakukan hal itu pada Jasmin, tapi ia sadar diri. Dave takut! Takut jika melukai Jasmin karna mengingat dulu dirinya betapa kejam saat melakukan hal itu pertama kali pada Jasmin.


__ADS_2