
Hari yang semakin gelap membuat Rosa semakin kwatir dengan Rehan yang belum pulang seharian tanpa ada kabar darinya.
dia menunggu Rehan di depan rumahnya itu hingga larut malam
sesekali dia menatap kearah jalan berharap Rehan sudah kembali.
Rehan, kamu kemana kenapa gak kasih kabar! gumamnya
Bu Vivi yang hendak ingin ke kamar mandi berjalan dan menatap pintu sedikit terbuka
dia mengira kalau perampok telah masuk kerumahnya, dengan rasa kwatir dan ketakutan dia berjalan dengan perlahan.
tiba-tiba dia menatap Rosa yang sedang berdiri sambil mondar mandir menatap jalan yang sudah sepi karena sudah larut malam, Bu Vivi langsung menghampirinya dan berkata.
"Rosa, sedang apa kamu disini? lihat ini sudah larut malam"kata Bu Vivi sambil menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 12:00 malam .
"mah, Rosa sangat kwatir dengan Mas Rehan yang belum pulang dan seharian gak kasih kabar "kata Rosa dengan Wajah gelisah
"Rosa, sebaiknya kamu masuk kedalam kamar. dia itu bukan anak kecil lagi, dia itu sudah pintar untuk jaga diri "kata Bu Vivi sambil mengusap-usap pundak Rosa.
sebelum dia masuk kedalam kamar, suara dan cahaya lampu mobil Rehan membuatnya menoleh ke arah pintu. kemudian dia berlari untuk membuka pintu
dan menatap Rehan sedang berdiri di depan pintu rumahnya.
dengan merasa senang Rosa langsung memeluknya sambil menangis dan berkata.
"Mas Rehan, kamu kemana seharian gak pulang ke rumah ? " tanya Rosa
"Rosa, Mas gak kemana mana kok. Mas seharian di rumah Aldo!" kata Rehan tersenyum sambil mengusap-usap pundak Rosa.
"Mas, kamu tau gak? seharian aku menunggu kamu disini "kata Rosa menatapnya.
"ya sudah, kita masuk ke rumah yuk!. Mas udah kedinginan pengen yang ini "kata Rehan sambil memasukkan tangannya kedalam celana Rosa dengan tatapan memangsa.
"Mas, tapi aku mau di gendong " kata Rosa sambil tersenyum
Rehan yang tidak pernah menolak keinginan Wanita yang teramat dia cintai itu langsung beranjak menuju kamar sambil menggendong tubuh Rosa yang sangat manja.
Sampainya dikamar Rehan langsung membaringkan tubuh Rosa di atas Ranjang, Rehan menatap Rosa dengan tatapan genitnya.
dengan bergairah Rehan langsung melepaskan pakaiannya, setelah Rehan puas menatap tubuhnya dia langsung naik keatas tubuh Rosa mereka bertempur selama satu jam.
__ADS_1
setelah siap bertempur Rosa langsung tidur di atas lengan Rehan sedangkan putranya itu tidur di samping kiri Rehan.
jam menunjukkan pukul 07:00 pagi Rosa langsung bangun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi
setelah siap mandi Rosa langsung berpakaian dan berjalan menuju lantai bawah
untuk membantu bibi Yuna memasak di dapur.
suara ketokan pintu membuat
bibi Yuna berlari untuk membuka pintu, kemudian dia berjalan menghampiri Rosa dan berkata
"non, Pak Hardi ada di depan" kata Bibi Yuna. dengan langkah yang sangat berat dan di bumbui rasa takut, Rosa langsung
berjalan menghampirinya.
sampainya di depan pintu dia menatap Pak Hardi sedang berdiri menatapnya, sebelum Pak Hardi berbicara Rosa langsung berlari menuju kamar untuk membangunkan suaminya.
"Mas, mas, ayo bangun! "teriak Rosa dengan panik
"ada apa sih sayang? "kata Rehan sambil mengusap-usap wajahnya dengan keras.
"itu, di depan rumah ada papa" jawab Rosa
"mama, masih tidur"jawab Rosa
"ya udah kita turun, tapi aku mau cium "ucap dengan mata genitnya
"Mas, ayo dong aku takut sama papa"kata Rosa sambil menarik tangan Rehan
sampainya di lantai bawah, Rehan menatap Pak Hardi sedang duduk diruang tamu
kemudian mereka menghampirinya dan berdiri menatapnya.
"untuk apa papa datang kemari?" tanya Rehan dengan kedua tangan di atas dada.
"saya ingin mama kamu supaya kembali ke rumah "ucap Pak Hardi
"gak pah, mama gak boleh pergi dengan papa "kata Rehan
"saya lebih berhak atas mama kamu"jawab Pak Hardi menatapnya.
__ADS_1
"papa jangan seenaknya mengusir mama dari rumah"teriak Rehan dengan keras
suara keras Rehan terdengar dari kl kamar Bu Vivi, dengan merasa panik Bu Vivi langsung berlari menuju ruang tamu dan menatap Pak Hardi sedang berdiri menatap Rehan dengan tajam.
"Rehan, apa yang terjadi? "tanya Bu Vivi sambil menatapnya.
"sekarang mama jawab aku, pilih aku atau papa? "tanya Rehan
"mama gak ngerti nak "jawab Bu Vivi kebingungan
"mah, papa ingin supaya mama kembali ke rumah"kata Pak Hardi sambil menarik tangan Bu Vivi
"enak saja kamu! mama ingin tetap tinggal disini "jawab Bu Vivi sambil meliriknya.
"mama sudah berani melawan papa! "teriak Pak Hardi dengan keras.
"ya, saya sudah berani melawan kamu Hardi!! "Jawab Bu Vivi dengan keras
"selama ini saya selalu diam sama papa, sekarang mama sudah berani melawan,, "ditambah Bu Vivi
setelah mendengar perkataan istrinya itu, Pak Hardi langsung pergi tanpa berucap kata. sampainya di rumah Pak Hardi dia langsung duduk di tepi ranjang sambil menatap jendela kaca.
karena dia merasa lapar Pak Hardi langsung melangkah menuju dapur, sampainya di dapur dia tidak mendapati apa-apa dimeja makan ditambah para pembantunya yang sudah keluar dan Jesika yang sudah kembali ke rumah papanya membuat Pak Hardi semakin kesal dan menyesali perbuatannya yang terlalu kejam terhadap keluarganya.
Pak Hardi langsung duduk di meja makan sambil meneteskan air mata kemudian dia berteriak dengan keras.
"Mah, papa sudah salah, papa menyesal karena udah mengusir kamu dari rumah!! "ucap Pak Hardi sambil menangis dan bersimpuh di lantai dapur.
karena kecapean saat menangis Pak Hardi langsung pergi menuju kamar dan duduk di tepi ranjang sambil menatap poto Rehan bersama Pak Hardi saat memancing waktu Rehan masih kecil.
Kemudian Pak Hardi mengangkat Foto nya dan menangis sambil menatapnya
dengan rasa penyesalan Pak hardi mencium Foto-foto Rehan waktu kecil sambil berkata.
"Rehan, papa sudah salah, papa yang udah bikin hidup kamu kacau!! papa ingin sekali memeluk kamu dan minta maaf " kata Pak Hardi sambil menangis dan menatap foto-foto itu.
setelah beberapa menit, kemudian Pak Hardi meletakkan foto itu kembali keatas meja yang berada di samping cermin dengan merasa lelah Pak Hardi langsung berbaring di atas ranjang beristirahat.
sedangkan Rehan masih berdiri di kamar sambil menatap kaca jendela kamarnya, dia selalu teringat diwaktu masih kecil saat bersama dengan Pak Hardi
Rehan yang begitu sangat menyayangi kedua orang tuanya membuatnya meneteskan air mata bahagia.
__ADS_1
beberapa menit kemudian dia menatap Rosa yang sedang tidur dengan pulas di atas ranjang bersama putranya itu. Rehan langsung menghampirinya dan mencium kening Rosa dan wajah putranya itu.