Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
107


__ADS_3

"Katakan, dimana anakku?" teriak Jasmin bertanya pada Dave, kala Jasmin sudah berada di dalam rumah Dave.


Dave hanya diam, sungguh ia tak tahu harus berkata apa pada Jasmin.


"Katakan di mana Ryan? ayo jawab jangan hanya diam saja." Ucap Jasmin sambil menggoyangkan kedua pundak Dave, namun Dave hanya diam membisu.


Jasmin tak kuasa menahan amarahnya, hingga ia tanpa sadar langsung menampar pipi Dave. "Katakan dimana anakku?" Tanya ulang Jasmin dengan wajah yang memerah karna amarah. Bahkan air mata Jasmin sudah menetes, karna ia yakin bahwa anaknya saat ini sedang tidak baik-baik saja.


"Dave!!" Bentak Jasmin. "Jika kau hanya diam saja seperti ini, jangan salahkan aku jika aku tidak akan memaafkan mu seumur hidupku." Ancam Jasmin, lalu mulai berjalan mundur. "Aku hitung sampai tiga, jika kau tidak mengatakan dimana Ryan, ingat! jangan harap aku akan memaafkan dirimu seumur hidupku."


"Satu.."


Jasmin berjalan mundur.


"Dua.."


"Ti-,


Dengan menghela nafas, Dave langsung berkata. "Ryan di culik oleh Margaret."

__ADS_1


"Apa?" Jasmin berjalan maju menuju Dave. "Coba katakan sekali lagi?"


"Ryan di culik oleh Margaret." Ulang Dave, dan Jasmin langsunh pinsang di hadapan Dave. Untung saja Dave dengan cekatan langsung menahan tubuh Jasmin sehingga tak langsung katuh ke lantai.


Dave langsung membawa Jasmin masuk kedalam kamarnya. Di letakkan Jasmin secara perlahan di tempat tidur. "Ini yang aku takutkan jika kau tahu apa yang terjadi pada anak kita." Gumam Dave sambil menyibak rambut Jasmin yang berada di pipi mulus Jasmin.


Dave langsung menghubungi dokter agar memeriksa keadaan Jasmin beserta keadaan bayi yang kini sedang berada di dalam kandungan Jasmin.


...🍃🍃🍃🍃🍃...


"Apa? Saat ini wanita ja-lang itu berada di rumaj Dave?" Teriak Margaret marah saat salah satu anggotanya memberi kabar jika Jasmin sedang berada di rumah Dave.


Margaret lalu memutuskan sambungannya, dan melirik kearah Ryan, dengan penuh kebencian.


"Ibu.. Ibu, sakit. Tolong hentikan Bu." Ucap Ryan sambil menangis memohon.


"Ini semua karna ulahmu."


"Maafkan Ryan Bu, auuuhhh, ibu sakit. Tolong hentikan bu." Ringis Ryan sambil memohon agar Margaret berhenti memukulinya dengan selipit.

__ADS_1


"Sakit bu, sakit. Hikksss, hiikkkssss,hikkkksss. Ibu sakit.. sakit bu..." Tangis Ryan


Namun sepertinya Margaret tidak mendengar leluhan anaknya. Amarah, kecemburuan, sudah merasuki Margaret, hingga ia lupa akan darah dagingnya sendiri. Ia lupa jika Ryan, sang anak saat ini sedang melemah akibat pukulan yang terus ia berikan.


"Ibu, maafkan Ryan." Lirih Ryan dengan suara yang mulai melemah.


Hingga detik berikutnya Ryan tak lagi merintih, tak lagi berucap.


🍃🍃🍃🍃


"Ryan anakku." Teriak Jasmin saat telah sadar dari pingsan nya.


"Jasmin." Ucap Dave lalu memeluk tubuh Jasmin yang saat ini sedang duduk di atas tempat tidur. Karna semenjak Jasmin pingsan. Dave selalu berada di samping Jasmin.


"Dave, kumohon tolong anakku." Pinta Jasmin sambil menitihkan air matanya.


"Aku janji, akan menemukan Ryan."


"Dave, aku tidak bisa hidup tanpa Ryan, jadi tolong selamatkan Ryan."

__ADS_1


"Iya, aku janji."


"Aku janji padamu Dave, apapun yang kau minta akan aku berikan, asal kau menemukan Ryan dan membawa Ryan padaku."


__ADS_2