
"Tidak ada kesempatan untuk pria sepertimu." Tegas Disthi lalu melepas paksa tangan Dave dan menarik tangan Jasmin agar ikut bersamanya masuk kedalam rumah.
"Tunggu! Kumohon! Kasih aku kesempatan" Dave mencoba melangkah namun langkahnya terhenti karna ada Junior disana yang menghadang.
"Jangan berani mendekat jika kau mau selamat" ancam Junior. "Tutup gerbangnya, dan ingat jangan biarkan pria ini masuk kedalam rumah, apapun alasannya" titah Junior.
"Baik tuan."
Lalu pintu gerbang pun ditutup. Dave hanya bisa menghela nafas pasrah, karena usahanya malam ini kembali gagal. Gagal berbicara kepada Jasmin, dan meminta maaf secara tulus kepada Jasmin.
Dengan langkah gontai Dave berjalan menuju mobilnya, membuka pintu mobil lalu masuk kedalam. Dave duduk dibalik stir kemudi. Dave menatap rumah Jasmin. "Setiap hari, aku akan datang. Sampai kau mau memberikan maaf padaku." Gumamnya. Lalu menyalakan mesin mobil dan mengendarai mobilnya untuk pulang.
Sesampainya dirumah, ternyata Ryan sudah tertidur pulas didalam kamar Dave. Kesakitan di wajah dan tubuh Dave seketikan hilang bak ditelan bumi. Saat melihat sang anak tertidur lelap di tempat tidurnya.
"Maafkan Daddy sayang, yang belum bisa membawa ibumu pulang." Ucap Dave pelan sambil mengusap lembut pucuk kepala Ryan.
"Maafkan Daddy." Air mata Dave jatuh membasahi pipinya. Tapi dengan secepatnya ia menghapus air mata tersebut.
Lalu Dave mengecup kening Ryan. "Daddy tidak akan menyerah sampai ibumu mau memaafkan Daddy dan mau kembali lagi."
Dave meminum alkohol sambil duduk dan bersandar didinding kamarnya. Sesekali Dave membenturkan kepala belakangnya kedinding. Dan bahkan Dave juga menangis. Menangis menyesali apa yang telah ia perbuat selama ini kepada Jasmin yang begitu sangat kasar dan kejam. Dave memutar kembali kenangan dahulu saat ia yang tiada hentinya selalu menghina Jasmin.
"Maafkan aku, maaf" kata-kata yang selalu terlontar dari mulut Dave.
Sambil menangis, dan meminum alkoholnya.
Dan tanpa Dave tahu, ternyata Ryan melihat apa yang Dave lakukan saat ini. Ryan menangis dalam diam, memerhatikan Dave yang tengah menangis sambil menyesali perbuatannya selama ini.
__ADS_1
"Daddy." Batin Ryan.
Sungguh ingin sekali Ryan memeluk tubuh Daddy nya. Tapi Ryan tahu jika Dave tidak ingin terlihat lemah dimatanya.
Ryan hanya terus bisa melihat Dave yang terus menangis. Hingga Ryan tertidur pulas.
"YaRabb beri aku satu kesempatan itu, dan akan aku pergunakan baik-baik untuk meminta maaf padanya. Aku menyesal yaRabb, sangat menyesal." Lirih Dave.
Pagi harinya
"Kau sudah bangun sayang?" Tanya Dave pada Ryan.
"Ya Dad." Jawabnya lalu menatap Dave. "Daddy jam berapa Daddy tidur?" Tanya Ryan, karna ia semalam ketiduran dan tidak mengetahui apa lagi yang terjadi saat matanya sudah terpejam.
"Daddy, hhmm." Dave terdiam sejenak. "Semalam Daddy cepat tidur, makanya sekarang Daddy cepat bangun" jawabnya dengan bohong. Karna sejujurnya Dave menutup matanya saat matahari mulai terbit, tapi itupun hanya sebentar, karna Dave ingat harus mengurus Ryan untuk bersekolah. "Ayo sayang, kau harus bersiap-siap. Dad akan mengangarmu ke sekolah."
"Baiklah Dad." jawab Ryan lalu turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar Dave menuju kamarnya.
"Kau yakin akan pergi bekerja sayang?" tanya Mom Yoona pada Jasmin.
"Iya Mom."
"Yakin?" tanya Mom sekali lagi.
"Yakin Mom." jawab Jasmin.
"Semoga saja Jasmin, tidak bertemu dengan pria itu lagi" gumam Mom Yoona.
__ADS_1
Hay hay hay semuanya reader kesayangan otor rebahan yang suka khilaf dan ngeselin.. Makasih yah udah dukung karya otor hingga sampe titik kuota penghabisan🤣🤣🤣.
Sesuai janji autor akan bagi" pulsa 20 untuk 10 reader yang begitu sangat setia dukung karyaku
untuk ke 10 pemenang, yukk ketuk pintu GC autor, untuk masuk kedalam mengambil hadiah kalian.
Dan yang belum mendapatkan pulsa. jangan berkecil hati. Karna autor akan kembali membagi gift pulsa di novel AFTER MARRIAGE. jadi tetap setia yah kak, dukung karya ku🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
MAKASIH SEMUANYA🙏🥰
calangheeooooo😘😘😘😘😘