Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 39 mengikuti acara pertunjukan


__ADS_3

Pagi hari yang indah Rehan dan istrinya harus pergi untuk menghadiri acara pertunjukkan anaknya di sebuah tempat.Rosa yang keadaannya masih memburuk dengan semangat berapi-api ingin menyaksikan pertunjukan anaknya.


Rosa sengaja membuat pertanda di pakaian anaknya supaya dia bisa jelas melihat anaknya dari kursi tamu saat Rey di atas panggung di saat menyaksikan pertunjukan nanti.


Sebelum mereka pergi ketempat acara pertunjukan,Rehan dan Rosa segera membersihkan badannya,setelah siap berpakaian Rehan memandangi istrinya yang sedang merias wajahnya secantik mungkin.


Walaupun keadaan Rosa sangat memburuk tetapi Rehan tidak pernah malu untuk mendampingi istrinya itu kemana pun mereka pergi. Jam menunjukkan pukul 10:00 pagi,mereka langsung turun ke lantai bawah..


Sampainya di lantai bawah mereka menatap Bu Vivi dengan menggunakan kaca mata hitam sedang berdiri di ruang tamu menatapnya.Rehan dan Rosa segera menghampirinya dan berkata.


"mama mau kemana? kok rapi banget"tanya Rehan memandang nya dengan tersenyum.


"mama juga mau ikut melihat cucu saya"jawab Bu Vivi


''ya udah,sebaiknya kita berangkat, nanti kita terlambat"kata Rosa sambil menggandeng tangan Rehan.Mereka beranjak menuju mobil dan langsung naik ke dalam mobil.


Sampainya di lokasi,Bu Vivi dan Rosa langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk para tamu. sedangkan Rehan langsung pergi untuk mengantarkan Rey di tempat perkumpulan teman-temannya.


"jagoan papa harus semangat ya!"kata Rehan sambil mengusap-usap kepala Rey dengan senyum lembutnya.


"iya pah,"jawab Rey dengan tersenyum menganggukkan kepalanya.


"sekarang kamu gabung sama teman-teman kamu, papa dan mama akan duduk di sana untuk memberikan semangat buat jagoan papa"kata Rehan


"ok pah,"kata Rey langsung beranjak menghampiri guru pelatihnya.Rehan segera melangkah untuk menghampiri istrinya dan Bu Vivi yang sedang duduk di kursi di baris kedua dari depan.


"sayang,kamu udah minum obat kan?"tanya Rehan sambil menggenggam tangan Rosa


"udah sayang"jawab Rosa menatapnya dengan tersenyum.


Di saat acara pertunjukkan di mulai para tamu bertepuk tangan sambil bersorak dengan semangat di saat anak-anak naik ke atas panggung,disaat acara pertunjukan di mulai semakin lama Rosa menatapnya penglihatannya semakin memburuk dan tidak jelas melihat Rey diatas panggung.

__ADS_1


Dia segera menyandarkan kepalanya di pundak Rehan karena pusing.Rehan segera menatapnya sambil berkata.


"sayang,kamu kenapa?"tanya Rehan sangat kwatir.


"aku gak apa-apa kok sayang"jawab Rosa dengan lemas


"ya udah,sekarang kamu minum obat"kata Rehan sambil mengambil obat Rosa dari tasnya dengan sebotol AQUA.


"Rosa langsung meminum obatnya dan bersandar di pundak Rehan hingga tertidur.


Sedangkan Bu Vivi masih asik menatap ke atas panggung,tanpa sengaja dia menatap Pak Hardi sedang duduk di samping dua orang wanita yang di samping Bu Vivi.


Kedua bola matanya melotot karena terkejut di saat menatap Pak Hardi, dia langsung pergi menuju mobil tanpa pamit kepada Rehan.Pak Hardi sesekali meliriknya di saat Bu Vivi berjalan menuju mobil Rehan ke parkiran.


Pak Hardi segera melangkah untuk mengikuti Bu Vivi dari belakang tubuhnya.sampainya di parkiran sebelum Bu Vivi meraih pintu mobil Pak Hardi langsung menarik tangan Bu Vivi hingga dia terkejut.


"mama,kamu datang sama siapa?"tanya Pak Hardi


"emang itu penting buat kamu?"tanya Bu Vivi dengan senyum mengejek.Pak Hardi hanya diam sambil menganggukkan kepalanya.


"mah,kamu mau kemana? "tanya Pak Hardi sambil menarik tangan Bu Vivi dengan keras


"aku mau naik ke dalam mobil,aku malas ngomong sama kamu"jawab Bu Vivi


"mah,aku minta maaf ya.selama ini papa udah kejam sama mama dan juga anak kita Rehan "kata Pak Hardi dengan memohon.


"aku tidak ingin bicara dengan kamu.lepasin tangan aku "kata Bu Vivi langsung menghempaskan tangan suaminya itu.kemudian dia langsung masuk kedalam mobil dan menguncinya dari dalam


Bu Vivi sama sekali tidak peduli dengan suara Pak Hardi yang sedang berteriak sambil mengetok pintu kaca mobilnya.air matanya tidak terasa bercucuran dari kedua bola matanya.


Bu Vivi langsung mengusap air matanya sambil menatap ponselnya yang sedang berbunyi

__ADS_1


(halo,ada apa Rehan?)suara Bu Vivi bergetar


(halo,mama dimana? mama nggak kenapa-kenapa kan?)Rehan sangat kwatir saat mendengar suara Bu Vivi yang bergetar karena habis menangis


(mama nggak kenapa-kenapa kok dan sekarang mama ada di mobil)kata Bu Vivi sambil menatap Pak Hardi yang sedang berjalan menuju mobilnya


(udah ya mah,ini kami udah datang)kata Rehan langsung memutus sambungan teleponnya.


Setelah beberapa menit,terlihat Rehan,Rey dan Rosa dengan lemas berjalan menghampiri Bu Vivi yang sedang duduk di dalam mobil.mereka langsung masuk ke dalam mobil dan berkata


"mama,habis nangis ya?"tanya Rehan sambil menatap wajah Bu Vivi dengan mata merah akibat karena menangis.


"nggak,mama nggak ada nangis"ucap Bu Vivi dengan cuek


"ayo,mama jujur aja deh.mama kangen ya sama papa!"ucap Rehan tersenyum memanas-manasi Bu Vivi.


"kamu jangan bercanda,ayo cepat kita pulang"ucap Bu Vivi dengan marah seketika membuat Rehan menatap Rosa dengan bertanya-tanya.


Rehan segera mengendarai mobilnya dengan laju tanpa berbicara,mereka hanya diam mematung sambil memikirkan Bu Vivi yang seketika marah dan emosinya meluap-luap dengan tidak biasanya.


Sampainya di rumah Bu Vivi langsung keluar dan menutupkan pintu mobilnya dengan keras hingga membuat mereka bertiga terkejut.


Bu Vivi langsung masuk ke dalam rumah tanpa berucap kata,sedangkan mereka bertiga hanya diam sambil tersenyum saling menatap disaat melihat sifat Bu Vivi yang tidak biasanya.


"Pah,nenek kenapa ya? gak biasanya"ucap Rey


"papa juga gak tau"jawab Rehan sambil menggarut kepalanya


"sekarang kamu tidur ya,ini udah malam"tambah Rehan


"iyah pah"jawab Rey langsung beranjak menuju kamar Bu Vivi karena Rey setiap harinya tidur bersama Bu Vivi.

__ADS_1


"sayang,sekarang kita tidur ya"ucap Rehan sambil membantu Rosa berjalan menuju kamar. Sampainya di kamar Rosa langsung berganti pakaian,Rehan mengusap wajahnya dengan keras di saat menatap tubuh Rosa yang begitu indah tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.


Rehan menghampirinya dan memeluknya dari belakang tubuh Rosa,kemudian Rehan langsung mencium lehernya hingga meninggalkan bekas merah.Rosa membalasnya dengan melingkarkan kedua tangannya di atas leher Rehan kemudian mereka beranjak ke atas ranjang untuk beristirahat dan tidur dengan selimut sebatas leher.


__ADS_2