
Hingga sehari telah berlalu. Dave menggebrak meja dengan kedua tangannya. Karna hingga sampai saat ini belum juga menemukan kabar tentang Margaret yang telah menculik Ryan.
Rifqi yang berada di dekat Dave pun hanya bisa terdiam. Rifqi akui Margaret begitu sangat pintar dan juga licik. Setiap dia mengirim kan video pasti lokasi nya selalu berbeda-beda dengan ponsel yang juga berbeda, dan no yang berbeda pula.
"Wanita ular." Teriak Dave penuh dengan amarah. "Temukan dia sekarang juga. Dan jangan kembali jika tidak membawa anakku." Titahnya pada anggotanya.
"Baik tuan." Ucapnya serentak.
"Rifqi, bagaimana kabar Jasmin?" Tanya Dave sesaat melihat Rifqi yang masih setia berada di ruangannya.
"Saat ini Jasmin masih baik-baik saja. Karna ada Tyas yang menemaninya. Tapi aku yakin saat ini pasti Jasmin sudah sangat rindu dengan Ryan."
"Yah kau benar, Jasmin sangat susah untuk dipisahkan dengan Ryan. Dan aku takut jika sampai Jasmin tahu, maka itu akan membahayakan kandungannya."
"Jadi kita harus bagaimana sekarang?" Tanya Rifqi.
"Aku akan menunggu kabar dari anak buahku dulu."
"Kalau begitu aku permisi dulu. Aku juga ingin mencari tahu di mana Ryan." Rifqi pamit
Setelah mengendari mobilnya, kini Rifqi telah sampai di rumah Jasmin. Rifqi segera turun dari mobil, ingin bertemu dengan Jasmin, namun tanpa sengaja Rifqi menabrak tubuh Tyas membuat Tyas terjatuh.
__ADS_1
"Auhhh." Ringis Tyas sambil memegang pinggangnya.
"Masih muda tapi sudah seperti orang tua."
"Kau!" Tyas geram dengan pria yang ada di hadapannya. Bukannya membantu malah mengomel.
"Apa?" Tanya Rifqi dengan wajah dinginnya.
"Ouh iya kau sih asisten pria gila itu kan. Pantas saja sifatmu seperti ini. Pasti kau juga sudah ketularan gila." Ledek Tyas setelah berhasil berdiri sambil menepuk bokongnya yang terasa nyeri karna terbentur lantai.
"Kau aneh!" Ucap Rifqi dan mulai melangkah, namun langkahnya terhenti kala Tyas menahan tanganya.
"Banyak bacot." Ucap Rifqi lalu menyentakkan tangan Tyas agar tidak menahannya. Dan benar saja Rifqi berhasil, dan langsung berjalan meninggalkan Tyas yang masih mengomel.
"Hey pria dingin. Kau itu kulkas sepuluh pintu atau manusia?" Teriak Tyas namun tak mendapatkan jawaban.
.......
"Jasmin." Panggil Rifqi setelah masuk kedalam rumah.
Ternyata Rifqi dan Jasmim sudah berjanji lebih dulu lewat pesan untuk bertemu.
__ADS_1
"Hey Rifqi, apa kabar?" Tanya Jasmin
"Baik. Ouh iya Jasmin-," ucapan Rifqi tak terus karna Tyas datang menyelah.
"Kau itu tidak sopan. Ayo minta maaf."
Rifqi hanya menautkan satu alisnya menatap Tyas.
Sedangkan Jasmin menatap keduanya secara bergantian. "Ada apa ini?" Tanya Jasmin.
"Dia membuat ku jatuh, dan bokongku sakit." Kata Tyas sambil mengusap bokongnya. "Dan dia pergi begitu saja, tanpa minta maaf dan tanpa mau membantuku." Keluh Tyas.
"Manusiah aneh."gumam Rifqi yang masih dapat di dengar oleh Tyas dan Jasmin.
"Apa kau bilang." Kata Tyas sambil memukul kepala Rifqi dengan bantal sofa.
"Hentikan!" Teriak Rifqi. Tapi Tyas tetap saja memukulnya, membuat Jasmin tertawa
"Hahahahaah, sepertinya kalian jodoh." Ucap Jasmin di sela tawanya, membuat kedua manusia yang ada di hadapannya menatap Jasmin dengan tatapan yang sulit di artikan, dan Jasmin pun langsung berhenti tertawa.
"Jasmin!" Teriak keduanya serentak.
__ADS_1