Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 43 Rey bersama dina


__ADS_3

"apa kalian pacaran?"tanya ibu Ratna.Rey tersenyum menggeleng kepala dam dia segera pamit kepada ibu Ratna.


malam yang semakin larut dia memilih untuk pulang menuju rumah,sampainya di rumah dia menatap Rehan sedang berdiri di depan pintu menatapnya.


Tetapi Rey tidak peduli,dia langsung berjalan menuju kamar dengan cuek,dada Rehan semakin panas saat menatap Rey yang sedang berjalan menuju kamar.


"Rey!"teriak Rehan.Rey tidak menjawab dia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah papanya.


"dari mana saja kamu?kenapa kamu pulang larut malam?"tanya Rehan menatapnya dengan tajam


"dari Rumah teman"kata Rey dengan dingin kemudian dia melanjutkan langkahnya


"Rey,papa belum siap ngomong"ucap Rehan sangat marah.Rey menghentikan langkahnya.


"pah aku tidak ingin bicara,aku ingin sendiri"kata Rey


tak,,tak,,suara tangan Rehan saat mendarat di wajah Rey


"kamu tidak pernah menghargai papa"ucapnya sangat marah


"papa yang tidak pernah peduli dengan saya"kata Rey sambil menangis dan pergi menuju kamar.


Rehan hanya diam sambil menatap Rey yang sedang berjalan menuju kamar.Rey duduk terpaku ditepi ranjang


Sedangkan Rehan masih berada di ruang tamu dengan mondar-mandir sambil memikirkan setelah apa yang dia lakukan kepada anaknya.


sejak kapan aku tidak pernah peduli dengan Rey? Rehan berkata-kata sendirian


''Mas,sedang apa kamu disini?"terdengar suara Rosa dari belakang tubuhnya.


"Mas,lagi gak bisa tidur,Mas lagi pusing.akhir-akhir ini Mas sangat sibuk di kantor"kata Rehan menutupinya.


"oh,saya ke dapur dulu ya Mas "kata Rosa beranjak menuju dapur.Dengan rasa bersalah,Rehan memilih untuk pergi menuju kamar Rey


tok,,tok,,suara ketokan pintu


"Rey,boleh papa masuk?"tanya Rehan.tetapi Rey hanya diam dan tidak menjawab perkataan Rehan.


Karena Rey tidak menjawab dia memilih untuk pergi menuju kamar. sampainya di kamar dia memilih untuk berbaring di samping istrinya itu sambil mendengarkan Rosa bercerita tentang penyakit nya yang sudah sembuh.


"sayang,Mas,sangat senang saat membaca pesan kamu"ucapnya


"aku juga sangat senang Mas aku tidak menyangka kalau penyakitku ini sudah sembuh"ucap Rosa tersenyum

__ADS_1


"dokter Arjun memang hebat,dia selalu melakukan yang terbaik untuk kamu"ucapnya sambil rebahan.


Jam menunjukan pukul sembilan pagi,Rey bangun dan segera pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.setelah siap berpakaian dia langsung turun kelantai bawah,dia menatap Bibi Yuna dan para pembantu yang lainnya sangat sibuk membersihkan rumah dan sebagian lagi sedang memasak beberapa menu makanan yang sangat mengguyur selera makan.


"Bibi,biasanya setiap hari minggu kita selalu makan di luar,kenapa hari ini makanan sangat banyak di masak?"tanya Rey kebingungan.


"den,hari ini kita ada tamu.jadi Bu Rosa yang menyuruh kami untuk mengerjakan semua ini."kata Bibi Yuna.


"siapa mereka bi?"tanya Rey dengan penasaran


''saya juga gak tau den''jawab Bibi Yuna


Rey melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu dan berbaring sambil nonton acara tivi.tiba-tiba security-nya datang menghampirinya.


"den,diluar ada tamu"kata pak securit


''suruh saja mereka masuk''kata Rey langsung duduk di sofa.Kira-kira lima menit keluarga Pak Tomi masuk ke dalam rumah


"silahkan duduk Om,tante"kata Rey dengan ramah.


Bi,,,tolong panggilkan papa sama mama"teriak Rey


"iya den,kata Bibi Yuna dari dapur dan segera berjalan menuju kamar.


"hei,gimana kabarnya?"tanya istri Pak Tomi sambil menyalami Rosa.


"puji Tuhan,penyakit saya sudah mulai sembuh"kata Rosa tersenyum


"perkenalkan,ini adalah dina anak kami satu-satunya"kata istri Pak Tomi.


"putri kamu cantik ya"kata Rosa tersenyum


"terima kasih tante!"kata Dina tersenyum.dina adalah wanita yang cantik dan gendut hanya saja dia sedikit tomboi yang sifatnya kasar tapi baik dan pemberani.


"oh iya,makan siang sudah masak.gimana kalau kita makan dulu?"kata Rosa.


"Bu Rosa gak usah repot-repot"kata Istri Pak tomi terkekeh


"tidak apa-apa.kami sangat senang jika keluarga pak Tomi mencicipi masakan istri saya"kata Rehan tersenyum.


"baiklah,"kata Pak Tomi


Mereka segera beranjak menuju dapur dan duduk sambil mencicipi makanannya,seketika mereka menatap Rey yang sedang terkekeh saat menatap Dina makan sangat banyak

__ADS_1


Rosa sungguh tidak nyaman duduk saat menatap Rey sedang terkekeh melihat Dina yang sedang makan dengan rakusnya.


Kemudian Rosa sengaja memijak kaki Rey hingga makanan tersendat di tenggorokan Rey.rosa melakukan itu sebagai peringatan untuk anaknya.


"Rey,kamu minum dulu" kata Rehan menawarinya segelas air putih.Rey menganggukkan kepalanya dan segera meminumnya.


Setelah siap makan,mereka masih duduk dan membicarakan tentang perjodohan Rey dan juga dina.sedangkan Rey memilih untuk pergi keluar mencari udara segar.


Kenapa harus diba yang dijodohkan kepada saya,kenapa Bukan Ayu? Rei berkata-kata di sendirian


"eh,anak kecil saya juga tidak suka dijodohkan sama kamu"ucapnya dengan sombong.


"serius kamu?,berarti prinsip kita sama dong"ucap Rey tersenyum


"oh iya,nama kamu siapa?"tanya dina mengikutinya.


"apa pentingnya namaku untuk kamu?,aku ingin jika orang tua kita sudah selesai bicara kamu langsung pulang aja"kata Rey dengan cuek.dina merasa kehadiran keluarganya tidak dihargai dia segera membalas nya dengan melompat ke punggung Rey dan menggigit telinga Rey.


"eh,monyet lepasin"kata Rey meronta kesakiran


"apa,lo bilang gue monyet? eh nama gue dina bukan monyet!"kata dina


"gue gak peduli dengan nama kamu,lepasin gigi kamu dari telinga saya"kata Rey meronta kesakitan.dina segera melepaskan gigitan itu dan menghindar dari Rey.


"awas lo kalau berani memanggil saya monyet"kata Dina sambil berdiri.


"ah,,sial!"kata Rey langsung masuk kedalam kamar.


"non Dina ,dipanggil pak Tomi"terdengar suara Bibi Yuna dari belakang tubuh Dina.wanita itu langsung pergi tanpa menjawab perkataan Bibi Yuna.sampainya di ruang tamu dia langsung duduk di samping Pak Tomi.


"Dina ,kamu dari mana saja?"tanya ibunya menatapnya


"Dina ,sejak tadi diluar ngobrol sama anaknya Tante rosa"jawab Dengan tersenyum


"maaf ya bu,maklum pikiran Dina Belum matang"kata ibunya tersenyum


"gak apa-apa.nanti dia juga akan berfikir dewasa"kata Rosa


"ya sudah,kami pamit ya.terima kasih atas makan siangnya"kata Pak Tomi


"sama-sama"kata Rehan dengan terbahak-bahak.Setelah keluarga pak tomi pergi,mereka langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya.


"Mas,keluarga pak tomi ramah juga ya"kata Rosa sambil beranjak menuju kamar bersama Rehan.

__ADS_1


__ADS_2