
Dada Rosa terasa sesak dan tidak dapat berkata-kata,dia kembali menutupi kepalanya dengan sebuah syal dan keluar dari kamar
Rehan berlari mengikutinya dan berteriak menyebut-nyebut nama Rosa dengan keras.air matanya tidak henti-henti meratapi nasib istrinya yang teramat dia cintai itu.
Namun Rehan tidak sempat meraih tangan istrinya itu karena Rosa sudah pergi dengan sebuah taksi yang sudah melaju. dengan rasa kesal Rehan menangis sambil bersimpuh diaspal.
sial,,,,,teriak Rehan sambil mengepal jari-jari tangannya dengan kuat.
Sedangkan Rosa masih menangis di dalam taksi dan pergi menuju rumah Bu leni.sesekali supir taksi itu meliriknya karena merasa kasihan terhadap rosa yang sedang menangis.
sampainya di halaman rumah BU leni,Rosa langsung mengetok pintu rumah ibunya.Migel sangat terkejut dengan kedatangan Rosa yang sedang berdiri dan menangis di depan pintu rumahnya.
"mbak Rosa!"kata Migel sambil memeluknya.
hiks,hiks, suara tangisan Rosa sambil memeluk Migel.
"mbak kenapa menangis?"tanya Migel sambil menatap Rosa.
"Rosa,kenapa kamu menangis?"kata Bu Leni saat hendak ingin keluar.
"mama,Rosa gak sanggup"kata Rosa sambil menangis membuat Bu Leni kebingungan.
"Rosa kamu kenapa?ayo cerita sama mama"kata Bu Leni sambil menarik tangan Rosa untuk duduk di sofa.
Rosa langsung membuka syal yang menutupi kepalanya.Bu Leni dan Migel sangat terkejut dan air matanya langsung meluncur dari kedua bola matanya di saat melihat keadaan putrinya itu.
"Rosa apa yang terjadi dengan kamu? kenapa kamu harus seperti ini?"kata Bu Leni sambil menangis memeluk Rosa.
"mama,Rosa sangat malu dengan keadaanku"Rosa sambil menangis
"kenapa kamu gak dirawat saja di rumah sakit?"tanya Bu Leni
"Rosa malu mah sama orang-orang"jawab Rosa
"mbak harus kuat"ujar Migel
"sekarang kita ke rumah sakit ya"kata Bu Leni
"gak mah,Rosa gak mau"kata Rosa menolak
"mah,biarkan mbak Rosa istirahat dulu nanti saya akan bicara dengan Dokter Arjun"kata Migel.
Bu Leni dan Rosa langsung beranjak menuju kamar,sampainya di kamar Rosa langsung berbaring di atas ranjang.Bu Leni langsung keluar dan menutupkan pintu kamarnya.
Tiba-tiba telepon rumah berbunyi ternyata Rehan sedang menelpon
(halo ini dengan siapa?"
__ADS_1
(halo mah,ini Rehan)
(ada apa ya nak Rehan?)
(mamah,Rosa pergi dari rumah apa Rosa datang ke rumah mama?)
(iya,tadi Rosa nangis datang kerumah.kalian berdua bertengkar ya?)
(gak kok mah,nanti aja Rehan jelaskan aku lagi di perjalan menuju rumah mama!)
(ya sudah,nak Rehan hati-hati ya)kata Bu Leni sambil memutus sambungan teleponnya.
Sambil menunggu kedatangan Rehan,Bu Leni pergi ke dapur untuk membantu bibi Dui memasak makan siang.kira-kira satu jam berlalu mobil Rehan parkir di halaman rumah Bu Leni bibi Dui langsung berlari untuk membukakan pintu.
"bi,Rosa ada di rumah?"tanya Rehan
"non Rosa ada di kamar den"kata bibi Dui
"trus mama dimana?"tanya Rehan sambil berjalan menuju ruang tamu
"sebentar den,bibi akan panggilkan Ibu Leni"kata bibi Dui sambil beranjak menuju dapur
"Bu,den Rehan sudah datang"kata bibi Dui.Bu Leni segera beranjak menuju ruang tamu dengan segelas kopi di tangannya.
"nak Rehan,ini kopinya diminum dulu"Bu Leni sambil duduk di sofa
"Yeni adik saya sudah ditangkap polisi karena melakukan penipuan bulan yang lalu"ujar Bu Leni
"oh.mah Rosa dimana ya?gak kelihatan dari tadi"tanya Rehan sambil melirik kearah kamar Rosa
"sejak Rosa datang ke rumah,Rosa gak mau keluar dari kamar"ucap Bu Leni dengan sedih
"ya udah,Rehan ke kamar dulu ya mah"kata Rehan beranjak menghampiri Rosa.
"iya,sekalian aja kamu ajak Rosa makan "kata Bu Leni
"Rosa,Mas sudah datang.tolong buka pintunya dong sayang"kata Rehan dengan lembut
"Rosa ingin sendiri,"jawab Rosa sambil menangis di atas ranjang
"sayang,kamu makan yah"
"gak,Rosa gak lapar"
"ayo dong sayang buka pintunya"kata Rehan.Rosa segera melangkah untuk membuka pintu kamarnya.Rehan langsung memeluk istrinya itu sambil menangis.
"Rosa,Mas gak ingin kamu pergi lagi"kata Rehan sambil memeluk Rosa dengan kuat.
__ADS_1
"Mas,aku ingin sendiri tolong kamu keluar dari kamar aku"kata Rosa sambil menangis
"gak,Mas gak akan pergi.Mas ingin bersama kamu"kata Rehan
"Mas tolong kamu ngertiin aku"kata Rosa sambil melepaskan pelukan Rehan
"Rosa,apapun yang terjadi Mas gak akan pergi ninggalin kamu"ucap Rehan.Rosa hanya diam berdiri
"Rosa,sekarang kamu makan ya"kata Rehan sambil menatapnya
"sayang,kamu harus dengar kata Rehan.ini semua demi kebaikan kamu"kata Bu Leni sambil berdiri di depan pintu kamar Rosa dengan sebuah piring berisi bubur hangat dan segelas teh.
"Rosa,kamu harus dengar kata mama juga"tambah Rehan.Rosa hanya diam sambil menganggukkan kepalanya dan duduk di tepi ranjang.
"mah,biar Rehan saja yang menyuapi Rosa makan "kata Rehan sambil mengambil piring dari tangan Bu Leni.
"Rosa, mama keluar dulu ya sayang"kata Bu Leni beranjak keluar
"sayang,kamu harus makan yang banyak.besok anak kita akan mengadakan pertunjukkan menari di sekolah dan kamu harus ikut untuk memberikan semangat "ucap Rehan sambil menyuapi Rosa makan.
"Mas,aku ingin melihat putra kita juga "kata Rosa
Setelah beberapa menit saat Rosa selesai makan,mereka langsung keluar dari kamar dan pamit kepada Bu Leni
"mah,Rosa pulang ya"kata Rosa sambil menutupi kepalanya dengan sebuah syal
"loh,kenapa terburu-buru"tanya Bu Leni kebingungan.
"kata Mas Rehan,besok Rey ada pertunjukkan menari di atas panggung bersama teman sekelasnya"kata Rosa
"ya udah,kalian hati-hati ya nak"kata Bu Leni beranjak menuju keluar bersama Rehan dan Rosa
Sampainya di apartemen,Rey langsung berlari dari ruang tamu untuk menyambut mereka yang sedang berjalan menuju ruang tamu.
"mama sama papa dari mana saja?"tanya Rey sambil memeluk Rosa
"mama habis dari rumah nenek kamu"jawab Rosa
"mamah,besok Rey ada pertunjukkan di atas panggung bersama teman-teman aku "kata Rey
"iya sayang mama pasti akan datang"kata Rosa dengan lemas sambil memeluknya.
"oh ya,mama kenapa?mama sakit ya?"tanya Rey
"sayang mama kamu lagi sakit,biarkan mama kamu istirahat yah"kata Rehan
"ya sudah,mama istirahat aja"kata Rey.
__ADS_1
Sampainya di kamar Rosa berbaring di atas ranjang bersama Rehan hingga Rosa tertidur dengan nyenyak disampingnya