
"Mom bilang kau hamil sayang?" Tanya Daddy Adam saat Jasmin masuk kedalam kamar. Lalu Dave adam menepuk sisi tempat tidur, memberi tanda agar Jasmin duduk disitu.
"Maaf" ucap Jasmin saat duduk di tepi ranjang sambil menggenggam tangan Dad nya.
"Maafkan Daddy yang tidak bisa apa-apa saat kau membutuhkan bantuan." Lirihnya. "Kau lihat sediri, sekarang Daddy hanya bisa berbaring saja. Maafkan Daddy sayang." Daddy Adam mengusap wajah lembut Jasmin. Lalu Jasmin menahan tangan Daddy nya dan mencium tangan Daddy Adam secara berulang-ulang.
"Daddy tidak salah. Aku lah yang salah Dad."
"Sudah jangan bersedih, ouh iya sayang sekarang bagaimana kabar cucuku didalam sani?" Daddy Adam mengusap perut Jasmin.
Jasmin tersenyum dan berkata "sehat Dad."
"Ratu atau raja?" Tanya Dad Adam membuat Jasmin menaikkan satu alisnya. Daddy Adam tertawa melihat ekpresi wajah Jasmin. "Maksud Daddy, cewek atau cowok?"
"Ouh itu." Jawab Jasmin lalu tertawa. "Aku belum tahu Dad, karna belum periksa semenjak datang kembali kesini." Jawabnya
"Apapun jenis kelaminnya, yang jelas dia akan menjadi raja atau ratu nantinya dirumah ini."
Jasmin tersenyum mendengar ucapan Daddy. Sungguh luar biasa, sang Daddy memanjakan dirinya, meskipun melakukan kesalan hamil di luar nikah, tapi Daddy nya tidak marah justru menerima
dengan sangat baik.
...🍃🍃🍃🍃...
__ADS_1
"Sayang bangunlah, ayo kita sarapan." Ajak Dave saat membangunkan Ryan yang masih setia tidur didalam kamar Dave. Semenjak pulang dari rumah Jasmin, tak sedetik pun Ryan meninggalkan Dave seorang diri. Ryan dengan setianya mengurus Dave, membuat Dave merasa sangat bahagia memiliki anak sebaik dan seperhatian Ryan.
"Daddy, kau sudah bangun?" Tanya Ryan setelah bangun dan menguap.
"Iya sayang, ayo makan dulu sarapanmu"
"Tunggu dulu Dad, aku cuci muka dulu." Lalu Ryan turun dari tempat tidur dan berjalan masuk kedalam kamar mandi.
Beberapa saat kemudian. Ryan keluar dari kamar mandi membawa air hangat dan kain. "Daddy biar kubersihkan lukamu dulu."
"Sarapan dulu!" Titah Dave.
"No Dad. Aku tidak ingin sarapan jika luka Daddy belum ku bersihkan." Ryan tak ingin dibantah dan duduk disofa, di sampin Dave. "Tahan perihnya Dad." Kata Ryan sambil mengusap kain pada wajah Dave dengan secara perlahan.
"Maaf Daddy,." Ucap Ryan dan berhenti mengusap wajah Dave.
"Lanjutkan lagi." Perintah Dave sambil menarik tangan Ryan kembali ke wajahnya.
"Baiklah Dad"
"Maafkan Daddy." Ucap Dave tulus saat Ryan masih membersihkan luka lebam diwajahnya.
"Untuk apa Dad?"
__ADS_1
"Karena telah memisahkan mu dengan ibu." Jawab Dave. "Maafkan Daddy yang sangat egois."
Ryan hanya bisa tersenyum
"Ouh iya sayang, besok kau bisa kembali bersekolah."
"Serius Dad?"
"Iya sayang" jawab Dave sambil mengusap lembut pucuk kepala Ryan.
"Tapi Dad.." Ryan menunduk .
"Ada apa?"
"Aku tidak ingin kesekolah jika Daddy belum sembuh"
"Hey! Daddy baik-baik saja. Jangan khawatirkan Daddy, sayang."
"Tapi Dad .."
"Tidak ada tapi. Pokoknya kamu harus bersekolah besok. Okey sayang."
"Iya Dad." Jawab Ryan dengan lesu. Karna sesungguhnya Ryan masih ingin menemani Dave sampai wajah Dave kembali sembuh seperti semula.
__ADS_1
"Aku tahu sayang, kau mengkhawatirkan Daddy, tapi percayalah Daddy baik-baik saja. Ini hanya hukuman kecil untuk Daddy, mengingat apa yang yang telah Daddy lakukan pada ibumu yang terlalu kejam." Batin Dave menatap wajah Ryan.