
Semenjak hari itu Dave selalu saja datang berkunjung ke rumah Jasmin, dan tentunya tanpa sepengetahuan Jasmin. Saaf Jasmin sudah berangkat bekerja, Dave selalu datang ke rumah Jasmin, seperti siang ini Dave kembali datang berkunjung menemui daddy Adam.
"Kau datang lagi?" Tanya Adam saat melihat Dave masuk kedalam kamarnya.
"Iya daddy." Jawab Dave sambil tersenyum melangkah mendekat ke arah Adam. "Ayo Dad biar aku bantu" ucap Dave sambil membantu Dad Adam duduk.
"Terima kasih" ucapnya. "Ouh iya apa kau sudah bertemu Jasmin?"
Dave menggelengkan kepalanya " belum Dad."
"Kenapa? Bukan kah kau ingin minta maaf?"
"Iya, tapi aku...
Daddy Adam menepuk pelan pundak belakang Dave. "Jangan pernah menyerah. Jasmin memang kuat pendiriannya. Tapi ini!" Daddy Adam memegang dadanya. "Jasmin orang yang sangat baik, dia punya hati yang luar biasa baikknya dan Daddy yakin Jasmin mau memaafkan mu, asal ingat! Jangan ulangi lagi kesalahanmu."
"Tentu Dad." Dave memeluk Daddy Adam.
...🍃🍃🍃🍃...
Hari itu saat Dave mengentar mom Yoona untuk pulang, keduanya hanya berdiam diri. Dave tak tahu harus berkata apa terhadap Mom Yoona, sedangkan Mom Yoona pun hanya bisa diam. Hingga mobil yang Dave kendarai telah sampai di depan gerbang rumah Mom Yoona.
"Tuan lagi, tuan lagi. Sudah saya katakan Tuan, kalau saya akan dipecat jika Tuan saya biarkan masuk." Protes penjaga gerbang melihat Dave yang tiap harinya datang, tidak menyerah sama sekali.
Mom Yoona menundukkan kepalanya sedikit sambil melihat ke arah jendela mobil. "Mulai hari ini, jika dia datang buka kan saja pintu." Perintahnya.
"Ba-baik nyonya." Penjaga pintu berucap terbata-bata karna kaget kenapa bisa Dave dengan Nyonya nya bisa berada di dalam satu mobil.
__ADS_1
Setelah penjaga membuka pagar, Dave kembali mengendarai mobilnya untuk masuk kedalam.
"Apa Tuan itu sudah mendapatkan maaf?" Gumam penjaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Saat mesin mobil sudah berhenti, dengan segera Dave turun dari mobil, dan berjalan memutari mobilnya membukakan pintu mobil untuk Mom Yoona.
"Terima kasih." Ucap Mom Yoona.
"Sama-sama." Jawab Dave dan mengikuti langkah Mom Yoona.
"Apa ada sesuatu lagi? Maksudku kenapa kau mengikutiku?"
"Maaf" Dave menunduk.
"Sudah aku katakan, berjuanglah."
"Apa aku boleh masuk? Aku ingin bertemu dengan Daddy nya Jasmin. Apakah boleh?" Pinta Adam
"Kumohon" Dave mengatupkan kedua tanganya. "Aku ingin meminta maaf dan memulai semunya dari awal."
"Baiklah, ayo masuk." Ajak Mom Yoona.
Dalam hati Dave bersorak gembira. Terserah nantinya akan jadi apa lagi wajahnya di tangan Daddy nya Jasmin. Yang jelas Dave hanya ingin meminta maaf dengan tulus.
"Sayang, kau sudah pulang?" Tanya Daddy Adam saat istrinya datang memeluknya dari belakang.
Dave terdiam melihat keharmonisan sepasang suami istri tersebut.
__ADS_1
"Sayang ada yang ingin bertemu denganmu"
"Siapa?"
Mom Yoona memutar kursi roda yang diduduki oleh Daddy Adam. Wajah Daddy Adam yang tadinya sangat ceria, bahagia saat istrinya datang, kini tiba-tina berubah menjadi datar.
"Sayang aku tinggal dulu." Ucap Mom Yoona lalu mengecuo pipi suaminya.
Saat ini Daddy Adam sedang duduk di kursi roda, berada di taman belakang memberi makan pada ikan peliharaannya.
"Untuk apa kau datang kesini?" Bentak Daddy Adam lalu merubah posisi kursi nya membelakagi Dave
"Maaf"
"Maafkan saya atas apa yang telah saya perbuat pada Jasmin."
Daddy Adam terdiam tidak menggubris sama sekali ucapan Dave.
"Tolong maafkan saya, dan beri saya satu kesempatan. Kumohon!" Dave bersujud di sampin kursi roda Daddy Adam.
"Kenapa? Kenapa kau tega melukai hati putriku? Kenapa?"
"Maaf."
"Gampang sekali kau berkata maaf. Setelah apa yang kau lakukan pada putriku."
"Maaf."
__ADS_1
"Kau tahu, karena mu putriku menjadi sakit hati kembali dan bahkan lebih parah. Kau tahu saat aku mendegar cerita tetant putri ku yang melakukan segala cara untuk anakmu sendiri, aku bangga tapi aku sangat marah karan kau!! Kau jahat padanya"
"Maafkan saya, sungguh saya sangat menyesal."