
"Ibu apa kau tidak malu bu? Apa ibu tidak malu padaku? pada daddy dan juga pada ibu Jasmin?" Tanya Ryan saat Margaret menarik Ryan masuk kedalam mobil, saat Jasmin telah mengantarnya hingga ke gerbang sekolah.
"Diam!" Sentak Margaret sambil menatap kesal pada Ryan.
"Ibu. Aku bangga padamu, aku senang denganmu, aku menyayangimu bu, aku kagum padamu, tapi itu dulu bu. Itu dulu, sekarang aku tahu betul ibu seperti apa."
"Jangan banyak bicara." Kata Margaret, namun Ryan tetap saja berbicara
"Aku berharap ibu bisa mencintaiku, layaknya seperti ibu yang mencintai anaknya, yang mengasihi anak nya. Aku berharap itu bu." Ryan menitihkan air matanya, membuat Margaret terdiam sesaat.
Ya, walaupun Margaret telah bebuat jahat pada Ryan, namun Ryan masih saja tetap berharap kelak sang ibu akan berubah dan dapat menerima dirinya dan mencintai dirinya. Jujur Ryan sangat menyanyangi Margaret hanya saja keadaan membuatnya harus seperti ini.
"Bu, jika ibu ingin tinggal dengan ku, maka aku siap Bu. Tapi tolong, jangan ganggu Daddy, jangan ganggu ibu Jasmin. Biarkan mereka bahagia."
"Diam!" Sentak Margaret sambil menutup mulut Ryan.
Mata Ryan saling menatap dengan mata Margaret. Ryan menitihkan air matanya melihat kedalam mata Margaret, seakan mereka berdua berbicara dari hati ke hati.
__ADS_1
"Aku menyayangimu bu."Batin Ryan.
Dan tanpa sengaja mata Margaret juga menitihkan buliran air bening.
.....
"Ryan anakku." Teriak Jasmin
"Sayang yang sabar, aku akan mencarinya." Kata Dave,
Jasmin dan juga Dave mendapat telepon jika Ryan hari ini tidak masuk sekolah, padahal jelas sekali jika Jasmin sudah mengantar Ryan ke sekolah hingga ke depan pintu gerbang, bahkan Jasmin melihat dengan mata kepalanya sendiri, jika Ryan sudah berjalan masuk kedalam sekolah.
"Temukan Ryan sekarang juga, aku tidak ingin terjadi apa-apa terhadap anakku." Kata Jasmin sambil menangis di dalam pelukan Dave.
Jasmin menangis ia tidak sanggup jika Ryan harus mengalami penderitaan lagi seperti dulu, saat Margaret menculiknya dan menyiksa Ryan dengan sangat kejam.
"Tuhan kumohon, tolong lindungi anakku." Kata Jasmin.
__ADS_1
"Dimana Ella?" tanya Dave saat tidak melihat Ella di rumah.
"Dia keluar dari tadi pagi Tuan," Jawab Bibi
"Sayang, jangan menangis lagi. Aku janji akan menemukan anak kita"
"Bagaimana aku tidak menangis jika mengingat tentang Ryan, kau tahu sendirikan Margaret seperti apa?" Teriak Jasmin kesal. "Yang aku fikir sekarang, apa anakku sudah makan? apa anakku dapat minum disana? apa anakku-," Tangis Jasmin semakin pecah mengingat Ryan.
....
"Ella terus mengikuti mobil yang membawa Ryan, ingin sekali Ella menghubungi Jasmin, namun sayang ponsel Ella tertinggal saat ia buru-buru keluar tadi pagi.
"Lihat saja Margaret, kalau sampai keponakanku lecet sedikit saja, maka tubuhmu akan aku lecetkan semua." Ucap Ella sambil mengcengkram stir mobil dengan sekuat tenaga.
Hingga mobil Margaret berhenti sebuah hotel yang berada di pinggiran kota. Ella juga ikut menghentikan mobilnya dan memantau Margaret dari dalam mobil.
"Awas saja kau Margaret."
__ADS_1
Beberapa saat kemudian setelah Margaret masuk kedalam hotel, Ella pun masuk kedalam dan bertanya ke resepsionis kamar berapa yang di tempati oleh wanita yang membawa seorang anak tadi, walau penuh dengan drama karena resepsionis tidak ingin memberi tahu Ella, namun bukan Ella namanya jika tidak berhasil.
"Akan ku jadikan kau ikan teri jika sampai kau melukai Ryan" Gumam Ella sambil berjalan menuju kamar Margaret