
Sesampainya di sana mereka hanya berdiri sambil menatap makam ayahnya
"Pah,ini aku Rosa.aku sangat merindukan papa"ucapnya sambil menangis dan meletakkan setangkai bunga sedangkan Migel hanya diam sambil menyentuh pundak Rosa.
papa,aku berjanji mulai hari ini aku akan selalu ada buat mbak Rosa gumamnya sambil mengusap air matanya.
karena hari ini adalah hari Selasa dia harus pergi ke rumah sakit sekali sebulan untuk periksa kandungannya,dia segera berdiri dan mengajak Migel untuk pulang.
"Migel,kamu pulang saja ke rumah aku akan pergi ke rumah sakit untuk periksa kandunganku"ucapnya sambil menatap jam tangannya.
"mbak,aku tidak ingin pulang aku ingin ikut kemana pun kamu pergi.aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk menjagamu"ucapnya
"omong kosong"ucap Rosa tersenyum sambil berjalan,Migel terbahak-terbahak mengikutinya.
sampainya di rumah sakit Migel memilih untuk duduk di luar sedangkan Rosa langsung masuk dan duduk di ruang tunggu sambil menatap layar ponselnya.
"Rosa, gimana kabar kamu?"tanya Dokter Arjun sambil duduk disampingnya.
"aku baik-baik saja!"ucap rosa tersenyum.
"jika kamu merasa kurang sehat,kamu bisa langsung hubungi saya "ucap dokter Arjun sambil menatap Rosa.
"terimakasih Arjun,hari ini aku hanya ingin memeriksa keadaan janinku"ucapnya sambil memasukkan ponselnya kedalam tas
"nama saya sudah dipanggil,aya masuk ya ucapnya meninggalkan Dokter Arjun.
" migel,, sedang apa kamu disini? " tanya rosa.
"janin ibu sehat,detak jantungnya normal"ucap dokter itu saat Rosa berbaring dan diperiksa dengan alat medis.
"oh iya dok,akhir-akhir saya susah untuk tidur"ucap Rosa sambil duduk dan merapikan pakaiannya.
"itu karena ibu kecapean dan satu lagi jangan lupa minum obat"ucap dokter itu.
saat dia hendak ingin keluar dari rumah sakit Rehan menatapnya saat menemani Jesika yang sedang menjerit kesakitan menuju ruang bersalin bersama ibu Vivi.
dia tidak menyangka wanita yang selama ini dia rindukan begitu cantik saat hamil dia ingin mencoba menyapanya saat berpapasan dengan Rosa namun tidak memperhatikannya Rosa segera keluar dan menemui Migel yang sejak tadi menunggunya diluar.
__ADS_1
saat Jesika berbaring di ruang bersalin yang sedang menjerit kesakitan dia sengaja keluar dari rumah sakit dan ingin menemuinya namun Rehan tidak menemui jejaknya dengan rasa sial dia memilih untuk kembali menemui ibu Vivi diruang tunggu.
"Rehan,kamu dari mana?"tanya Bu Vivi
"mah,tadi aku lihat Rosa sedang hamil aku hanya ingin memastikannya tap dia sudah pergi"ucap Rehan mondar mandir memikirkan rosa.
* ternyata rosa sudah mengandung* rehan berkata kata di dalam hatinya.
"pergilah nak,susul dia ke rumah orangtuanya "ucap Bu Vivi dengan rasa kasihan karena perjalanan menuju rumah Rosa hanya sekitar dua jam dari rumahnya.
"ibu,dia tidak ingin mengenalku dia sudah melupakanku"ucapnya.
setelah beberapa jam saat dokter membuka pintu ruang bersalin, Bu Vvi langsung berlari menghampirinya sedangkan Rehan masih duduk sambil memikirkan Rosa
"Dokter!,bagaimana dengan keadaan Jesika?"tanya Bu vivi dengan rasa kwatir.
"ibunya baik baik saja dan anaknya lahir dengan selamat"kata dokter itu tersenyum. kemudian Bu vivi langsung berlari menghampiri Jesika yang sedang berbaring setelah melahirkan,kemudian Bu vivi langsung memangku cucunya yang sedang menangis di samping ranjangnya.
"Rehan,lihatlah anakmu sangat tampan!"kata Bu vivi sambil menatap Rehan
Rehan hanya diam saja dan pergi meninggalkan rumah sakit itu,ibu Vivi yang sudah mengerti dengan perasaaan anaknya yang hanya mencintai Rosa,Bu Vivi hanya diam saja menyaksikan Rehan pergi
"sayang,Rehan sudah pergi"ucap Bu vivi dengan lembut.
" Jesika kamu gak usah pikirin Rehan ya " ucap Bu vivi sambil memangku cucunya.
setelah membaik mereka oulang dari rumah sakit dan hanya berbaring di atas ranjang. suara ketokan pintu membuat Jesika berjalan untuk membukakan pintu kamarnya dia menatap bibi Ririn pembantu barunya sedang berdiri dengan sebuah paket di tangannya .
"dari siapa Bi?"tanya jJesika.
''ak tau non, gak ada nama pengirimnya!! " ucap bibi Ririn lalu pergi menuju dapur.
rasa penasaran jesika langsung menutup pintu kamarnya dengan merasa senang dia langsung membuka isi paketnya ternyata isinya pakaian anak anak Jesika sangat senang saat menatapnya fikiran nya langsung tertuju kepada Rehan.
tiba tiba ponsel Jesika berbunyi ternyata dion selingkuhannya sedang menelfon,,
( hallo, ini dengan siapa?) tanya Jesika.
__ADS_1
( hallo Jesika!apa kamu suka dengan barang yang saya kirim? ) tanya dion tersenyum.
( siapa ini?)
( Jesika,kamu tidak bisa lari dari saya! bagaimanapun juga dia adalah anak saya) ucap Dion langsung memutuskan sambungan teleponnya.
* awas kamu dion * Jesika berkata kata sendirian dan mengepal jari jarinya.saat anaknya tidur dia turun kelantai bawah.
"Rehan,papa ingin mengundang seluruh rekan kerja saya dan saya akan memberikan sumbangan dana yang besar untuk rumah sakit milik kamu" ucap pak Hardi tersenyum.
"udah deh pah ,,nggak usah berlebihan!" ucap Rehan dengan tidak senang.
"Rehan,seharusnya kamu senang dengan kehadiran anak kamu."ucap pak hardi
setelah beberapa hari surat undangan telah habis dibagikan Rehan yang selalu teringat dengan Rosa sedang duduk di lantai atas dengan sebatang rokok ditangan kirinya.
Rehan selalu teringat dengan Rosa saat berpapasan dengannya saat di rumah sakit miliknya iru kemudian Rehan langsung berlari menuruni tangga dan pergi menuju rumah sakit dengan mengendarai mobil mewahnya.
setelah sampai di rumah sakit Rehan langsung menjumpai dokter spesialis kandungan yang bernama dokter farida, mereka mencoba mencari daftar nama ibu hamil kemudian dia menatap nama Rosa hatinya semakin yakin kalau Rosa sedang mengandung anaknya .
dengan merasa senang Rehan langsung pergi menuju mall untuk membelikan perlengkapan Rosa yang akan dia kirimkan kepada Rosa setelah sampai di mall tiba tiba Rehan menatap Rosa sedang berdiri dengan perut menonjol sedang memilih pakaian ibu hamil.
Rehan merasa senang dan bahagia saat menatap perut Rosa yang semakin besar saat hamil kemudian Rehan berjalan menghampiri Rosa dari belakang tubuhnya,Rehan langsung mengangkat tangannya dan menyentuh pundak Rosa.
"Rosa," ucap rehan sambil menatap Rosa yang sedang menoleh ke arahnya. kemudian Rosa menatapnya dan berjalan dengan cepat meninggalkan Rehan.suara teriakan Rehan menghentikan langkah kaki Rosa
"Rosa, kenapa kamu harus menghindar? " tanya Rehan sambil menatapnya.
"Mas,aku gak ada hubungan apa apa lagi dengan kamu , jadi wajar saya untuk menghindar"ucap Rosa
"Rosa, kamu boleh menghindar dari aku. tapi bagaimana dengan darah daging aku yang engkau kandung?"tanya Rehan dengan meneteskan air mata. air mata Rosa langsung bercucuran di wajahnya setelah mendengar perkataan Rehan sambil menatapnya .
"mas,kamu udah milik Jesika seutuhnya, tapi tolong biarkan anak ini menjadi milik saya! " ucap Rosa dengan berlinang air mata.
"Rosa,biar kamu tau aku tidak bahagia hidup dengan Jesika!! "ucap Rehan sambil menatapnya.
" menjauh lah dariku Rehan "ucap Rosa sambil mendorong Rehan. kemudian Rehan menarik tangan Rosa saat berlari keluar dari mall.
__ADS_1
"Rosa, ayo kembalilah.aku sangat mencintaimu, aku sangat bahagia saat menatapmu sedang mengandung anakku " ucap dengan memohon.