Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
64


__ADS_3

"Ibu .." Lirih Ryan dengan mata yang masih terpejam. Dave yang duduk di sudut ranjang menggenggam erat tangan Ryan.


"Sabarlah sayang" ucap Dave. Lalu mengusap sudut mata Ryan yang basah, akibat air mata yang menetes, meski mata Ryan terpejam.


Betapa rindunya Ryan pada sosok sang ibu, bahkan dalam mimpi pun ia tak hentinya menyebut dan memanggil ibunya.


"Segitu sayangnya kamu nak, sampai tidurpun kau masih mencari ibumu" gumam Dave, perasaan bersalah kini menyeruak dihati Dave, melihat sang anak yang menangis karna merindukan ibunya.


"Aku akan mencari tahu apa yang terjadi selama ini."


(Sudah lambat Dave, autor dan reader sudah kecewa dengan dirimu😑)


Saat Ryan sudah tertidur pulas, Dave memutuskan untuk kembali kerumah Jasmin, mencari tahu yang sebenarnya tentang kesehatan Ryan.


"Mau kemana?" Tanya Margaret saat melihat Dave mengambil kunci mobilnya.


"Jaga Ryan baik-baik. Jangan sampai terjadi sesuatu padanya." Titah Dave.


"Tapi kau mau kemana?" Tanya Margaret sambil mengikuti langkah kaki Dave.


"Aku bilang jaga Ryan, dan tidak usah banyak tanya lagi." Dave lalu membuka pintu mobil dan masuk kedalam, dan kembali menutup mobil dengan sangat keras membuat Margaret sontak kaget.

__ADS_1


"Astaga" ucap Margaret sambil mengusap dadanya. Lalu Margaret membuka ponselnya dan menelpon seserorang.


"Baik nyonya, kami akan menjalankan perintah nyonya." Ucap laki-laki diseberang sana.


Margaret tersenyum penuh dengan arti. "Aku tidak akan membiarkanmu bersama wanita gila itu. Dave! kau milikku dan akan tetap menjadi milikku!"


...🍃🍃🍃🍃...


Setibanya Dave dirumah Jasmin, Dave langsung turun dari mobil, dan langsung mengetuk pintu rumah. Dan sama seperti tadi siang, tak ada jawaban sama sekali. Dan akhirnya Dave memutuskan untuk mendatangi tetangga Jasmin yang berada disamping rumah Jasmin.


"Permisi." Kata Dave sambil mengetuk pintu rumah.


Pemilik rumah pun membuka pintu, dan tersenyum rama pada Dave. "Ya, anda mencari siapa?"


"Silahkan masuk dan duduklah dulu."


Akhirnya Dave memilih masuk kedalam rumah, dan duduk di sofa.


"Saya juga tidak tahu kemana ibunya Ryan, yang saya tahu ibunya Ryan hanya dijemput oleh seorang lelaki saja."


"Bu, apa boleh tahu bagaimana ibunya Ryan selama ini?"

__ADS_1


"Ibunya Ryan?" Ulang ibu itu, dan Dave menganggukkan kepalanya. "Dia sosok yang sangat tertutup pada tetangga, tapi dia baik dan sangat menyayangi putranya. Dia sosok wanita pekerja keras, itu yang aku lihat selama bertetangga dengan nya."


"Maaf, apa boleh aku tahu dimana rumah sahabat Jasmin, yang selalu bersamanya?" Tanya Dave lagi.


"Ouh Tyas.."


"Maaf bu, aku tidak tahu namanya. Apa ibu tahu dimana dia tinggal?"


"Kalau itu aku tidak tahu."


Dave menarik menghebuskan nafas.


"Apa ada lagi yang ingin kamu tanyakan?"


"Tidak ada bu, kalau begitu saya pamit dulu bu." Dave langsung berdiri dan berlalh keluar dari rumah.


"Boleh aku tahu siapa namamu? Sempat saja Tyas tiba-tiba datang berkunjung, aku bisa memberitahunya."


Dave langsung berbalik. "Dave, saya Dady nya Ryan. Dan bu tolong hubungi aku jika ibu melihat Tyas." Dave memberikan kartu namanya pada ibu tersebut. "Baiklah bu, saya pamit dulu."


Maaf kemarin ngak up, jadi sebagai gantinya autor up 2bab sekaligus. tapi jangan lupa like disetiap babnya biar autor tetap semangat nulisnya😊

__ADS_1


salangheooo cemuanya🥰


__ADS_2