Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
56


__ADS_3

Dave hanya termenung melihat Jasmin pergi meninggalkannya seorang diri. Dave belum ambil pusing, karna pikiran Dave saat ini Jasmin hanya menggertak dirinya, dan lalu pulang kerumah seperti biasa mengurus Ryan, anaknya. Padahal Dave tak tahu, apa yang saat ini Jasmin lakukan.


Beberapa saat kemudian, kini Dave telah sampai di rumah, Dave melangkah menuju kamar. Namun sebelum itu, Dave melihat kesana kemari, rumah nampak sepi, biasanya jam segini Jasmin sudah sibuk berkutat di dapur. Namun kali ini beda, Jasmin tak ada di sana, bahkan lampu dapur pun belum menyala sama sekali. "Dimana dia?" gumam Dave sambil melonggarkan dasinya. Namun Dave tak mau ambil pusing, ia kembali melangkah menuju kamarnya.


Beberapa saat setelah ia selesai membersihkan dirinya, tiba-tiba pintu kamar di ketuk dari luar.


"Dad, bolehkah aku masuk?" tanya Ryan dari luar pintu kamar.


"Ya sayang." Sahut Dave dari dalam dan Ryan pun membuka pintu dan masuk kedalam.


"Dad .." Panggil Ryan. "Apa Dad melihat ibu?" Tanya Ryan dan duduk di samping Dave.


"Ibumu?" ulang Dave sambil menatap wajah Ryan.


"Aku lapar Dad, dan ibu belum pulang bekerja." Ucap Ryan.


"Tunggu! Bukan kah tadi wanita itu sudah pulang bekerja? Terus dimana dia sekarang?" Batin Dave sambil mengusap pucuk kepala Ryan. "Baiklah sayang, kau ingin makan apa? biar Dad yang buatkan."


"Ayam goreng, dan sop kacang merah."

__ADS_1


"Baiklah, ayo ikut Dad ke dapur, biar Dad masakan." Ajak Dave.


Dave tengah asik mencuci ayam dan Ryan yang tengah duduk di kursi sambil melihat Dave yang sibuk membersihkan ayam.


"Lihatlah wanita itu belum pulang, aku yakin dia sedang bersama pria lain di luar sana." Margaret tiba-tiba datang dan mengambil alih ayam yang Dave cuci.


"Apakah benar seperti itu?" Batin Dave bertanya. "Apa dia pergi bersama dengan pria yang memberikannya uang?"


"Duduklah, biar aku yang memasak untuk kalian." Margaret mengambil alih semuanya, kini Dave dan Ryan duduk bersebelahan.


Banyak sekali pertanyaan yang ingin Dave tanya kan pada Ryan, namun urung ia ucapakan, mengingat ada Margaret di situ.


"Kenapa sayang? ada apa?" tanya Dave panik.


"Cobalah sendiri Dad." Pinta Ryan dan langsung meneguk air didalam gelas hingga habis.


Dave pun sama, ia memuntahkan makanan yang Margaret masak. Sehingga membuat Margaret ikut angkat bicara. "Kalian kenapa? Aku sudah capek masak, dan apa ini? kalian justru memuntahkan nya." Protes Margaret tidak terima.


"Ini yang kau sebut makanan?" Bentak Dave penuh dengan emosi. "Kau hampir saja membunuh ku dan juga anak ku."

__ADS_1


"Ayo Ryan, Dad akan mengajak mu makan diluar." Dave lalu menggendong tubuh Ryan dan berlalu dari ruang makan, meninggalkan Margaret.


"Anak sama Dady, sama-sama saja. Sama-sama menyebalkan. Andai bukan karna hartamu, mana ada aku bisa bertahan sampai sejauh ini. Lihatlah nanti Dave, ketika kau menikahiku, maka akan aku rebut semua harta milikmu."


...πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ...


"Makanlah yang banyak sayang." Ucap Dave, mereka berdua sedang berada di cafe. Dave membawa Ryan kesini bertujuan ingin membawanya makan sekaligus jalan-jalan. "Ryan sayang, ada yang ingin Dad katakan. Tapi jawablah dengan jujur."


"Yah Dad." Jawab Ryan sambil terus mengunyah makanannya.


"Apa ibumu pernah pergi meninggalkan dirimu seperti ini?"


"Tidak pernah."


"Serius?"


Ryan berhenti sejenak, lalu mengingat apakah ibunya dulu pernah meninggalkan nya.


Maaf autor baru up.

__ADS_1


Karna masih kurang fit. mohon untuk sabarπŸ™


__ADS_2