
Jasmin yang terlebih dahulu pulang bekerja, menatap meja yang saat ini kosong tanpa kotak bekal. "Sok jual mahal, tapi di bawah juga" gumam nya, lalu berjalan menuju kamar Ryan.
"Hey wanita gila" panggil Margaret namun Jasmin tetap saja melangkah tak menghiraukan sama sekali. "Hey kau tuli atau apa?" teriak Margaret, dan lagi-lagi Jasmin tak menoleh, hingga membuat Margaret geram dan berjalan mendekat ke arah Jasmin lalu menarik tas Jasmin.
"Lepaskan!!" Jasmin menoleh kearah Margaret.
"Akhirnya kau menoleh juga yah. Aku itu tadi manggil kamu."
"ouh yah? tapi aku kok ngak dengar."
"Ouh berarti kamu tuli."
"Kamu yang bego! Aku ngak tuli, aku punya nama."
"Wah berani sekarang yah kamu sama aku. Kamu ngak tahu, kalau aku ini ibunya Ryan. Calon istrinya Dave."
"Baru calon kan? belum istri?" Sinis Jasmin. Lalu menyentakkan tangan Margaret agar terlepas dari tasnya. "Jangan berani-berani menyentuhku."
"Hey, aku cuman mau bilang. Jangan lupa masak untuk Ryan."
"Tanpa kau bilang, itu sudah kewajiban ku. Tidak seperti dirimu." Lalu Jasmin masuk kedalam kamar Ryan dan menutup pintu dengan keras membuat Margaret sontak kaget dan memengan dadanya.
"Astaga. Perasaan aku yang mau memberi pelajaran, tapi kenapa justru aku yang merasa dikerjain disini" Gumam nya lalu berbalik arah, kembali ke kamarnya.
__ADS_1
...🍃🍃🍃🍃...
Sebulan berlalu. Dave benar-benar melihat ketulusan dari Jasmin merawat Ryan. Jasmin layaknya seorang ibu kandung, yang sangat mencintai anaknya. Berbeda sekali dengan Margaret yang hanya bisa mengomel, mengeluh dan tidak bisa merawat Ryan dengan baik. Hati Dave yang beku seakan mencair dengan kehadiran Jasmin disisinya. Jasmin tak hanya mengurus Ryan, bahkan Dave pun ikut diurus oleh Jasmin. Mulai dari sarapan hingga makan malamnya. Namun, ego dalam diri Dave belum bisa menerima Jasmin, walau hatinya sudah mulai mencair. Dan begitupun dengan Jasmin. Ia lakukan semua itu demi anak nya Ryan, dan soal mengurus Dave, Jasmin hanya merasa kasihan. Karna melihat Dave setiap hari harus merasakan muntah.
Namun selama sebulan ini, jujur saja Jasmin juga merasa sangat risih, karna ada Margaret yang selalu saja membuat nya marah. Dan selalu saja mencari alasan kepada Dave untuk menjatuhkan dirinya. Jasmin tidak habis pikir, masih ada juga yah orang seperti Margaret. Padahal tak ada sekali pun niat Jasmin untuk merebut Dave dari Margaret. Murni Jasmin lakukan itu semua demi sang anak.
"Ada yang ingin aku katakan padamu" ucap Jasmin kepada Dave yang kini tengah duduk di sofa.
"Apa?" jawab Dave dengan cuek.
"Soal, perjanjian itu."
Dave meletakkan ponselnya di atas meja, lalu menoleh kearah Jasmin. "Ada apa dengan perjanjian nya?"
"Aku akan membayar 10x lipat sesuai perjanjian itu, dan bayi ini akan tetap hidup bersamaku."
"Kenapa kau tertawa? Ada yang lucu?" tanya Jasmin sambil menaikkan satu alisnya.
"Kau mau menjual tubuhmu dimana lagi? haa?"
"Kau!!" Jasmin menunjuk Dave.
"Apa, ha? bukan kah ucapan ku benar? kau ingin mendapat uang dengan menjual tubuhmu dimana? kau yakin tubuhmu akan laku semahal itu?"
__ADS_1
plakkkk. Satu tamparan berhasil Jasmin berikan di pipi Dave.
"Kau!!" ucap Dave sambil memegang pipinya yang terasa panas.
"Kau belum mengenal siapa aku."
"Aku mengenal mu. Kau wanita yang rela menjual tubuhnya hanya demi uang."
Perkataan Dave, sangat menuju hati Jasmin. Dave tak tahu yang sebenarnya dan dengan mudanya ia menuduh yang tidak-tidak terhadap dirinya.
"Aku menyesal sebulan ini telah mengurusmu." Ucap Jasmin dengan air mata yang tertahan. "Jasmin jangan menangis. Jangan lihatkan kelemahanmu" Batin nya.
"Kau ingin di bayar berapa karna telah mengurusku? haa, ayo katakan?" Teriak Dave membentak Jasmin.
"Di otak mu cuman uang, bayaran. Kamu tidak pernah tahu apa yang telah aku lakukan, dan untuk apa aku melakukan itu."
"Aku tahu, kau itu wanita bayaran."
Tangan Jasmin melayang diudara, kala ia ingin menampar Dave untuk kedua kalinya, namun gagal karna Dave langsung menahan tangan Jasmin.
"Jangan biarkan tangan kotormu ini menyentyh pipiku lagi."
Mata Jasmin berkaca-kaca menatap wajah Dave. Dave yang melihat mata Jasmin, merasa hatinya seperti sedang teriris. Entah kenapa Dave merasa bersalah dengan ucapan nya. Namun terlanjur sudah ia berucap.
__ADS_1
"Aku akan pastikan menganti uangmu besok dan aku akan pastikan aku tidak akan melihat muka mu lagi, selamanya!!" Jasmin melepaskan paksa tangan nya dan berjalan meninggalkan Dave. Lalu Jasmin sesaat berhenti dan menoleh kearah Dave. "Walau kau menangis darah pun, aku tidak akan mengampunimu, dan tak akan membiarkan mu mengambil bayi yang aku kandung"
Autor khilaf, langsung up doubel 😅😅