
"Dave.." Teriak Ella sambil berlari ke arah Dave.
Dave yang kaget hanya diam saja, lalu Ella memeluk tubuhnya. "Aku rindu padamu" Kata Ella saat memeluk tubuh Dave.
"Aku juga." Ucap Dave.
Jasmin yang berada di situ merasa heran dengan wanita yang baru saja datang dan tanpa permisi langsung memeluk tubuh sang suami. Cemburu? tentu saja, namun Jasmin adalah wanita yang bisa menyembunyikan perasaan nya.
"Jadi ini wanita yang sudah membuat mu jatuh cinta?" tanya Ella sambil menatap tajam Jasmin.
Dave mengangguk, dan Jasmin hanya bisa tersenyum.
"Kakak ipar.." Teriak Ella dan langsung memeluk Jasmin. "Pasti kak Jasmin bingung kan?" tanya Ella saat melepas pelukannya. "Aku Ella adik kandung Will, sepupu Dave. Pria bodoh yang menjadi suami mu, kak."
"Ella-," Ucap Dave.
"Kak." Ella menggerucutkan bibirnya.
"Kak Jasmin. Terima kasih sudah menerima Dave. Aku mengenal Dave karena kami saudara sepupu, dan Dave adalah pria yang sangat setia. Aku harap kak Jasmin mau memberikan hati kak Jasmin seutuhnya." Jelas Ella membuat Jasmin tersenyum. "Ouh iya kak di mana Ryan?"
__ADS_1
"Ryan di rumah orang tuaku. Besok baru akan di jemput"
"Ahhh, aku rindu sama anak itu." Ucapnya lalu menatap perut Jasmin. "Kak ayo kita ke dokter, aku penasaran ingin lihat wajah ponakan ku"
"Ella, Jasmin lagi malas untuk keluar rumah. Jadi jangan mengajak nya dulu."
"Aku mau!" kata Jasmin. "Tapi El, kamu tunggu dulu, aku mau siap-siap." Ucapnya lalu berjalan menaiki anak tangga, menuju ke kamarnya.
.........
Ella menggepal erat tangan Jasmim, saat keduanya sedang berada di atas mobil. Ella dan Jasmin pergi memeriksa kandungan tanpa di antar oleh Dave. Ella tahu keraguan Jasmin saat mendengar penuturan dokter bahwa, di wajibkan Jasmin dan suami melakukan hubungan. Padahal Jasmin sudah berkata pada dokter bahwa ia takut jika bayi di dalam kandungannya terganggu jika melakukan hal itu, namun dokter menyatakan bahwa tidak akan kenapa-kenapa, selagi di lakukan dengan lembut dan hati-hati.
"Aku takut El."
"Takut akan apa?"
"Bayangan itu selalu hadir saat Dave hendak-,"
"Aku tahu. Tapi bisak kah kak Jasmin hilangkan sedikit demi sedikit perasaan itu? Lihatlah kak, ada bayi di dalam sini" Ella mengelus perut Jasmin. "Kata dokter tak apa,"
__ADS_1
"Akan aku coba."
"Kak Jasmin tutup mata. Hirup udara sebanyak-banyaknya lalu hembuskan secara perlahan. Dan banyangkan saat ini bagaimana seorang Dave di hadapan kak Jasmin, yang sangat mencintai kak Jasmin, lebih dari dia mencintai dirinya sendiri."
Jasmin mengikuti saran Ella, sambil menutup mata Jasmin membayangkan wajah Dave yang ada di hadapanya tersenyum melihat dirinya. Dan Jasmin pun ikut tersenyum.
"Bayangkan ini kak, saat kak Dave akan memulainya. Dan ingat terus kak, bahwa kak Dave sangat mencintaimu."
Jasmin menganggukkan kepalanya. "Terima kasih Ella." Ucap Jasmin tulus lalu memeluk tubuh Ella.
"Keluarga selalu harus ada untuk saling mendukung dan membantu." Ella mengusap lembut pundak Jasmin.
..........
"Bagaimana hasilnya?" Dave sangat penasaran tentang kondisi bayi yang sedang di kandung oleh Jasmin.
Awalnya Dave bersikeras untuk mengantar Jasmin, namun Jasmin menolak untuk di antar olehnya dan beralasan jika ia sedang tidak ingin bersama dengan Dave karena bawaan bayi. Jasmin melakukan itu karena tidak ingin jika keadaan seperti tadi, saat dokter menjelaskan tentang hubungan suami istri. Dan untung saja Ella yang menemani dirinya, dan memberikan ketenangan.
"Sangat baik." Kata Ella dan terus berjalan masuk kedalam rumah. "Hari ini aku tidak jadi menginap karena tidak ingin mengganggu suasana." Teriak Ella sambil mengambil barangnya yang rencana awalnya ingin menginap tapi ia urungkan karena tidak ingin mengganggu pasangan suami istri yang mungkin akan melakukan unboxing.
__ADS_1