Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 48 rencana jahat Naila terbongkar


__ADS_3

Dengan buru-buru bercampur rasa kuatir Adi dan Rehan segera berangkat dengan naik motor masing-masing menuju lokasi tempat Ayu di Sandra.


Sampainya dilokasi itu mereka menyusun rencana,Rey segera masuk ke dalam rumah kosong tempat Ayu disandera dengan hati-hati.


Rey yang sejak tadi tidak menemukan jejak dan para penjahat itu langsung berteriak dengan keras.


"ayo,keluar kamu.siapa pun kamu saya tidak takut"kata Rey dengan keras sambil menendang sebuah kaleng bekas.Tiba-tiba Agus keluar dari belakang tubuh Rey dengan lima orang anak buahnya sambil berkata.


"lihat,sang pahlawan sudah datang"kata Agus dengan senyum mengejek.


"Agus?,dimana Ayu kau sembunyikan ?"tanya Rey menatapnya


"jika kamu ingin Ayu masih hidup ayo lawan aku"kata Agus sambil memerintahkan anak buahnya untuk menghajar Rey


"baik,saya tidak takut"Rey sambil mengangkat tangannya dan hendak ingin memberikan pelajaran.dengan gerakan yang sangat cepat Rey langsung membuat anak buahnya Agus langsung kapok.


Tiba-tiba Agus bermain curang dengan menendang tubuh Rey hingga dia terpental ke lantai dan pingsan tidak sadarkan diri.


Saat Agus hendak ingin mengikat tubuh Rey Adi langsung memukul tubuh Agus dari belakangnya dengan sebuah kayu saat dia dan Ayu hendak ingin keluar dari rumah kosong itu.dengan gerakan yang sangat cepat Adi segera memberikan mereka pelajaran hingga Agus dan juga anak buahnya itu terpental di lantai.


Sedangkan Ayu hanya menangis sambil mengangkat pundak Rei saat pria tampan itu tidak sadarkan diri.kemudian Adi langsung mengikat mereka satu persatu dengan tali hingga mereka kapok.


"Rey,ayo bangun"teriak Ayu sambil menangis dan memeluk tubuh Rey


"Rey.ayo bangun"kata Adi sambil menampar wajah Rey


"Ayu,,,"kata Rey dengan suara bergetar


"ini saya,Ayu!"kata Ayu sambil mengusap air matanya


"sayang,kamu gak apa-apa kan,?"tanya Rey menatapnya


"aku gak kenapa-kenapa.mereka hanya mengancamku dan mengikat tubuhku sejak tadi"kata Ayu


"siapa yang menyuruh kalian semua?"tanya Adi kembali berdiri sambil menarik kerah baju Agus.


''ampun bang"kata Agus ketakutan


"ayo jawab"teriak Adi

__ADS_1


"kami akan beritahu jika kalian memaafkan kami dan tidak melaporkan kami ke polisi"kata Agus


"ok,siapa orangnya?"tanya Adi menatapnya dengan tajam


''Naila,dia membayar kami untuk mencelakai Ayu dan juga Rey kata Agus.


"Adi langsung melepaskan Agus hingga jatuh kelantai.karena Naila adalah sepupu Adi.


"kita laporin saja mereka ke polisi"kata Ayu sangat marah


"cukup,mereka sudah berjanji tidak akan mengulanginya lagi"kata Adi


"kamu jangan percaya dengan omongannya"kata Rey sambil mengangkat ponselnya dan hendak ingin menghubungi polisi.


Adi segera merampas ponsel Reyi hingga Ayu dan Rey terkejut melihat sifat Adi yang seketika berubahh dan berpihak kepada Naila.


"Adi,ini gak bisa dibiarin.saya gak terima dengan semua ini"kata Rey menatapnya


"Rey maafkan saya berpihak kepada Naila karena dia adalah sepupu saya dan ibunya sekarang sedang sekarat dirummah sakit,saya tidak ingin ini semua jadi beban di hidupnya."kata Adi dengan mata berkaca-kaca.


"Adi,kamu memang pria yang baik"kata Ayu menghapirinya sambil menatapnya.


"sekarang kita pulang,soal Naila biar aku saja yang berhadapan dengannya"kata Adi langsung beranjak menuju motornya.


"sayang kita pulang ya"kata Rey sambil menarik tangan Ayu.sampainya di tempat motor mereka terparkir,mereka langsung pergi dengan mengendarai motornya.


Ayu terkejut di saat Rey membawanya kesebuah Hotel yang sangat besar,Rey langsung memarkirkan motornya dan memesan sebuah kamar hotel sedangkan Adi memilih untuk pergi menemui Naila.


sampainya di kamar Hotel Rey langsung berbaring diatas ranjang karena sangat lelah,sedangkan Ayu memilih untuk membersihkan tubuhnya ke kamar mandi.


Ayu segera berendam di dalam bathup karena Rey tidak nyaman tidur kemudian dia pergi menyusul Ayu ke dalam kamar mandi.


"keluar kamu,aku lagi mandi"kata Ayu


"saya juga ingin mandi"kata Rey langsung mandi di bawah shower.


"ayo gosok dulu badan saya"ucap rey


"hm,,baiklah"Ayu segera keluar dari dalam bathup tanpa sehelai benang menutupiu tubuhnya.

__ADS_1


Kedua bola mata Rey terbelalak di saat menatap tubuh Ayu yang sangat seksi dan mulus.Rey kecilnya seketika sangat tegang di saat gunung kembar Ayu menyentuh tubuh Reyi.


Ayu segera mendorong tubuh Rey dan langsung membersihkan tubuhnya di bawah shower,kemudian Ayu langsung keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk.


Rey yang sedang berdiri menatapnya kemudian dia berjalan mengikuti Ayu tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.


"apa kamu tidak ingin menikmati air hujan?"tanya Rey dengan tatapan memangsa.Ayu tersenyum sambil melingkarkan kedua tangannya dileher Rey


Rey langsung mencium di bawah telinga Ayu sampai kelehernya.mereka bertempur selama dua jam,Ayu mengaku dengan kegagahan Rey saat ranjang.


setelah mereka siap bertempur Ayu dan juga Rey angsung berbaring di atas ranjang dengan pucuk kepala Ayu di atas lengan Rey dan mereka tertidur dengan nyenyakk.


Jam menunjukkan pukul 06:00 sore mereka segera bangun dan berpakaian,setelah itu mereka segera keluar dari hotel dan pulang menuju rumah Ayu.


Sampainya di lokasi rumah Ayu,Rey segera memarkirkan motornya dan Ayu segera turun sambil menatap Rey saat pergi dar rumahnya.


Sampainya di lokasi rumahnya Rey segera memarkirkan motornya dan masuk kedalam rumah.


sebelum Rey menginjak tangga lantai,Rehan berteriak memanggilnya dari dapur sambil makan.


"Rey,dari mana saja kamu?"tanya Rehan saat makan bersama Rosa


"saya dari rumah Ayu pah"kata Rey sambil duduk


"siapa Ayu?"tanya Rehan seketika menatapnya


"Ayu itu,menantu pilihan nenek"terdengar suara Bu Vivi dari belakang tubuh Rehan saat Bu Vivi hendak menuju dapur untuk minum.


"Rey,papa tidak suka kamu berhubungan dengan wanita lain"kata Rehan


"Rey,nenek sangat senang jika kamu berhubungan dengan Ayu"kata Bu Vivi membela cucu kesayangannya.


"mama selalu aja belain Rey kata Rehan sangat marah


"Rehan,saya tidak ingin cucu saya menikah karena dijodohkan.lihat,dulu papa kamu menjodohkan kamu dengan Jesika,apa kamu bahagia hidup dengan jesika?"tanya Bu Vivi.Rehan hanya diam dan seketika menatap Bu Vivi.


"Jesika itu siapa nek?"tanya Rey.sedangkan Rosa hanya diam sambil menatap Rehan dan meninggalkan Bu Vivi yang sedang bercerita panjang lebar.


"mah,yang berlalu biarlah berlalu "kata Rehan langsung pergi ke dalam kamar.kemudian Rosa mengikutinya dari belakang tubuh Rehan.

__ADS_1


__ADS_2