Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 21 Rosa dinyatakan meninggal


__ADS_3

pukul 10:00 pagi Dokter yang menangani dan memeriksa Rosa langsung keluar dari ruang operasi, mereka sangat lelah dan tidak bersemangat saat keluar dari pintu ruang operasi.


keluarga Rosa dan keluarga Rehan berjalan menghampiri Dokter saat keluar dari pintu ruang operasi dengan berlinang air mata mereka hanya bisa berdoa dan menangis untuk Rosa yang sedang diruang operasi.


"bagaimana dengan Rosa Dokter? "tanya Bu Vivi


"operasi berjalan dengan lancar, hanya saja bayinya sangat lemah, "ucap Dokter


" trus Rosa bagaimana Dokter? "tanya Bu Vivi panik


"kita sudah lakukan sebaik dan semampu kami tapi, "Migel langsung memotong pembicaraan Dokter dengan suara bergetar


"tapi apa Dokter, apa yang terjadi dengan mbak Rosa? "tanya Migel sambil menangis


"detak jantung dan denyut nadi Rosa semakin melemah, kita sudah melakukan berbagai cara tapi tetap tidak membaik. detak jantung dan denyut nadi Rosa hanya karena adanya alat yang terpasang, sebaiknya kita melepaskan alat alatnya biar dia tidak terlalu lama tersiksa " ucap Dokter itu.


"Rosa, Rosa kenapa harus seperti ini bagaimana dengan anak kamu dan juga suami kamu nanti, " Bu Vivi berkata kata sambil menangis dengan histeris.


"tunggu dulu Dok, alat-alatnya jangan dicabut dulu suaminya lebih berhak atas Rosa untuk melepaskan alat-alat nya " ucap Migel sambil menangis.


sedangkan Rehan masih berada di dalam mobil pukul 06:00 sore ditambah jalannya macet dan cuaca yang buruk membuat Rehan lama di perjalan menuju rumah sakit.


Rehan sangat terpukul setelah mendengar perkataan Bu Vivi tentang Rosa, Rehan merasa dunianya sangat hancur dan memohon kepada Dokter Arjun supaya alat-alatnya tidak dilepas dari tubuh Rosa.


Arjun yang selama ini menyukai Rosa tidak henti-hentinya menatap dan menemani Rosa dia berharap Rosa bernapas kembali sambil menangis


segala usaha dia lakukan untuk kebaikan Rosa,karena sejak SMP mereka sudah berteman sangat akrab bagaikan saudara kandung hanya saja dia tidak bisa memilikinya.

__ADS_1


* Rosa, kenapa kamu harus seperti ini * Dokter Arjun berkata kata sendirian


Rehan menangis sampai tidak bisa berkata- kata setelah mendengar wanita yang teramat dia cintai harus seperti itu sedangkan Aldo duduk di samping Rehan menatapnya sambil mengusap usap pundak rehan yang sedang menangis.


"sabar Rehan,kamu itu harus kuat"ucapnya


karena mobil mereka macet panjang ditambah banjir yang membuat mobil mereka terhenti dengan lama, membuat Rehan keluar dari mobil dan berlari menuju rumah sakit dan meninggalkan Aldo tanpa berucap satu kata pun.


Rehan langsung berlari menuju rumah sakit dengan berlinang air mata ditambah air hujan yang membasahi seluruh tubuhnya. Dia tidak bisa membayangkan jika wanita yang dia cintanya pergi dari hidupnya.


"Rosa kamu jangan tinggalkan aku, bagaimana aku bisa hidup tanpa kamu, bagaimana aku bisa membesarkan putra kita tanpa kamu Rosa "Rehan berkata-kata dengan keras ditengah jalan sambil berlari dengan berlinang air mata.


sedangkan Aldo yang selama ini menganggap Rehan sebagai saudaranya langsung berlari menyusul Rehan. dia sangat takut terjadi dengan apa apa kepada Rehan saudaranya itu selama ini hanya Aldo yang tau tentang Rehan Aldo tau berapa besarnya cinta Rehan kepada Rosa.


Aldo sangat mengerti dengan perasaan Rehan dia tau selama ini Rehan selalu menjaga hatinya untuk Rosa wanita muda itu, karena Rehan hanya mencintai seorang wanita yaitu Rosa


Aldo mengulurkan tangannya dan menolongnya untuk bangkit berdiri namun Rehan tidak peduli dia menghempaskan tangan Aldo dan kembali berdiri


"aku masih kuat,minggir kamu"ucapnya sambil berdiri dan kembali berlari dengan pakaian basah


sampainya di rumah sakit Rehan langsung berlari mencari keluarganya, sedangkan Aldo langsung menyusul dari belakangnya semua yang menatapnya dan juga yang tidak mengenalnya hanya diam tak bersuara dan terharu saat menatap Rehan pemilik rumah sakit itu berlari menghampiri Rosa


hampir semua orang mengetahui tentang Rehan dan Rosa saat di rumah sakit itu.


Rehan langsung menghampiri keluarganya saat berpelukan diruang UGD, hatinya seperti tersambar petir saat menatapnya. mereka menatap pakaian Rehan basah kuyup ditambah tangannya yang berdarah membuat mereka merasa kasihan terhadap Rehan yang sedang menangis berteriak dengan keras memanggil nama Rosa.


"dimana kamu Rosa? " teriak Rehan membuat semua mata orang yang disekelilingnya tertuju kepadanya.

__ADS_1


"mah, bibi Yuna, Migel, dimana dia? "tanya Rehan, kemudian dia menatap ibunya sedang menangis histeris


"rosa,, rosa sudah pergi nak Rehan " sambil menangis. kemudian Rehan langsung memeluk dan merangkul Ibu itu yang sedang duduk bersimpuh


"Ibu,,, ibu jangan ngomong gitu dong,,,,hikss,,,,hikss "kata Rehan sambil memeluk ibu dengan suara tangisannya membuat Migel berjalan menghampirinya.


"Rehan, apapun yang terjadi itu sudah kehendak nya "ucap Migel sambil mengusap- usap pundak Rehan dengan berlinang air mata.


"nggak,nggak!!! Rehan gak bisa hidup tanpa Rosa" ucap Rehan terjatuh langsung bersimpuh ke lantai.


semua menatapnya dengan sedih dan hancur tetapi Rehan yang lebih hancur dia tidak lagi memikirkan putranya yang selama ini dinantikan.


"maaf! Pak, Bu,, apakah suaminya Rosa sudah datang? "tanya Dokter Rahmat kepada Bu Vivi. sedangkan Dokter Arjun hanya diam sambil bersandar dinding dengan kedua tangan di atas dada dengan mata berkaca kaca saat menatap Rosa di dalam ruangan operasi.


"bagaimana dengan istri saya Dokter? "tanya Rehan dengan panik


"begini Pak, detak jantung dan denyut nadi ibu Rosa sudah berhenti, kami hanya ingin meminta ijin kepada bapak supaya alat alat medis dilepaskan dari tubuhnya dan Rosa sudah dinyatakan meninggal "ucap dokter


"apa? apa yang kamu bilang Dokter,, nggak,,gak, Rosa tidak mungkin meninggal, Rosa!! "teriak Rehan dengan keras membuat mereka menangis dengan histeris saat menatapnya


"mah, mama!!!!! bagaimana dengan aku ma? aku gak bisa hidup tanpa Rosa, ayo jawab aku mah kenapa Rosa harus seperti ini!? "tanya Rehan sambil menangis, hampir semua menangis dan terharu saat menatap Rehan pria yang sangat mencintai Rosa


"Rehan, mama gak bisa jawab kamu! kamu itu harus sabar nak, "ucap Bu Vivi sambil memeluk Rehan


Bu Vivi sangat terpukul saat menatap anaknya menangis karena sangat mencintai Rosa yang sudah dinyatakan meninggal, Bu Vivi hanya bisa meneteskan air mata saat meratapi nasib Rehan anaknya.


sungguh seperti mimpi baginya setelah apa yang terjadi kepada anaknya dia meratapi nasib anaknya dengan menangis tak henti-hentinya.

__ADS_1


__ADS_2