Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 5 peenikahan


__ADS_3

Mata Rosa dan mata bibi Yuna terbelalak saat mengintip Jesika berjalan dengan pakaian yang sangat transparan


"Bi,boleh bertanya?"ucap Rosa


"Boleh non,non mau nanya apa?"tanya bibi Yuna sambil melanjutkan pekerjaannya


"Bi,kenapa Rehan bisa pisah ranjang dengan Jesika "tanya Rosa


"Sebenarnya saya takut non ngomongin non Jesika "ucap bibi Yuna


"Jadi gini non,Jesika pernah ketahuan selingku sama den Rehan karena pak Hardi gak percaya den Rehan memilih untuk pergi dari rumah ini"kata bibi Yuna


"Terus gimana lagi bi?"tanya Rosa


"Hampir setahun den Rehan gak balik ke rumah lanjut bibi Yuna,rosa langsung duduk dan teringat waktu dia berjumpa dengan pria tampan itu.


Jesika berlari menemui rumah papanya yang disebut dengan pak tiga seorang pengusaha besar dikota itu karena merasa kesal saat mendengar suaminya Rehan akan menikah dengan wanita muda dengan sangat marah Jesika langsung melemparkan dompetnya keatas sofa yang berada diruang tamu.


Teriakan Jesika yang membuat ibunya yang sehari hari berpakaian rapi dengan wajah pemarah yang disebut dengan ibu Soraya wanita galak,Bu Soraya langsung keluar dari kamar dan menatap Jesika sedang menagis Bu Soraya langsung menghampirinya dan memeluknya .


"Ada apa dengan kamu Jessika "tanya Bu Soraya


"Mah,hati saya sangat kesal Rehan akan menikah dengan wanita bmuda itu ucap Jesika sambil menangis


"Siapa wanita muda itu?"tanya Bu Soraya dengan mata melotot saat menatapnya.


"Rosa wanita bayaran Rehan"jawab Jesika


Awas kamu Rehan ucap Bu Soraya dengan mata melotot.jesika langsung berlari ke dalam kamar tamu dan sambil menagis dengan keras,setelah beberapa menit jesika langsung mengangkat ponselnya dan menerima sebuah pesan dari sesorang karyawannya dan ternyata foto Rehan saat memilih gaun pengantin


Kemudian Rosa keluar dari kamar dan pergi menuju butiknya kedua bola mata Jesika melotot saat menatap Rehan sedang memesan sebuah gaun pengantin yang sangat mahal dari butiknya .


Dengan rasa marah Jesika memilih untuk kembali kerumah pak Hardi dan sampainya disana Jesika langsung menerobos pintu kamar Rosa kemudian dia melampiaskan kemarahannya dengan berteriak di hadapan Rosa.


Aaa,,teriak Jesika dengan keras

__ADS_1


Rosa langsung menutup kedua telinganya dengan tangannya sambil berlutut,Jesika langsung menagis sambil berlari kedalam kamarnya


Tok tok tok suara ketokan pintu membuat Jesika membukakann pintu kamarnya kedua bola mata Jesika melotot saat melihat Rosa berdiri di depan pintu kamarnya.


"Berani beraninya kamu berdiri di hadapanku"kata Jesika menatap Rosa dengan mata sinisnya itu.


"Jesika,aku ingin bicara dengan kamu ucap Rosa


"Ok,jawabnya menganggukkan kepalanya sambil menuang minuman dari botol ke dalam gelas


"Jesika,Rehan adalah milikmu seutuhnya,aku hanyalah wanita bayaran untuk Rehan "ucap Rosa sambil meneteskan air mata.


"Jadi hanya itu yang mau kau sampaikan? Tanya Jesika balik


"Suatu saat saya akan pergi dari hidup Rehan kata Rosa sambil mengusap air matanya dan Rosa langsung pergi meninggalkan Jesika dengan berlinang air mata,Bu Vivi yang begitu baik sangat kwatir menatap Rosa yang sedang berlari menuju keluar.


"Rosa,Rosa "teriak Bu Vivi memanggilnya Rosa langsung menghentikan langkah ya dan mengusap air matanya.


"Rosa,apa yang terjadi dengan kamu?"tanya Bu" Vivi menghampirinya


"Saya gak kenapa kenapa kok Bu jawab Rosa menggelengkan kepalanya


"Bu lain kali aja Rosa bercerita"ucap Rosa sambil menatap Rehan yang sedang turun dari mobil dan berjalan menuju rumah saat pulang dari kantor


"Mah,ini aku belikan makanan kesukaan mama"ucap Rehan menghampirinya.


"Makasih Rehan "ucap Bu Vivi dengan senyum lembutnya


"Oh ya mah,Jesika dimana?"tanya Rehan.


"Tuh ada dikamar ucap Bu Vivi


"Rosa,tolong kamu buatin teh untuk aku ya ucap Rehan,Rosa hanya menganggukkan kepala lalu beranjak menuju dapur setelah beberapa menit rosa datang dari dapur dan membawa secangkir kopi ditangannya.


"Ini teh kamu,diminum ya",kata Rosa beranjak kedapur

__ADS_1


"Rosa,kamu mau kemana ,tolong kamu pijit kepala akunih "ucap Rehan sambil berbaring diatas sofa sentuhan tangan Rosa saat memijat kepala Rehan membuatnya tertidur di pangkuan Rosa.


Hari begitu cepat berlalu sebelum pernikahan dilaksanakan Rosa mengaja Rehan untuk pergi kerumah orangtuanya Rosa,sampainya dirumah orangtua Rosa dia langsung memeluk Bu leni yang sedang terbaring diatas ranjang.


Sebelum mereka meninggalkan Bu leni Rehan menatataonya dari pintu kamar Rosa melaluka kebiasaannya sewaktu tinggal bersama Bu leni dengan membaca sebuah buku cerita disamping Bu leni.


"Mama,Minggu depan aku akan menikah,Rosa pengen sekali mama hadir di pesta pernikahan aku "ucap Rosa sambil menatap wajah Bu leni dengan berlinang air mata.


"Mama,cepat sembuh ya "ucap Rosa sambil menangis


"Kemudian Rosa menatap Migel sedang berdiri di depan pintu kamar dengan mata berkaca kaca.


"Migel,mbak harap kamu harus hadir di pesta pernikahan aku kata Rosa sambil memeluk Migel .tanpa menjawab perkataan Rosa wajah Migel dibanjiri dengan air mata kemudian dia berlari menuju ruang tamu sambil menatap Migel yang sedang memeluk Bu Yeni sambil menagis


"Bu,Rosa pamit ya "ucap Rosa dengan berlinang air mata.setelah mereka pergi dari rumah Bu Yeni langsung melepaskan pelukan Migel dan mengambilkan sebatang rokok dengan tersenyum.


Hari begitu cepat berlalu surat undangan pernikahan rehan dan Rosa sudah dibagikan hanya menunggu hari pernikaham akan dilaksanakan,kata pernikahan menghantui pikiran Rosa dia terpaksa menikah di usia mudanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.


Kemudian Bu Vivi sengaja masuk kedalam kamar Rosa dan menatapnya sedang duduk di tepi ranjang dengan berlinang air mata


"Sudahlah Rosa,kamu gak usah nangis besok kan hari pernikahan kamu "kata Bu Vivi sambil mengusap air mata Rosa.


Setelah hari pernikahan Rosa terlihat anggun saat mengenakan gaunnya mata para tamu undangan tertuju kepada Rosa saat berjalan menghampiri Rehan.


Jesika menatpnya dengan mata sinisnya itu saat Rosa menggandeng lengan Rehan menujub ,pelamina dengan merasa kesal Jesika langsung pergi meninggalkan pesta itu sedangkan Bu Yeni hanya duduk dikursi tamu bersama migel sambil menyaksikan acara pernikahan Rosa dan Rehan


Setelah acara pernikahan berlanjut Migel berlari dan memeluk Rosa dengan penuh air mata kemudian Migel memberikan sebuah kado untuk Rosa


"Aku punya sesuatu untuk kalian berdua ,kata Migel sambil memeluk Rosa


"Kira kira apa ya "tanya Rosa tersenyum merayunya.


"Ini kado dari aku untuk pengantin baru ucap Migel dengan kedua tangan mengangkat sebuah kotak kado,Rehan sangat terharu dan tersenyum saat menatap Rosa terbahak bahak bersama. Migel kemudian Bu Vivi sengaja menghampirinya dan memberikan ucapan selamat atas pernikahan rehan dan Rosa


Setelah acara pernikahan selesai Rehan segera menggendong Rosa kedalam kamar,sampainya dikamar Rehan langsung membaringkan Rosa dikamar.Jantungnya terasa deg deg sambil menatap dada kekar Rehan.

__ADS_1


"Rosa mulai hari ini kamu udah sah menjadi istriku ,panggil aku dengan sebutan mas Rehan sambil menuang minuman dari botol ke dalam dua buah gelas


"Baik mas,jawab Rosa dengan lembut.


__ADS_2