Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
63


__ADS_3

"Tidak .. tidak mungkin ibu meninggalkan ku." Teriak Ryan sambil berlarih ke jalan raya.


"Ibu .."


"Ibu .."


"Ibu .."


Ryan berlari, sambil menangis dan berteriak memanggil ibunya. "Ibu, jangan pergi, jangan tinggalkan aku sendiri bu."


Dave langsung mengejar Ryan yang berlari meninggalkan dirinya. "Sayang, tunggu." Cegah Dave namun Ryan tetap saja berlari tak memedulikan Dave yang terus saja mengejarnya.


"Ibu .." teriaknya sambil terus memeluk kantong roti dan kue untuk ibunya. Sesekali Ryan menghampus air mata di pipinya.


"Sayang." Ucap Dave sambil memeluk tubuh Ryan dari arah belakang.


"Lepaskan aku Dad, lepaskan! Aku ingin mengejar ibuku. Aku ingin mencari dan memeluk ibuku" ucapnya sambil menggerakkan tubuhnya di dalam pelukan Dave.


Batin Dave seakan teriris mendengar rintih tangis Ryan yang terus saja menyebut dan memanggil ibunya.


"Sayang, kau mau mencari kemana? Mending kita pulang dulu."


"Tidak! Aku tidak ingin pulang, aku ingin bersama ibu. Ibu .. ibu .." Tolak Ryan.


Dave lalu memutar tubuh Ryan agar balik menghadap dirinya. Dave memegang kedua pipi Ryan dengan kedua tangannya. "Lihat Dady, lihat." Kata Dave sambil menggoyangkan pelan pipi Ryan.


Ryan mengangkat wajah nya secara perlahan, melihat wajah Dave. Mata Ryan sudah merah karena menangis.

__ADS_1


"Kita pulang dulu, nanti kita akan mencari ibumu" bujuk Dave namun Ryan tetap menggelengkan kepalanya


"Sayang dengarkan Dady."


"Aku tidak ingin pulang, aku ingin mencari ibu, aku ingin berasama ibu."


Lalu Ryan menepis tangan Dave yang berada dipipinya agar Ryan bisa lolos dan kembali berlari mencari ibunya. Namun gerakan Ryan membuat kue yang berada di dalam kantong terjatuh berserakan.


"Ibu .." Lirih nya lagi sambil memungut satu persatu kue dan roti yang jatuh dijalan raya. "Ibu .."


Dave hanya bisa melihat tanpa mencegah sang anak. Namun terik matahari membuat Ryan kehilangan tenaganya, suara Ryan mulai menghilang, dan tiba-tiba 'brukkk' tubuh Ryan jatuh ambruk, untung saja ada Dave yang segera menangkap hingga Ryan tak jatuh dijalan raya.


"Sayang bangun." Dave panik apalagi suhu tubuh Ryan kini mulai meninggi.


Dengan segera Dave menggendong tubuh Ryan, dan membawanya masuk kedalam mobil. Dave langsung menghubungi dokter agar segera datang kerumah memeriksa keadaan Ryan.


"Dok tolong periksa anak ku." Dave menggendong tubuh Ryan masuk kedalam rumah, disusul oleh dokter dan juga Margaret.


"Sayang, apa yang terjadi pada anakku." Panik Margaret, atau lebih tepatnya pura-pura panik. Karna jika sesuatu terjadi pada Ryan, bisa-bisa Margaret tidak mendapatkan apa yang ia incar selama ini, yaitu harta.


Dave membaringkan tubuh Ryan diatas tempat tidur. Lalu dokter mulai memeriksa kondisi Ryan.


"Ada apa dengan putraku dok?" Tanya Dave dengan penuh kecemasan.


"Iya dok, bagaimana dengan putra kami." Timpal Margaret.


"Anak anda hanya butuh istirahat. Jangan biarkan dia kelelahan, karna baru berapa bulan yang lalu dia melakukan operasi."

__ADS_1


"Operasi?" Ulang Dave menatap wajah dokter penuh dengan tanda tanya.


"Iya benar. Apa ibunya tidak memberitahu anda?"


"Tidak dok."


"Mengenai operasi anak bapak, silahkan tanyakan sendiri pada ibunya," dokter lalu melihat kearah Margaret. "Ouh iya, maaf. Mungkin bapak bisa tanyakan pada nyonya Jasmin. Kalau begitu saya permisi dulu, dan tolong obatnya jangan lupa ditebus di opotik."


Margaret mengantar dokter tersebut hingga depan rumah. Margaret maupun Dave mereka sama-sama saling bertanya pada diri sendiri. Operasi apa yang Ryan lakukan. Dan apa yang telah Jasmin sembunyikan darinya. Kenapa semua seperti teka-teki bagi mereka berdua.


"Sayang lihatkan. Wanita itu memang jahat. Bahkan kondisi anak kita pun dia tidak memberitahukan kepada kita berdua."


"Diamlah!"


"Sayang, bagaimana aku bisa diam. Bagaimana jika sesuatu terjadi tadi pada putraku."


"Diam!!" Bentak Dave. "Sekarang keluarlah dari kamar ini. Kalau perlu keluar dari rumah ini." Usir Dave.


Margaret pun keluar dari kamar, ia tidak ingin menambah kemarahan pada Dave. Karna jika itu terjadi maka terancam sudah ia akan diusir untuk selama-lamanya.


Saar Margaret sudah keluar dari kamar. Dave lalu duduk di sudut ranjang, lalu mengusap lembut rambut Ryan. "Apa yang terjadi padamu selama ini, yang Dady tidak tahu?" Lirihnya sambil menatap wajah Ryan.


"Sepertinya aku harus mencari teman dari ibunya Ryan, aku harus mencari tahu apa yang terjadi pada Ryan selama ini." Gumam Dave.


SELAMAT MALAM MINGGU SEMUANYA..


next kita bakalan buat Dave menyesal sejadi jadinya.. ayooo siapa yang setuju ☝☝☝

__ADS_1


__ADS_2