
Rosa tetap tidak mau untuk kembali kepada Rehan dia segera pulang dan meninggalkan Rehan,dia baru saja beristirahat namun suara ketokan pintu membuatnya berjalan membuka pintu.
"non, Dokter Arjun sedang menunggumu di luar"ucap bibi yuna.Rosa berjalan menuruni tangga dan menghampiri Dokter Arjun yang sedang duduk diruang tamu.
"Arjun, ada apa kamu datang kemari? "tanya Rosa menatapnya.
"Rosa, aku ingin mengajak kamu untuk menghadiri pesta pemilik rumah sakit terbesar di jakarta ini "ucap Dokter Arjun.
"Arjun, saya tidak bisa"Rosa menolaknya
"ayolah,aku hanya ingin kamu supaya terhibur "ucapnya
"sebagai tanda persahabatan kita sejak dari kecil aku ingin kamu memenuhi permintaanku "kata Arjun memohon.
"Baiklah Arjun "ucap Rosa beranjak menuju kamarnya. setelah sampai di kamarnya Rosa langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya setelah siap mandi Rosa langsung memakai gaun berwarna hitam.
Dokter Arjun menatapnya dengan tatapan tak biasa saat Rosa berjalan menuruni tangga
*kasihan kamu Rosa* Arjun berkata-kata di dalam hatinya.
mereka langsung pergi dengan mengendarai mobil Arjun. sampainya ditempat yang dikatakan arjun mata Rosa terbelalak saat menatap Gedung rumah pak Hardi saat Arjun memarkirkan mobilnya.
kedua kaki Rosa terasa gemetar saat menginjak lokasi rumah Pak Hardi yang sangat mewah itu. Rosa mencoba untuk berbalik dan pergi menuju mobil, namun Dokter Arjun menatapnya sambil berkata.
"Rosa,kamu mau kemana?"tanya Dokter Arjun menarik tangannya.
"Arjun,Aku merasa tidak enak badan sebaiknya aku
pulang saja"ucap Rosa menutupinya
"Rosa, ayolah!,aku ingin kamu selalu terhibur "ucap Arjun.
"baiklah,sepertinya aku harus memakai masker sepertinya aku filek "ucap Rosa pura pura bersin.
"terserah kamu saja,yang penting kamu nyaman ucapnya sambil berjalan dan masuk ke rumah pak Hardi.
setelah mereka masuk kedalam rumah Pak Hardi, Rosa sengaja menundukkan kepalanya saat berjalan di samping Arjun. sesekali ia melirik Rehan yang sedang berdiri di samping Jesika dan menatap para tamu undangan yang begitu banyak dan ramai.
setelah beberapa menit saat acara pesta dimulai keluarga pak hardi langsung naik keatas panggung dan memberikan kata sambutan untuk para tamu undangannya. suka tidak suka Rehan harus memenuhi kemauan Pak Hardi untuk memangku bayi Jesika di depan para tamu undangan.
"saya, dari keluarga besar Pak Hardi mengucapkan Terima kasih banyak atas kehadiran para tamu undangan sekalian dan saya akan menyerahkan setengah dari harta saya untuk cucu kesayangan saya "ucap Pak Hardi dengan panjang lebar.
suara tepukan tangan membuat hati Rosa semakin teriris saat menatap Rehan memangku bayi Jesika yang sudah berumur 5 bulan, dengan mata berkaca kaca Rosa pergi menuju kamar mandi .
setelah sampai dikamar mandi Rosa langsung menangis dengan berlinang air mata sambil menatap cermin karena kecapean saat menangis Rosa langsung membilas air matanya dan kembali memakai maskernya.
saat keluar dari pintu kamar mandi Rosa langsung menghentikan langkahnya dan mendengar suara Rehan saat bernyanyi di depan para tamu undangan.
aku masih ada disini
masih dengan perasaanku
__ADS_1
yang dulu
tak berubah dan tak pernah berbeda
aku masih yakin nanti milikmu
aku masih di tempat ini
masih dengan setia menunggu
masih ingin mendengar
cinta membuatku kuat begini
aku merindu
ku yakin kau tau
tanpa batas waktu
kuterpaku
aku meminta
walau tanpa kata
cinta berupaya
aku merindukan mu
aku masih di dunia ini
melihatmu dari jauh bersama dia
walau pasti kuterbakar cemburu
tapi jangan lah kau kemana mana
aku merindu
ku yakin kau tau
tanpa batas waktu
kuterpaku
aku meminta
walau tanpa kata
cinta berupaya
__ADS_1
engkau jauh dimata, tapi dekat dihati
aku merindukanmu.
suara tepukan tangan para tamu undangan sangat meriah setelah mendengar suara merdu Rehan saat bernyanyi. setelah siap bernyanyi Rehan langsung pergi menuju kamar mandi dan mendapati seorang wanita hamil sedang berdiri dengan mengenakan maskernya, dia menatap wanita itu bersandar ke tembok dengan berlinang air mata .
hatinya semakin yakin kalau wanita hamil yang sedang menangis di depan toilet itu adalah Rosa istri yang dia cintai dan dirindukannya.
Rosa mencoba menghindar dari hadapan Rehan sebelum Rosa melangkah menuju para tamu Rehan langsung menarik tangan Rosa dan mengunci pintu kamar mandi.
kemudian Rehan langsung membuka masker Rosa yang menutupi setengah wajahnya, air mata Rehan langsung bercucuran saat menatap Rosa di kamar mandi. dengan merasa bahagia Rehan langsung mengangkat gaun Rosa dan mencium perutnya yang semakin menonjol
wajah Rosa dibanjiri dengan air mata saat menatap Rehan mencium perutnya itu kemudian Rehan langsung berdiri sambil memeluk Rosa dan mencium dibawah telinga Rosa .
"Rosa,Mas kangen banget sama kamu "ucap Rehan sambil mencium leher Rosa membuatnya tidak dapat berkata kata.
kemudian Rehan membuka pakaian Rosa dan menatap gunung kembar Rosa yang semakin menantang saat hamil,Rehan semakin bergairah saat menatapnya kedua tangan Rehan langsung bermain di gunung kembarnya,Rosa hanya bisa diam dan tidak dapat mengelak.
Rosa yang sudah lama merindukan sentuhan suaminya itu hanya diam saja sambil menikmatinya.
"aku sangat merindukanmu"ucap Rehan merapikan rambut Rosa
"kenapa kamu datang tanpa ada kabar ?"tambah Rehan
"sebenarnya aku tidak ingin menemuimu aku diajak seseorang kepesta ini dan aku tidak menyangka kalau rumah sakit itu milik kamu"jawabnya
Rehan langsung mencium gunung kembar Rosa dengan rakusnya, tiba-tiba ponsel Rosa berbunyi ternyata dokter Arjun sedang menelfon nya Rosa langsung meraih tasnya dan mengangkat ponselnya membuat Rehan menghentikan gerakannya
( hallo, Rosa)
( hallo, ada apa Arjun??)
( kamu dimana?)
( aku lagi di kamar mandi)
(kita mau pulang ya, gak bagus wanita hamil kelamaan diluar) ucap Arjun langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Rosa langsung mendorong tubuh Rehan dan mengenakan pakaiannya setelah Rosa siap mengenakan pakaiannya Rehan langsung menarik tangan Rosa yang sedang menarik gagang pintu.
"Rosa, kamu mau kemana? " tanya Rehan menatapnya.
"Mas Rehan, aku mau pulang Dokter Arjun sedang menungguku diluar "ucap Rosa sambil melepaskan tangan Rehan.
"Rosa aku masih kangen sama kamu "ucap Rehan sambil menatapnya.
"Rehan, biarkan aku pergi "ucap Rosa dengan mata berkaca-kaca.
"Rosa, kapan aku bisa jumpa lagi dengan kamu? tolong kasih aku waktu untuk menemani anakku " ucap Rehan sambil mengusap air mata Rosa.
"Rehan, jika kamu ingin bertemu dengan aku datang lah ke rumah, aku pasti membuka pintu untuk kamu "ucap Rosa dengan mengenakan maskernya.
__ADS_1
Rosa langsung berjalan menghampiri arjun yang sedang berdiri menunggunya diluar.mata para tamu tertuju kepada Rosa saat berjalan menghampiri arjun sedangkan Rehan berlari mengikutinya dari belakang dan menatap Rosa langsung masuk kedalam mobil .