
sejak kepergian Rehan ke kantor Rey yang terus menangis tak henti-henti ingin ikut bersama papanya, karena Rosa tidak tahan mendengar suara tangisan anaknya dia memilih untuk pergi membawa anaknya ke kantor suaminya.
sampainya di kantor Rehan, mata para pria terbelalak saat menatap kecantikan Rosa yang masih muda saat berjalan menggendong putranya menuju ruang kerja suaminya
tubuhnya yang sedikit kurus persih seperti gadis SMA
saat Rehan hendak keluar dari ruangannya
dia menatap wanita mudanya sedang berjalan menuju ruangan kerjanya, matanya kebingungan saat menatap rekan-rekan kerjanya kehebohan menatap kecantikan istrinya saat berjalan menghampirinya
hampir semua kaum pria tergila gila dengan kecantikan Rosa.
karena Rehan merasa risih dengan tatapan pria lain saat menatap istrinya Rehan langsung berjalan dengan cepat menghampirinya
terlihat anaknya yang lucu dan menggemaskan itu yang sudah berumur dua tahun langsung berteriak dengan keras memanggil papanya
"papa, papa, teriak Rey sambil tertawa mengulurkan kedua tangan kecilnya saat Rehan meraihnya dari tangan Rosa
Rehan langsung mencium pucuk kepala Rosa dihadapan rekan- rekan kerjanya.
para pria rekan kerjanya merasa sial dan kesal saat menatapnya, satu persatu mereka langsung mengalihkan pandangannya dan kembali keruang kerjanya masing-masing
Rehan yang sangat tergoda dengan penampilan istrinya tersenyum memandang istrinya sambil menggendong anaknya itu
kedua bola matanya tidak henti-hentinya saat memandang Rosa yang persis seperti gadis SMA.
"Rosa, kenapa kamu datang ke kantor gak kasih kabar? "tanya Rehan
" aku gak sempat Mas, karena anak kita nangis terus nyebut papa " kata Rosa
"jagoan papa kangen ya sama papa? " kata Rehan sambil mencium pipi anaknya
papa, mamam,,, kata Rey minta makan
wajah Reyi yang semakin menggemaskan membuat rekan kerja Rehan gemas dan terbahak bahak saat menatapnya.
setelah beberapa menit Rehan berjalan sambil menggendong anaknya menuju restoran untuk makan, Rosa langsung menggandeng lengan kiri Rehan hampir semua mata para karyawan di kantor Rehan terbelalak saat menatap mereka berjalan dengan romantis
sampainya di restoran Rehan langsung memesan makanan kesukaannya, setelah siap makan mereka memilih untuk pergi ke mall milik Rehan. sampainya di mall mata para wanita-wanita halu itu tidak henti-hentinya menatap Rehan pria tampan itu saat berjalan bersama Rosa
__ADS_1
"Mas, aku mau ke toilet bentar "kata Rosa
"sini aku gendong jagoan papa" kata Rehan menggendong Rey dari tangan Rosa
setelah Rosa pergi ke kamar mandi para wanita wanita halu itu mengajak Rehan dan Refaldi untuk berfoto, setelah beberapa menit saat Rosa keluar dari toilet dia sangat cemburu saat menatap Rehan sedang berfoto-foto dengan wanita lain
sebelum siap berfoto dengan para wanita wanita Halu itu, Rehan menatap Rosa dengan tatapan panas dan tajam saat menatapnya dengan merasa cemburu Rosa langsung berjalan menuju mobil Rehan ketempat parkiran.
saat Rehan berjalan menuju keluar dia menatap sepasang sepatu yang sangat mahal yang sedang terpajang di mall milik Rehan
kemudian Rehan membeli sepasang sepatu Hailis yang tinggi untuk Rosa karena Rosa sangat suka dengan sepatu hailis tinggi
kemudian Rehan langsung berjalan menghampiri Rosa sambil menggendong Rey dengan sebuah kotak sepatu di tangan kirinya, sampainya diparkiran Rehan menatap Rosa sedang berdiri sambil menatap jalan
"Rosa, kamu lihat apa? "tanya Rehan sambil menggendong Rey
"aku gak kenapa-kenapa " ucap Rosa dengan cuek langsung masuk ke dalam mobil
"Rosa, kamu sakit ya? "tanya Rehan sambil mengendarai mobilnya
"gak, mungkin pikiran kamu yang lagi sakit " kata Rosa dengan mata berkaca kaca sambil memangku anaknya yang sedang tidur
"Rosa, kamu itu ngomong apa sih? "tanya Rehan kebingungan sambil menghentikan kendaraannya ditepi jalan
"Rosa, Mas gak akan nyalakan mesin mobil ini sebelum kamu jelasin sama aku "kata Rehan
"ya udah aku turun aja, aku bisa kok jalan sendiri" kata Rosa langsung membaringkan anaknya di kursi mobil kemudian dia turun dari mobil
Rehan sangat emosi mendengar perkataan Rosa ditambah dia menatap Rosa dengan kwatir saat berjalan dijalan yang agak sepi dengan pakaian rok pendek dan baju sedikit transparan. Rehan langsung keluar dari mobil dan berlari mengejar Rosa
kemudian dia menarik tangan Rosa menuju mobil, dengan merasa marah Rosa langsung menjerit-jerit ingin di lepas sambil berteriak dengan keras.
"Mas, lepasin tangan aku sakit!! "teriak Rosa dengan keras
"nggak, Mas gak akan lepasin tangan kamu sebelum kamu jelasin semuanya "kata Rehan sambil merapatkan tubuh Rosa ke mobil Rehan
"Mas, kamu itu kenapa sih aku gak suka dipaksa "kata Rosa sambil menangis
"Rosa, kamu jangan bikin saya sampai marah" kata Rehan
__ADS_1
"Mas, aku mau pergi lepasin aku "teriak Rosa
"kamu mau pergi kemana? "tanya Rehan
"aku mau pergi sama pria lain "ucapan Rosa membuat Rehan sangat marah dengan emosi yang tinggi Rehan langsung menampar wajah Rosa
"Rosa, Mas sangat kecewa sama kamu "kata Rehan dengan mata berkaca kaca dan masuk kedalam mobil. kemudian dia menatap Rosa sedang berjalan dengan kedua kaki gemetar
tiba-tiba Rosa langsung terjatuh dan pingsan diaspal, Rehan menatapnya dan berlari menghampiri Rosa dengan menangis kemudian dia menggendong tubuh Rosa kedalam mobil Rehan segara mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.
sampainya di rumah sakit Rosa langsung ditangani oleh dokter Arjun dan dokter yang lainnya sedangkan Rehan langsung mengangkat ponselnya dan menelpon Bu Vivi
( halo mah,,) kata Rehan dengan panik
( halo,, ada apa nak?) tanya Bu Vivi dengan lembut
(mama datang ke rumah sakit ya, Rosa tadi pingsan saat dijalan) kata Rehan
( iya sayang, mama akan datang) kata bu Vivi langsung masuk kedalam mobil, sedangkan Rehan masih berdiri sambil mondar-mandir saat menggendong putranya
setelah beberapa menit saat Bu Vivi sampai di rumah sakit dia langsung menghampiri Rehan keruang UGD.kemudian dia mengambil Rey dari tangan Rehan
"Rehan, bagaimana dengan keadaan Rosa? " tanya Bu Vivi
"gak tau mah, "jawab Rehan dengan meneteskan air mata
"ya sudah kamu tenang dulu "kata Bu Vivi sambil mengusap-usap pundak Rehan
setelah beberapa jam saat tim medis keluar dan membuka pintu ruang rawat Rosa, Rehan langsung berjalan menghampirinya
"Dokter, bagaimana dengan keadaan istri saya?" kata Rehan dengan panik
"Pak, istri anda pingsan karena kecapean ditambah ibu Rosa sudah memiliki penyakit Rosa harus dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari, jadi kami sarankan supaya ibu Rosa agar istirahat dan tidak boleh kecapean dan satu hal lagi yang bapak harus ketahui kepala Rosa tidak boleh terbentur "kata dokter itu sedangkan dokter Arjun hanya diam sambil menatap Rehan.
"baik, terimakasih Dokter" kata Rehan
setelah dokter pergi Rehan langsung berjalan menghampiri Rosa yang sedang terbaring di atas ranjang. Rehan langsung menangis sambil mencium tangan Rosa berulang ulang Arjun merasa cemburu saat menatapnya dari pintu
setelah beberapa menit saat Rosa membuka kedua bola matanya, dia menatap Rehan dan Bu Vivi yang sedang berdiri menggendong putranya
__ADS_1
"Rosa, kamu udah bangun sayang? "tanya Rehan sambil mencium kening Rosa
Bu Vivi hanya tersenyum saat menatap Rosa sedangkan dokter Arjun hanya diam dan keluar dari ruang rawat Rosa.