
"Ja-jasmin." Satu kata terlontar dari bibir Dave.
"Keluar!! Keluar sekarang juga!!" Teriak Jasmin sambil mengangkat tangannya menunjuk jalan untuk keluar dari rumah.
"Maaf" ucap Dave dengan tulus. "Maafkan aku Jasmin." Dave melangkah maju mendekat kearah Jasmin.
"Keluar!!" Sentak Jasmin sambil berjalan mundur.
"Jasmin, tolong beri aku kesempatan untuk berbicara padamu. Komohon!"
"Tidak ada kesempatan untuk orang seperti dirimu" Jasmin berjalan menjauh dari Dave.
"Tolong usir orang itu dari rumah." Perintah Jasmin pada pengawal yang selalu menjaga rumah Papinya.
"Tapi, Tuan melarang.." Belum sempat Pengawal itu berucap Jasmin sudah pergi.
Jasmin sudah tahu, tidak mungkin Dave bisa masuk kedalam rumah jika tanpa persetujuan dari kedua orang tuanya. Dengan penuh amarah Jasmin kembali berjalan mendekat ke arah Dave, lalu saat telah sampai di depan Dave, Jasmin terdiam sambil melihat wajah Dave. Dan setelah itu Jasmin langsung menarik ujung jas Dave dengan paksa. "Keluar dari rumah ku sekarang juga" ucapnya tanpa menoleh sedikit pun kebelakang.
Dave pun hanya mengikuti langkah Jasmin yang ada di hadapannya. Hingga tiba-tiba Dave memegang lengan Jasmin, membuat Jasmin berhenti melangkah.
__ADS_1
"Maafkan aku." Lirih Dave, dan Jasmin hanya diam, tidak menoleh sedikit pun.
"Maafakan aku, atas apa yang telah aku perbuat padamu. Yang begitu sangat menghancurkan hati dan perasaanmu. Sungguh aku sangat menyesal." Ucap Dave.
Jasmin hanya terdiam. Tidak menoleh dan bahkan tidak melangkah. Ia masih tetap dengan posisinya. Membuat Dave kembali berucap.
"Sungguh aku sangat menyesal Jasmin. Ego ku membuat mataku tertutup. Traumaku pada wanita membuat ku menganggap semua wanita sama." Dave menarik nafas dalam-dalm lalu menghembuskannya. "Maafkan aku. Maaf, sungguh aku sangat menyesal. Dan setelah kau pergi aku baru sadar ternyata aku memiliki rasa padamu. Aku mencintaimu hanya egoku yang tinggi memaksaku untuk membecimu."
Jasmin menyentak tangan Dave dengan sekuat tenaga hingga tangan Dave terleoas dari lengannya.
"Jika kamu bisa melihat kedalam hidupku, coba gunakan matamu dan lihat aku baik-baik. Betapa hancurnya aku dengan perkataanmu dulu, kata yang keluar dari mulutmu, bagaikan silet yang sangat tajam, mampu mengiris hatiku, hingga memberikan luka yang sangat menyayat dan mendalam. Dan apa ini? Kau malah berdiri di hadapanku memohon maaf dan mengatakan jika kau cinta padaku. Cinta???" Jasmin menarik nafas memberi jeda pada ucapannya. "Tidak ada cinta, dan perkataan mu aku anggap tidak pernah aku dengar, karena kita sekarang sedang berperang."
Dave tersentak mendengar kata-kata yang terlontar dari bibir Jasmin. Baru kata seperti ini mampu membuat hati Dave bergetar, bagaimana dengan kata-kata nya dulu yang sangat tajam untuk Jasmin. Bagaimana hati Jasmin pada saat itu.
"Keluar dari rumahku sekarang juga!!" Teriak Jasmin penuh dengan kemarahan. Bahkan wajah Jasmin saat ini sudah merah karena marah.
"Keluar!!" Teriak Jasmin.
Mom Yoona yang mendengar keributan langsung mendekat ke arah Jasmin dan Dave.
__ADS_1
"Sayang ada apa ini?" Tanya Mom Yoona.
"Keluar!!" Teriak Jasmin lagi.
Mom Yoona kaget, selama ia hidup baru kali ini melihat sang anak yang begitu sangat emosi. Bahkan dulu saat mempuyai masalah dengan Al mantan suaminya Jasmin bisa menyelesaikan masalahnya dengan sabar dan bahkan tidak tersulut emosi. Tapi ini? Mom Yoona benar-benar kaget.
"Pulang lah dulu Nak." Pinta Mom Yoona pada Dave.
"Keluar!" Sentak Jasmin.
Lalu Dave menatap wajah Mom Yoona,. Mom Yoona menganggku kepada Dave agar menurut pada ucapan Jasmin. Sebelum terjadi hal yang tidak di inginkan.
"Baiklah aku pulang, tapi aku akan kembali lagi, dan akan memperjuangkan mu untuk hidup bersamaku, bersama Ryan dan juga calon bayi kita"
"Dan aku ingatkan padamu, jangan pernah bermimpi hal itu." Ucap Jasmin lalu berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya..
Berdoalah moga autor khilaf hari iniðŸ¤ðŸ¤
Jangan lupa like dan komen yah..
__ADS_1
makasih semuanya🤗🤗
calangheeeoooo😘😘😘😘