Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 7 malam pertama yang dinanti


__ADS_3

Rehan berjalan menghampiri Rosa, dia menatapnya dengan bergelimang air mata Rehan mencoba untuk menenangkan hatinya dengan mengusap air mata Rosa.


"Rosa, Mas gak ingin melihat kamu menangis lagi, besok kita akan pindah ke rumah yang


baru! "kata Rehan. karena Rosa tidak ingin mendengar perkataan suaminya, dia langsung menutup bibir Rehan dengan jari telunjuknya


"cukup Mas, aku ingin malam ini kamu tidur bersama Jesika!"ucap Rosa lalu pergi ke dalam kamar. Rehan yang merasa kesal berteriak dengan keras


"Rosa, Rosa! "suara teriakan Rehan . Rosa yang sedang menangis meneruskan langkahnya dan bersimpuh dibalik pintu kamarnya, terdengar dari dapur sangat nyaring Rehan yang sangat marah langsung melemparkan piringnya ke lantai


dengan merasa terkejut bibi Yuna langsung keluar dari kamar untuk membersihkan serpihan piring yang berserak di atas lantai.


setelah pagi Bu Vivi menatap Rosa sedang menyusun barang barang nya, dengan merasa kasihan Bu Vivi menghampirinya dan duduk di tepi ranjang sambil berkata


"Rosa, kenapa kamu harus pergi? lihatlah rumah ini sangat besar untuk tempat kita tinggal "ucap Bu Vivi sambil menatap Rosa.


" Bu, tidak seharusnya saya tinggal di rumah ini mas Rehan kan sudah beli rumah yang baru untuk saya, "ucap Rosa sambil merapikan pakaiannya.


"baiklah, jika kamu harus pergi saya berharap supaya kamu cepat hamil,saya ingin sekali punya cucu! "ucap bu vivi sambil memeluknya setelah siap menyusun pakaiannya kedalam koper Bu Vivi menatap Rosa dan bi Yuna masuk kedalam mobil .


setelah mereka sampai di rumah yang baru dibeli Rehan, Rosa sangat senang saat memandang rumahnya yang begitu mewah dan indah yang dilengkapi dengan taman bunga .


Rehan langsung memangku Rosa kedalam kamar dan membaringkannya di atas ranjang sedangkan bibi Yuna dan bibi Siti pembantu barunya sangat sibuk untuk menyusun barang barangnya kedalam rumah barunya.


"Rosa, mulai hari ini mas ingin kamu sendiri yang membersihkan kamar kita setiap hari "ucap Rehan sambil menatap wajah Rosa.


"baik mas! "jawabnya dengan lembut.


karena Rehan harus berangkat menuju kantor Rehan langsung pamit kepada rosa. sebelum Rehan meraih gagang pintu Rosa berteriak memanggil suaminya membuat Rehan menghentikan langkahnya.


"Mas !! "teriak Rosa.


"ada apa Rosa? "tanya Rehan sambil menatapnya.


tanpa berkata kata Rosa langsung menghampirinya dan merapikan dasi suaminya, Rosa menatap Rehan dengan tatapan yang tak bisa diartikan.kemudian Rehan langsung mencium pucuk kepala Rosa dan pergi menuju kantor dengan mengendarai mobilnya.


Rosa langsung masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya. karena Rosa merasa sangat cape dan tidak enak badan dia langsung berbaring di atas sofa, tiba tiba dia merasa pening dan hidungnya meneteskan sedikit darah suara teriakan Rosa membuat bibi Yuna berlari menghampirinya


"Bi Yuna, tolongin saya dong!!"ucap Rosa sambil mengangkat kepalanya. bi Yuna langsung berlari dari dapur dan menghampiri Rosa keruang tamu.


"non kenapa? "tanya bi Yuna.

__ADS_1


"mungkin saya lagi demam bi, tolong kamu belikan obat untuk saya, "ucap Rosa.


"baik non! "ucap bi Yuna lalu pergi . setelah beberapa menit


bi Yuna datang dan menghampiri Rosa yang sedang terbaring di atas ranjang.


setelah Rosa meminum obatnya dia langsung tertidur dengan pulas, bibi Yuna kembali ke dapur dan menutupkan pintu kamar majikannya.


jam menunjukkan pukul 05:00 sore, Rosa langsung turun kelantai bawah untuk makan karena Rosa merasa kesepian saat suaminya tidak di rumah Rosa sengaja mengajak kedua pembantunya untuk makan bersama.


setelah siap makan Rosa langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan badannya setelah siap mandi, dia dikejutkan dengan kedatangan Rehan yang sedang duduk di tepi ranjang menatapnya.


Rosa yang merasa senang saat Rehan sudah pulang, Rosa berlari sambil memeluknya


dan mengecupnya dengan berulang ulang.


"kenapa mas Rehan datang gak kasih kabar sama aku? "tanya Rosa ngambek.


"tadinya mas ingin ngintip kamu lagi sedang apa? "kata Rehan


oh, jawab Rosa tersenyum . Rehan yang begitu sangat mencintainya melingkarkan kedua tangannya di pinggang Rosa.


"sayang, kamu udah siap? "tanya Rehan dengan nafas yang hangat di wajah Rosa


Rehan langsung menyentuh tubuh Rosa dan melepaskan handuknya mata Rehan terbelalak saat menatap tubuh indah Rosa tanpa sehelai benang menutupinya.


Kemudian Rehan meraih pundak Rosa dan nafasnya terasa hangat di wajah Rosa,kedua insan itu sedang dimabuk cinta.


setelah mereka siap bertempur Rehan dan Rosa langsung berbaring diatas ranjang dengan lemas,Rosa tidur dengan pucuk kepalanya diatas lengan Rehan dan kedua tangan Rehan melingkar di perut Rosa.


setelah beberapa menit Rosa langsung duduk sambil menatap kebawah perutnya dengan Rasa terkejut saat menatap bercak darah di atas Ranjangnya Rosa langsung berteriak dengan keras sambil berkata.


"Mas, aduh ini kok sakit banget?"kata Rosa membuat Rehan menatapnya penuh dengan perhatian


"gak usah nangis sayang,Mas udah pesan obat oles bentar lagi juga akan nyampe "kata Rehan sambil mencium kening Rosa


kemudian Rehan langsung mengambil ponselnya dan memesan sebuah obat untuk dioles dibawah perut Rosa


setelah beberapa jam bibi Yuna langsung mengetok pintu kamarnya saat mereka tidur tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya. Rehan langsung memakai celananya dan berjalan untuk membuka pintu kamarnya.


"den, ini ada pesanan "kata bibi Yuna sambil mengangkat sebuah kotak kecil.

__ADS_1


"terimakasih ya bi, " kata Rehan langsung mengunci pintu kamarnya


kemudian dia berjalan menghampiri Rosa yang sedang berbaring di atas ranjang dengan lemas karena kecapean saat bertempur.


Rehan yang penuh perhatian langsung mengoleskan obatnya di area sensitifnya Rosa,


karena sangat lelah Rosa kembali melanjutkan tidurnya.


setelah pagi Rosa langsung bangun dan mengangkat ponselnya kemudian dia membaca sebuah pesan dari Jesika di ponselnya


(aku sangat bahagia sejak saya mengandung anak Rehan, ternyata Rehan sangat mencintaiku dan sangat bergairah di atas ranjang )isi pesan Jesika dengan sebuah poto tespek yang sudah menunjukkan hasil positif.


Rosa yang merasa cemburu langsung berjalan menuju kamar mandi sambil meneteskan air mata,dia tidak dapat berkata kata sejak membaca sebuah pesan dari Jesika.


setelah siap mandi dia langsung berpakaian dan turun ke lantai bawah, Rosa yang selalu terbayang bayang dengan pesan Jesika langsung meneteskan air mata sambil duduk diruang tamu.


terlihat dari ruang tamu saat Rehan turun ke lantai bawah


Rosa langsung mengusap air matanya sambil berjalan menuju dapur untuk mengambilkan segelas teh untuk Rehan.


setelah beberapa menit Rosa menghampirinya dengan segelas teh ditangannya sambil berkata


"Mas, ayo diminum tehnya, " ucap Rosa menghampirinya dengan mata sedikit merah


"Rosa, kamu habis nangis ya?"tanya Rehan menatapnya.


"gak kok mas, mata aku tadi kelilipan "ucap Rosa menutupinya.


"oh, kata Rehan sambil meneguknya


"Mas, aku mau nanya sama kamu,"kata Rosa


"kamu mau nanya apa sayang ?"tanya Rehan balik.


"Mas,kamu cinta gak sama aku?"tanya Rosa dengan santai membuat Rehan menatapnya sebelum Rehan menjawab tiba tiba ponsel Rehan berbunyi ternyata Aldo sedang menelpon.


( hallo, bos)


( hallo, ada apa Aldo? )


( bos, kita ada rapat setengah jam lagi)

__ADS_1


( ok, kamu siapkan berkas -berkas ) ucap Rehan memutuskan sambungan teleponnya . dengan terburu -buru dan tidak menjawab pertanyaan Rosa, Rehan langsung pergi menuju kantornya.


__ADS_2