Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 36 Jesika pergi dari hidup Rehan


__ADS_3

Dengan rasa menyesal Jesika langsung mengangkat ponselnya dan mencoba untuk meminta maaf kepada Bu Vivi, namun karena Bu Vivi sedang tidur dan tidak mendengar suara ponselnya yang sedang berbunyi Jesika kembali meletakkan ponselnya di atas ranjang, kemudian dia berbaring di atas ranjang


jam menunjukkan pukul 09:00 pagi,Jesika langsung bangun dan berjalan ke kamar mandi setelah siap berpakaian Jesika langsung pergi menemui Bu Vivi ke rumah Rehan.


sampainya di Rehan, Jesika menatap Rosa saat duduk di atas sofa kemudian Rosa langsung berdiri dan meninggalkan Jesika yang sedang berdiri menatapnya, suara teriakan Jesika membuat Rosa menghentikan langkahnya.


"Rosa, aku ingin bicara dengan kamu "kata Jesika membuat Rosa menatapnya.


"maaf, aku tidak ada waktu untuk bicara dengan wanita licik seperti kamu "kata Rosa dengan cuek


"Rosa, berikan aku waktu untuk lima belas menit "kata Jesika dengan memohon


"baiklah, "ucap Rosa dengan kedua tangan di atas dada


"Rosa, kamu sangat beruntung!suamiku sangat mencintaimu tetapi aku tidak peduli aku hanya ingin menjalin hubungan baik dengan kamu dan aku akan pergi dari Rehan "kata Jesika


"kenapa kamu harus pergi? jika kamu ingin menjalin hubungan yang baik dengan saya tinggallah di rumah ini bersama kami "kata Rosa menatapnya.


"tidak Rosa, Rehan hanya mencintaimu Rehan tidak pernah mencintaiku dan aku yang sangat tergila-gila kepada Rehan selama ini "jawab Jesika dengan mata berkaca-kaca.


"jadi kamu mau pergi kemana? "tanya Rosa menatapnya


"aku akan pergi ke Bandung bersama Dion, pria yang selama ini mencintaiku "kata Jesika


"baiklah, boleh kah aku mengantarmu ke bandara?"tanya Rosa tersenyum


"boleh, besok aku akan berangkat ke bandara jam 09:00 pagi "kata Jesika beranjak keluar dan pergi


"Jesika, apa kamu tidak ingin bicara dengan ibu mertua kita? "tanya Rosa


"tidak usah, sampaikan saja salam ku "jawab Jesika sambil melanjutkan langkah nya menuju mobilnya ke parkiran.


Rosa yang sudah memaafkan Jesika tersenyum sambil masuk ke dalam kamar, kemudian dia berbaring di atas ranjang dan suara ketokan pintu kamarnya membuat Rosa bangun dari atas ranjang untuk membuka pintu kamarnya.


pria tampan yang selama ini dia rindukan berdiri di depan pintu kamarnya dengan sekuntum bunga di tangan kanannya.


dengan merasa senang Rosa langsung memeluknya dengan kuat dan Rehan membalasnya dengan mencium pucuk kepala Rosa.

__ADS_1


"kenapa Mas datang gak kasih kabar?"tanya Rosa ngambek


"Mas ingin kasih kamu kejutan" jawab Rehan sambil mencium kening Rosa


"oh, ya Rey di mana? "tanya Rehan


"bibi Yuna udah pergi untuk menjemput Rey ke sekolah" jawab Rosa


"sayang, Mas kangen banget sama yang ini "kata Rehan sambil memasukkan tangannya kedalam celana Rosa


kemudian Rosa mengangkat kedua tangannya keatas leher Rehan, sentuhan tangan Rehan membuatnya semakin bergairah


setelah mereka siap bertempur mereka langsung berbaring di atas ranjang, setelah pagi Rosa langsung bangun dan berjalan ke kamar mandi setelah siap mandi Rosa langsung berpakaian sambil menghadap cermin


"sayang, kamu mau kemana? kok cantik banget" tanya Rehan menghampirinya


"emang selama ini aku gak cantik Mas?"tanya Rosa ngambek


"kamu cantik kok sayang, tumben aja kamu berdandan pagi-pagi gini "kata Rehan memeluknya dari belakang tubuh Rosa


Rehan hanya menatapnya sambil menganggukkan kepalanya.


mungkin Rosa takut terpapar sinar matahari makanya dia mengenakan sal di kepalanya gumam Rehan tersenyum sambil berjalan menuju kamar mandi.


setelah siap mandi Rehan langsung berpakaian dan pergi bersama Rosa ke bandara, sampainya di bandara mereka menghampiri Jesika dan andre yang sedang berdiri menunggunya


"hei, Rosa!! "teriak Jesika sambil melambaikan tangan kanannya


"Rosa, kapan jam perjalan kamu? "tanya Rosa


"Lima belas menit lagi, kata Jesika sambil melirik Rehan yang sedang berdiri menatapnya


"Jesika, kamu pergi dengan siapa?"tanya Rehan


"aku akan pergi bersama andre dan akan tinggal bersama Dion di bandung"kata Jesika menatapnya


"baiklah, jaga diri kamu "kata Rehan

__ADS_1


"Rehan, aku ingin kamu mencium ku untuk terakhir kalinya "kata Jesika sambil merapikan dasi Rehan. dengan mata berkaca-kaca Rehan hanya menganggukkan kepalanya sambil mencium pucuk kepala Jesika kemudian dia mendekati Andre dan memeluknya sambil menangis.


kemudian Jesika dan Andre langsung masuk kedalam pesawat, sedangkan Rosa dan Rehan hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya saat Jesika dan anaknya masuk kedalam pesawat.


kemudian mereka memilih untuk pulang menuju rumah sampainya di rumah, Rehan semakin curiga saat menatap Rosa yang masih menggunakan sal di kepalanya saat berada di rumah.


"Rosa, kenapa kamu harus menutupi kepalamu? "tanya Rehan


"gak kenapa-kenapa kok Mas, aku hanya suka saja dengan sal ini "jawab Rosa menutupinya


"oh, "jawab Rehan tersenyum menganggukkan kepalanya


di pagi hari saat Rosa bangun dari atas ranjang kemudian dia pergi menuju kamar mandi, di saat Rosa sedang mandi Rehan yang sudah bangun langsung menatap bantal Rosa yang di penuhi dengan rambut yang sudah rontok. Rehan langsung berdiri dan berjalan menghampiri Rosa yang sedang di kamar mandi.


"Rosa, tolong buka pintunya?"


teriak Rehan dengan keras.


"ia Mas "jawab Rosa dengan terburu-buru menutupi kepalanya dengan sebuah handuk dan membuka pintu kamar mandi


"ada apa Mas? "tanya Rosa menatapnya. Rehan langsung menutupi tubuh Rosa dengan handuk dan menarik tangannya menuju bantal yang terletak di atas ranjang


"Rosa, lihat. apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu? "tanya Rehan sambil menunjukkan bantal Rosa yang dipenuhi dengan rambut.


"ayo jawab aku Rosa! "teriak Rehan dengan keras saat Rosa tidak mau menjawabnya


"baiklah, jika kamu tidak mau melepaskan handuk yang menutupi kepalamu aku sendiri yang akan membukanya "kata Rehan sambil melepaskan handuk yang membungkus kepala Rosa.


Rehan sangat terkejut sambil menatap kepala Rosa yang sudah mulai botak, dengan berlinang air mata Rehan langsung menangis dengan histeris sambil bersimpuh di lantai.


"tidak, tidak, ini tidak mungkin! " kata Rehan sambil menangis


"Rehan, itu sebabnya aku menutupi kepalaku dan menyembunyikan semuanya dari kamu karena aku takut pria yang sangat kucintai akan pergi dari hidupku "kata Rosa sambil menangis


"Rosa, kamu jangan ngomong gitu!. apapun yang terjadi aku akan tetap mencintaimu "kata Rehan sambil memeluk Rosa yang sedang menangis


"Mas, kamu jangan pergi lagi aku ingin selalu bersama dengan kamu "kata Rosa sambil namun Rehan hanya diam sambil memeluknya karena dia tidak bisa memastikan dirinya akan selalu ada untuknya karena pekerjaannya.

__ADS_1


__ADS_2