Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
97


__ADS_3

"Sayang mendekatlah, sentuhlah sepuasmu" Ucap Margaret menggoda Dave.


"Bahkan jika kau telanjang sekalipun di hadapanku, barang ku tidak akan bisa berdiri." Tolak tegas Dave lalu membuka dompetnya.


"Sekali sampah tetap sampah." Bentak Dave sambil membuang uang di hadapan wajah Margaret. "Bahkan lalat pun enggan untuk singgah di tubuhmu yang murah itu."


Margaret terhenya mendapat perlakuan yang berbeda dari pemikirannya. Margaret kira Dave akan tergoda dengan rayuannya. Mengingat Dave tidak pernah bisa menahan nafsunya selama ini. Dan tanpa Margaret tahu, Jasmin telah berhasil membuat Dave berubah, semenjak mengenal Jasmin Dave sudah tidak pernah lagi bergonta-ganti wanita untuk di bayar semalam.


"Dave!!!" Teriak Margaret geram, karna di permalukan oleh Dave. Margaret lalu mengaitkan kembali bra miliknya dan mengancing baju yang sempat ia buka tadi. "Lihat saja! aku tidak akan membuat mu bahagia dengan wanita itu." Geram Margaret sambil menyentakkan kaki nya di lantai dengan keras.


"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, akan setia hingga sampai mau memisahkan." Gumam Dave sambil berjalan menuju mobilnya.


Dave sontak kaget saat melihat Rifqi sudah berdiri di sisi mobilnya.


"Dave." Sapa Rifqi

__ADS_1


"Tumben kau muncul? dari mana saja?" Tanya Dave sambil melirik Rifqi dari ujung kaki ke ujung kepala.


"Aku hanya pergi menenangkan diriku. Ouh iya bagaimana kabarmu?" Tanya Rifqi.


"Seperti yang kau lihat." Dave mengangkat kedua tangan nya sambil menaikkan bahunya.


"Saat ini Jasmin dan Al sedang berada di cafe yang berada di jalan xx. Jika kau tidak ingin kehilangan Jasmin maka pergilah menyusul kesana." Jelas Rifqi yang memang sedari dulu sering mengikuti Jasmin, melihat dari jauh apakah Jasmin baik-baik saja.


Rifqi memang mencintai Jamsin, hanya saja Rifqi sadar jika Jasmin tidak mencintainya. Jadi Rifqi hanya bisa mencintai Jasmin dalam diam. Menjaga Jasmin dari jauh, melihat Jasmin bahagia sudah membuat Rifqi bahagia. Dan seperti itulah cinta kita harus bisa melihat orang yang kita cintai bahagia dengan kehidupannya meski itu tanpa diri kita di sisinya.


Setelah mendegar ucapan Rifqi, tanpa pikir panjang Dave langsung masuk ke dalam mobil dan menyalakan mobilnya,mengemudi mobil dengan kecepatan penuh. Dave berharap ia tidak telat, Dave berharap Jasmin tidak menerima Al kembali. Karna Dave tahu betul dari papi Adam jika sampai saat ini Al menyesali perbuatannya dan berharap Jasmin memaafkannya dan mau menerima dirinya kembali.


Dave mengcengkran keras stri mobil, perasaan takut, was-was, gelisah, semua bercampur menjadi satu, menyeruak di dalam dirinya. Sungguh Dave sangat takut kehilangan orang yang berarti dalam dirinya.


"Jasmin, please jangan meninggalkan ku." Lirihnya sambil menyetir mobil.

__ADS_1


Sampainya di cafe Dave langsung memarkirkan mobilnya dan dengan cepat turun dari mobil, serta berjalan dengan cepat masuk kedalam cafe.


"Jasmin.." Teriak Dave saat ia telah membuka pintu cafe.


Para pengunjung yang berada di dalam serentak menoleh kearah Dave yang berada di pintu.


Dave menelisik, melihat kesana kemari melihat apakah benar ada Jasmin di dalam cafe ini. Namun nihil Dave tak meliha Jasmin sama sekali. Sehingga membuat Dave masuk bertanya kepada sang pemili cafe.


Setelah berbicara dan mengetahui memang benar tadi ada seseorang yang bernama Al dan juga seorang wanita bersama. Dave semalin gelisah, harapan nya sedikit memudar. Ia takut jika Jasmin menerima Al.


Dan saat Dave keluar dari cafe, seseorang memanggilnya yang tak lain adalah Al.


"Dave .."


Saat Dave menoleh, satu bogeman mentah mendarat di pipi Dave.

__ADS_1


Met malam minggu semuanya🥰🥰🥰


__ADS_2