
suara tangisan Rey putra kecilnya membuat Bu Vivi keluar dari ruang rawat Rosa untuk memenangkan cucunya itu, sedangkan Rehan hanya duduk di tepi ranjang sambil menatap Rosa yang sedang berbaring di atas ranjang
Rehan meraih pundak Rosa dan hendak menarik pundaknya supaya Rosa menghadap Rehan namun Rosa yang masih marah langsung melepaskan tangan Rehan dengan tangannya sambil menangis
Rehan yang melihat tingkah istrinya itu hanya mengeluh dengan nafas panjang sambil mengusap wajahnya dengan kasar dan berkata
"Rosa, kamu jangan nangis kaya gini!
kamu masih lemas nanti kamu kenapa-kenapa sayang" kata Rehan
"biar saja aku kenapa-napa, itukan lebih baik dari pada aku menatapmu bersama wanita lain" kata Rosa sambil menangis
"Rosa,,,, maksud kamu apa sih? "tanya Rehan sambil mengusap wajahnya dengan keras
"Mas, aku itu siang malam slalu menjaga hati untuk kamu, tapi kamu malah berfoto foto dengan mesra sama wanita lain di depan aku " kata Rosa dengan mata berkaca-kaca
setelah mendengar perkataan istrinya itu
Rehan langsung tersenyum menatap Rosa kemudian dia langsung duduk di tepi ranjang sambil menyentuh tangan Rosa
"Rosa, Mas gak pernah ada niat untuk bersama wanita lain! hati saya selalu aku jaga untuk wanita yang ada dihadapan aku "kata Rehan sambil meletakkan tangan Rosa di dada bidangnya
saat Rosa mendengar perkataan suaminya itu dia langsung memeluk suaminya itu sambil menangis dan berkata
"Mas, maafin aku ya! aku itu udah salah paham" kata Rosa sambil menangis
"ia sayang, " kata Rehan sambil mengusap air mata Rosa
saat Arjun hendak ke ruang rawat Rosa untuk memeriksanya, hatinya sangat terluka saat menatap Rosa dan Rehan saling memeluk dengan rasa cemburu dia segera keluar dan pergi menuju taman
sampainya di taman dia langsung berteriak dengan keras.dunianya seperti sudah kiamat saat menatap Rosa bersama Rehan
Arjun yang masih berharap akan memilikinya tidak henti-hentinya menatap foto Rosa dari ponselnya.
setelah beberapa hari saat Rosa sudah mulai membaik mereka langsung pulang ke rumah, sampainya di rumah Bu Vivi langsung mengangkat ponselnya dan menelfon suaminya.
( hallo pah,) kata Bu Vivi
(hallo,ada apa mah ?) tanya Pak Hardi saat duduk diruang tamu
( pah, mama gak pulang ya, )
( kenapa mama gak pulang?)
__ADS_1
( pah, mama masih kangen sama cucu kita) Pak Hardi langsung memutus sambungan teleponnya
( hallo, hallo) kata Bu Vivi dengan kebingungan
dengan merasa marah Pak Hardi langsung mengambil kunci mobilnya dan berjalan menuju garasi, setelah dia masuk kedalam mobil Pak Hardi langsung mengendarai mobilnya menuju apartemen anaknya
sampainya di apartemen Rehan mereka dikejutkan dengan kedatangan pak Hardi saat Rosa membuka pintu, Rosa langsung mundur dengan ketakutan saat menatap mata Pak Hardi yang begitu tajam saat menatapnya.
tanpa banyak bicara Pak Hardi langsung masuk kedalam rumah dan menghampiri Bu Vivi dan Rehan yang sedang berdiri menatapnya dari ruang tamu.
"kenapa papa datang gak kasih kabar? " tanya Bu Vivi
"tutup mulut kamu! "kata pak Hardi langsung menarik tangan Bu Vivi dengan keras
"Papa, tunggu dulu! " kata Rehan menghentikan langkah kaki pak Hardi.
"Pah, aku ingin mama tinggal bersama saya " kata Rehan menatapnya
"saya lebih berhak atas mama kamu "kata Pak Hardi dengan kejam
"Pah, saya juga berhak untuk tinggal bersama mama "kata Rehan
"Rehan, setiap anggota keluarga saya yang sudah keluar dari rumah, saya akan menganggap dia bukan siapa-siapa saya lagi " kata Pak Hardi langsung pergi
karena Rehan tidak sanggup mengejar nya dia memilih untuk masuk kedalam rumah sedangkan Bu Vivi masih menangis diruang tamu sejak mendengar perkataan suaminya itu.
"udah, mama gak usah menangis!
kan ada kami " kata Rosa sambil mengusap- usap pundak Bu Vivi
Rehan sangat terharu saat berdiri menatap istrinya memeluk Bu Vivi mamanya Rehan kemudian Rehan berjalan menghampirinya dan berkata
"mama jangan menangis lagi, biarin aja papa pergi "kata Rehan langsung duduk diruang tamu
"Rehan, gak bagus mama pisah dari papa bagaimana pun juga dia itu papa kamu " kata Bu Vivi sambil menangis
"mama gak usah pikirin papa lagi! " kata Rehan dengan keras
"Mas, ngomong nya jangan keras keras dong!" kata Rosa meliriknya.
"ya udah, mama masuk kedalam kamar ya" kata Rosa dengan lembut. bu Vivi hanya menganggukkan kepalanya sambil berjalan menuju kamar.
"Mas, aku ke kamar ya! " kata Rosa langsung pergi
__ADS_1
setelah beberapa menit Rehan langsung berjalan menuju kamar, sampainya di kamar Rehan langsung mengusap wajahnya dengan keras saat menatap Rosa sedang berganti pakaian.
Rehan langsung duduk di tepi ranjang sambil menatap tubuh indah istrinya itu. dia mencoba untuk menahan nafsunya karena Rehan kecilnya sudah menonjol.
kemudian dia berbaring di atas ranjang
sambil melirik pakaian Rosa yang sangat transparan. Rosa menatap anaknya yang sudah tidur dengan lelap di samping kiri suaminya, kemudian mereka memejamkan matanya dan tidur.
jam menunjukkan pukul 07:00 pagi Rosa langsung bangun dari tidur dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya
setelah siap mandi dia langsung berpakaian dan pergi menuju dapur.
mata Bu Vivi dan bibi Yuna terpanah saat menatap kecantikan Rosa dengan wajah naturalnya ditambah kulitnya yang putih dan tubuhnya yang persis gitar spanyol.
"Rosa, kamu itu cantik banget sayang "kata Bu Vivi tersenyum saat menatapnya
"mama, biasa aja ngomongnya "kata Rosa tersenyum
"Rosa, Rehan belum bangun ya? "tanya Bu Vivi
"belum mah "jawabnya
"ya udah, kamu bangunin tuh suami kamu " kata Bu Vivi sambil menyiapkan sarapan
"biarin aja ma, nanti kalo udah lapar pasti dia akan turun kebawah! "kata Rosa sambil duduk di meja makan
"mah, Rosa belum lapar jadi saya mau nyiram bunga dulu "kata Rosa langsung pergi menuju pot bunga yang berbaris dihalaman rumahnya
"terserah kamu aja sayang " kata bu Vivi tersenyum
sampainya di taman Rosa langsung menyiram bunga-bunganya itu, setelah beberapa menit saat Rosa memandangi bunga-bunganya dia dikejutkan dengan kedatangan suaminya saat memeluknya dari belakang tubuhnya
"Mas, aku terkejut banget! " kata Rosa sambil memutar badannya menghadap Rehan di pelukan suaminya itu.
"Rosa, kamu itu cantik banget " kata Rehan langsung mencium bibir seksi Rosa
"Mas, lepasin!! "kata Rosa sambil mendorong dada bidang Rehan
kemudian Rehan langsung menarik tangan Rosa dan melingkarkan kedua tangan Rosa di atas lehernya
"Rosa, Mas pengen yang ini "kata Rehan langsung memasukkan tangannya kedalam celana Rosa sambil meraba raba dibawah perutnya
"Mas, kamu itu genit banget sih "kata Rosa tersenyum langsung mendorong dada bidang nya itu. Rehan hanya tersenyum sambil mengikuti Rosa yang sedang berjalan menuju kamar.
__ADS_1