
Kedua orang tuanya sangat terkejut di saat melihat kedatangan Rey dengan seorang wanita yang tidak mereka kenal.Rey segera memperkenalkan wanita yang sangat dia cintai itu kepada kedua orangtuanya.
"Rey,siapa wanita itu?"tanya Rosa menatapnya dengan penasaran.
"saya Ayu tante,Om"ucap Ayu sambil menyalami kedua orang tua Rey
"ayo duduk dulu"kata Rosa tersenyum
"terimakasih tante"ucap Ayu dengan sopan
"Ayu,kapan kamu datang?''terdengar suara Bu Vivi sangat gembira
"barusan nek!"kata Ayu tersenyum
"Mama kenal ya, sama Ayu?"tanya Rosa
"iya,mama sangat kenal sama Ayu"kekeh Bu Vivi
"gimana kabarnya nenek?"tanya Ayu dengan ramah
"kabar baik yu,"jawab Bu Vivi tersenyum
"nenek senang banget kamu datang hari ini"kata Bu Vivi merangkul pundak Ayu.sedangkan Rey hanya diam dan duduk terpaku.
"Rey,kenapa diam aja terus?"tanya Bu Vivi menatapnya
"keenakan nguping nek"kata Rey tersenyum
"oh ya mah,Ayu boleh gak nginap selama tiga hari di rumah?soalnya,orang tuanya lagi keluar kota"kata Rei menutupinya
"boleh,"ucap Rosa tersenyum
"nenek juga senang kalau Ayu nginap dirumah ini"ucap Bu Vivi
"Rey,Ayu itu calon mantu mama ya?"kekeh Rosa
"nenek juga sangat mendambakan Ayu jadi calon istri cucu nenek"Goda Bu Vivi
hm,,,,hm,,,,suara Rehan seolah-olah tidak suka dengan perkataan Bu Vivi.
"papa,mama.ada hal penting yang harus aku omongin sama papa dan juga sama mama"ucap Rey dengan suara bergetar.
"kalau bisa,nanti malam aja ngomongnya.papa lagi sibuk"ucap Rehan langsung pergi menuju ruang kerjanya.
mereka menatap Rehan karena pergi dengan tiba-tiba,Rey segera menyusul menemui Rehan ke ruang kerjanya.
"pah,Rey mohon kasih saya waktu lima menit saja untuk bicara dengan papa"ucap Rey sambil berdiri di depan pintu ruang kerja Rehan
"apa kamu tidak lihat,papa lagi sibuk banyak kerjaan "ucap Rehan sambil menatap layar monitornya.
Dengan rasa kecewa Rey segera pergi dan duduk terpaku diam di tepi balkon,dadanya terasa sakit dan sesak saat Ayahnya cuek terhadapnya.
"Rey"terdengar suara Rosa dari belakang tubuhnya
__ADS_1
"ah mama,jantung saya hampir mau copot"kata Rey terkejut
"apa kedatangan mama mengganggu kamu?"tanya Rosa sambil duduk disamping anaknya
"nggak kok mah"jawab Rey ersenyum
"Rey apa semuanya baik-baik saja?"tanya Rosa seketika Rey menatapnya.Rey hanya diam dan menundukkan kepalanya.
"ya sudah,jika kamu tidak ingin bicara sama mama besok juga bisa cerita sama mama.mama selalu ada untuk kamu"kata Rosa langsung berdiri beranjak keluar.
mungkin belum waktunya saya bicara tentang semuanya kepada mama gumam Rey
tiba-tiba ponsel Rey berbunyi,dia segera mengambilnya dari kantong celanya dan menatapnya
(halo,ada apa Ayu?)
(kamu dimana?)
(ini lagi di balkom)
(aku datang yaa)
(iya)Rey segera memutus sambungan teleponnya.kira-kira lima menit Ayu datang menghampirinya.
"Ayu,ayo sini duduk"kata Rey tersenyum
"Rey,kamu pergi gak bilang-bilang"Ayu ngambek
"pergi kemana maksud kamu?sejak tadi aku hanya disini aja kok,,"
"maaf sayang,kamu kangen ya sama aku?"Goda Rey merangkul pundak Ayu dan mencium pipi kirinya.
"ih,,kamu itu makin nakal ya"ucap Ayu sambil melepaskan tangan Rey
"Rey kapan kamu akan bicara tentang kita berdua kepada om Rehan dan juga tante Rosa?"rengek Ayu
"Ayu,kamu sabar dulu.saya juga lagi usaha untuk ngomong berdua sama mama"kata Rey
"tapi kapan?aku malu sama orang-orang kalau perut aku nanti keburu besar "ucap Rosa sambil menangis.
"Ayu,kamu jangan nangis gini dong"kata Rey mengusap air mata Rosa.
"aku gak akan diam,sebelum kamu cerita semuanya kepada Tante Rosa"rengek Ayu sambil menangis.
"Ayu,aku mohon jangan sekarang dulu.tolong kasih aku waktu untuk dua hari."ucap Rey memohon
"aku takut kamu pergi ninggalin aku"ucap Ayu
"ayu,aku gak akan pergi ninggalin kamu.aku sangat mencintai kamu dan juga anak kita "kata Rey sambil mencium perut Rosa.
mata Rehan terbelalak saat menatap dan mendengar perkataan Rey saat Rehan hendak menuju balkon.
"Rei,sedang apa kalian berdua disitu?"terdengar suara Rehan dari belakang tubuh Ayu.Reydan Ayu terkejut di saat mendengar suara Rehan.
__ADS_1
"apa yang kalian lakukan?"tanya Rehan sangat marah
"papa tenang dulu,tolong dengarkan saya"kata Rey memohon
"ok,sekarang jelaskan semuanya dan kenapa kamu mencium perut Ayu"tanya Rehan sangat marah
"papa,Ayu sedang mengandung anak saya"kata Rey dengan suara bergetar
pak,,pak,,, suara tangan Rehan saat mendarat di wajah Refaldi.Ayu hanya diam ketakutan dan berdiri di samping Rey
"papa sangat kecewa sama kamu"kata Rehan beranjak ke dalam kamar
"Pah,,papa tunggu dulu"kata Rey sambil berjalan mengikuti ayahnya ke dalam kamar.
pak,,suara pintu saat Rehan masuk dan menutupkan pintu kamarnya.
tok..tok,,suara ketokan pintu
"Pah,,tolong buka pintunya"suara Refaldi.karena Rehan tidak menjawab Rey memilih untuk menemui Ayu yang sedang menangis terisak di balkom.
"Ayu,kamu jangan menangis lagi.ini sudah magrib tidak bagus wanita hamil menangis kelamaan.besok kita akan pergi dari rumah ini"ucap Rey merangkul pundak Ayu.
"Rey,kita gak punya apa-apa.gimana caranya kita bisa hidup?"tanya Ayu menangis terisak.
"Aku masih punya sedikit tabungan.setidaknya cukup untuk biaya keperluan kita untuk empat bulan"kata Refaldi.Ayu sangat terharu dengan perkataan Rey
malam yang semakin larut dan Ayu yang masih memikirkan kehamilannya membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Rasa lapar membuatnya turun kelantai bawah untuk makan ke dapur,sampainya di lantai bawah dia melihat Rehan dan Rosa sedang duduk di ruang tamu.kemudian dia menghampirinya.
"tante,bolehkah aku bicara denganmu?"tanya Ayu dengan grogi.
"boleh,ayo silahkan duduk
"ucap Rosa tersenyum
"tante,Om,aku mohon tolong maafkan kami berdua,semuanya telah terjadi di malam itu,kami berdua telah khilaf"kata Ayu sambil menangis.
"maksud kamu gimana?"tanya Rosa kebingungan
"ah,,anak jaman sekarang "kata Rehan sambil menarik tangan Rosa ke dalam kamar.
"Mas,tunggu dulu.sepertinya Ayu ingin ngomong sesuatu
"kata Rosa
"udah,gak usah dengarin."kata Rehan menutupkan pintu kamarnya.
Dadanya terasa sakit dan sesak dia memilih pergi dari rumah itu tanpa sepengetahuan mereka.dengan berlinang air mata dia pergi menuju rumah ketrin dengan naik taksi.
tok,,,,tok,,,tok suara ketokan pintu rumah ketrin
"Ayu,kenapa kamu datang malam-malam? apa yang terjadi kenapa kamu menangis?"tanya Ketrin sangat kwatir.
__ADS_1
"Ketrin,,,"ucap Ayu menangis sambil memeluk ketrin