Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 20 perkataan jesika yang membuat Rosa hancur


__ADS_3

Dua bulan yang lalu Rosa tinggal menunggu hari untuk melahirkan, sedangkan Rehan harus pergi ke Singapura karena urusan penting yang tidak bisa di perwakilkan membuat Rehan harus pergi.


ditambah Rosa mengijinkan Rehan untuk berangkat bersama Aldo, sesampainya Rehan di Singapura Rehan tidak henti-hentinya menelfon wanita yang amat dicintainya dan juga kabar anaknya yang sebentar lagi akan hadir di dunia ini. itulah yang membuat rehan bersemangat dalam mengurus bisnisnya saat di Singapura.


Rehan meminta kepada rekan-rekannya supaya mempercepat urusan pekerjaannya saat di Singapura supaya Rehan bisa cepat kembali ke Jakarta dan akhirnya segalanya pun selesai cepat dari yang mereka tentukan .


setelah urusan bisnisnya selesai dari Singapura Rehan langsung berangkat malam itu juga ke Indonesia


pagi hari Rosa sangat bersemangat untuk menyambut suaminya yang akan tiba di Indonesia siang hari nanti.Rosa langsung membersihkan badannya dan mengenakan pakaiannya, kemudian Rosa langsung berdandan dengan cantik karena dia ingin terlihat cantik saat dimata suaminya.


setelah siap berdandan Rosa langsung turun kelantai bawah dan mendapati Jesika sedang duduk diruang tamu, Rosa langsung berjalan menghampiri Jesika yang sedang menatapnya dengan sinis.


"ada urusan apa kamu kemari? "tanya Rosa sambil berdiri menatapnya.


"Rosa,,, berapa banyak suami saya membayar kamu sehingga kamu tidak puas puas nya tidur bersama suami saya? "tanya Jesika sambil mengangkat vas bunga kesukaan Rosa yang terletak di atas meja .


"Jesika, kamu jangan coba coba menyentuh barang barang saya!!! "ucap Rosa .


"apa? apa kamu gak sadar bahwa kamu yang duluan menyentuh barang orang lain dengan tidur bersama suami orang !! "kata Jesika sambil melepaskan vas bunga hingga jatuh keatas lantai membuat Rosa semakin tersinggung dengan perkataan Jesika.


air mata Rosa langsung meluncur dari matanya, dadanya terasa sesak ditambah emosinya membuat Rosa berjalan untuk menutup kan pintu saat Jesika pergi dari rumahnya.


Rosa hanya menangis dan tidak bisa memikirkan apa apa saat berjalan menaiki tangga menuju kamar, sampai dua tidak memperhatikan langkah kakinya karena begitu rapuhnya, tiba tiba hal yang paling ditakutkan pun terjadi.


Rosa terpeleset dan terjatuh berguling-guling dari pertengahan tangga ditambah penyakitnya kambuh lagi membuatnya terjatuh hingga ke dasar lantai satu, akhirnya terjadi benturan di perutnya tapi benturan keras yang mengenai perut besarnya membuat Rosa pendarahan dan tidak sadarkan diri.


Bi Yuna yang sedang di dapur dan mendengar teriakan Rosa dan mendengar bunyi sesuatu bibi Yuna langsung melepaskan pekerjaannya dan berlari menuju Rosa, bibi Yuna langsung menangis sejadi jadinya dengan histeris saat menatap Rosa mengeluarkan darah dari hidung dan bagian bawahnya.

__ADS_1


tolong,,,,, tolong,,,, teriak bibi Yuna dengan keras


tak lama kemudian para pembantu yang lainnya dan tukang kebun dan security-nya langsung berlari menghampirinya dan mengangkat Rosa kedalam mobil, bibi Yuna langsung menelfon Migel dan Bu Vivi kemudian bibi Yuna langsung memberitahukan keadaan Rosa dengan berlinang air mata.


setelah itu bibi Yuna langsung pergi dengan supir pribadinya Rehan menuju rumah sakit sedangkan Bu Vivi langsung menangis dan sangat peduli terhadap Rosa.


Pak Hardi yang begitu terkejut menatap Bu Vivi sedang menangis dan berlari menuju garasi dan tidak memperdulikan Pak Hardi yang sedang berteriak memanggilnya, Bu Vivi langsung menyuruh sopir pribadinya untuk mengantarkannya menuju rumah sakit milik Rehan.


sampainya di sana Bu Vivi langsung menangis saat menatap Rosa yang baru dikeluarkan dari mobil menuju ruang UGD


Bu Vivi langsung memerintahkan Dokter terbaik di rumah sakit milik Rehan untuk menanganinya.


bibi Yuna pun langsung menangis sambil memeluk Bu Vivi yang sedang menangis dan tak bisa berfikir apa apa saat mengetahui keadaan Rosa.


selesai mengurus semuanya Bu Vivi langsung menelfon ponsel Rehan yang sedang diluar jangkauan, akhirnya Bu Vivi pun mengirimkan sebuah pesan kepada Rehan.


hampir satu jam mereka memeriksa Rosa


mereka pun keluar dengan wajah yang tak bisa diartikan.


"bagaimana keadaanya Dok? tolong selamatkan cucu saya dan juga menantu saya" ucap Bu Vivi memohon sambil menangis.


"begini Bu, kondisi Rosa dan anaknya sangat kritis jika kita ingin menyelamatkan anaknya kita harus cepat mengoperasi Bu Rosa sebelum semua nya terlambat "kata Dokter Arjun dengan panjang lebar.


Arjun yang selama ini menyimpan perasaan terhadap Rosa, dia tidak mengira Rosa harus seperti itu,saat mereka keluar dari ruang operasi Bu vivi berlari menghampirinya.


"trus bagaimana dengan Rosa Dokter? "tanya Bu Vivi dengan panik.

__ADS_1


"Bu, kita tidak bisa berbuat apa apa "ucap Dokter Arjun dengan mata berkaca-kaca.


"gimana maksud kamu Dokter? "tanya Bu Vivi sambil menangis dengan histeris.


sedangkan para pembantu dan tukang kebun di rumah Rosa sangat terkejut dan tidak bisa berkata-kata, mereka hanya meneteskan air mata menandakan betapa besarnya kasih sayangnya kepada Rosa.


sedangkan keluarga Rosa masih diperjalanan menuju rumah sakit, Migel tidak henti-hentinya menangis saat mendengar kabar tentang Rosa saudara perempuannya yang menjadi tulang punggung di keluarganya.sampainya di rumah sakit Migel langsung berlari menghampirinya.


mbak Rosa,,,, teriak Migel menangis sambil bersimpuh orang-orang yang sedang di rumah sakit sangat terharu saat menatap Migel yang sedang menangis menghampiri Rosa.


sedangkan Rehan yang baru mendarat seketika mendengar bunyi pesan, Rehan langsung mengambil ponselnya dari kantong celananya. mata Rehan terbelalak saat menatapnya dada Rehan terasa sesak saat membaca pesan yang dikirim Bu Vivi ke ponselnya.


tidak pakai lama Rehan langsung menelpon Bu Vivi yang sedang menangis histeris,


Bu Vivi yang ikut terpukul tidak sanggup menjawab Rehan yang sedang mendengarkan suara Migel yang sedang menangis menyebut nyebut nama Rosa membuat Rehan semakin panik.


Rosa,,,,,, Rosa,,,,, Rosa mah,,, teriak Migel sambil menangis.


( ada apa dengan Rosa ma? ) tanya Rehan dengan panik.


( jantung Rosa sudah melemah Rehan,, hanya anaknya yang bisa diselamatkan) ucap Bu Vivi sambil meneteskan air mata dengan suara bergetar.


"nggak, gak mungkin, itu tidak mungkin terjadi,, aku sangat mencintaimu Rosa, aku gak bisa hidup tanpa kamu, ini tidak mungkin!! "ucap Rehan sambil menangis histeris di dalam pesawat.


"sabar Rehan, kamu harus sabar


hidup ini memang sangat berat hidup ini tidak selamanya berjalan sesuai keinginan kita " ucap sambil menangis di dalam pesawat.

__ADS_1


sedangkan penumpang yang lain yang berada didalam pesawat hanya sedih dan terharu menatap Rehan, Aldo yang ikut bersedih terhadap Rehan langsung mengusap usap pundak Rehan yang sedang menangis di dalam pesawat.orang orang yang menatapnya merasa sangat kasihan terhadap Rehan


__ADS_2